King Geeloger meraih predikat 1. National Ace Young Birds PIPA Rankings 2026, gelar yang menempatkan merpati muda milik Henk Douna dari Donkerbroek, Belanda, sebagai yang terbaik di antara seluruh merpati muda sepanjang musim balap homing racing pigeon 2026. Selain gelar PIPA, King Geeloger juga finis ketiga dalam peringkat NPO kategori merpati muda dan kelima di De Allerbeste — torehan yang jarang dicapai satu merpati dari kandang kecil.

Prestasi King Geeloger bukan sekadar gelar. Sepanjang musim ia menang 1. Reims dari 1.641 merpati, lalu menempati 2. Provinsi Eefde dari 13.352 merpati, 2. Provinsi Rethel dari 4.780 merpati, serta beberapa hasil konsisten lain seperti 16. Kerkrade (4.036), 47. Weert (13.906), dan 84. Boxmeer (14.024). Yang istimewa, ia bukan spesialis jarak pendek: ia mampu meraih hasil teratas dari lomba sekitar 410 dan 440 km — bukti kombinasi kecepatan dan ketahanan dalam satu burung muda.

Kemitraan enam tahun yang lahir dari persahabatan

Di balik kesuksesan ini ada kemitraan yang berjalan enam tahun antara keluarga Eijerkamp (Brummen) dan Henk Douna. Setiap tahun 10–12 anak merpati pindah dari breeding loft Greenfield Stud ke kandang Douna di Donkerbroek. Kandang Douna sendiri sengaja dibuat kecil: hanya 24 ekor merpati dewasa dan 12 pasang breeding/ balap, dengan filosofi kualitas di atas kuantitas. Evert-Jan Eijerkamp bukan sekadar pemasok burung, melainkan pelatih dan tempat diskusi persiapan lomba sepanjang musim.

Silsilah King Geeloger menjelaskan hasilnya. Neneknya, Ireen, adalah 1. National Ace Pigeon Sprint PIPA 2022 milik Douna, lalu dikembalikan ke kandang Eijerkamp untuk program breeding dan dipasangkan dengan pejantan Geeloger. Anaknya bernama Frisian Geeloger, yang kemudian dipasangkan dengan Stacey dari garis terkenal Willem de Bruijn. Dari pasangan itu lahir King Geeloger, yang berangkat utara dari Greenfield Stud pada 25 Maret 2026 dan langsung tampil sensasional di musim perdananya. Kombinasi ini menutup musim dengan Douna membawa pulang dua National Ace Pigeon sekaligus.

Bagi penggemar merpati pos di Indonesia, cerita King Geeloger menegaskan pola yang sama dengan homing racing pigeon di mana pun: burung juara lahir dari silsilah teruji, sistem latihan yang konsisten, dan kemitraan breeder yang sabar. Prestasi serupa pernah diukir merpati betina mungil Tina's Rosie yang menjadi Ace Pigeon KBDB 2026, sekaligus menutup musim gemilang keluarga Thoné yang meraih gelar Marathon King.