Komunitas pecinta merpati hias di Jawa Timur kembali menyemarakkan dunia peternakan burung hias Tanah Air. Sebanyak ratusan penghobi merpati hias dari berbagai daerah berkumpul dalam ajang Malang Fancy Pigeon Show 2026 yang digelar oleh Indonesia Fancy Pigeon Community (IFPC) Malang Raya di kawasan Taman Wisata Selorejo, Kecamatan Ngantang, Kabupaten Malang, pada Minggu (26/4/2026).
Beragam Jenis Merpati Hias Berlomba
Kegiatan ini menjadi magnet tersendiri bagi para penghobi merpati hias. Beragam jenis burung dengan keindahan warna, bentuk tubuh, dan karakter khas ditampilkan dalam kontes. Para peserta membawa burung terbaiknya, mulai dari yang memiliki bulu eksotis, postur tubuh ideal, hingga gaya berdiri anggun yang memikat perhatian juri dan pengunjung.
Jenis merpati yang dilombakan dalam ajang ini cukup variatif, antara lain Archangel, Budapest, Fancy Swallow, Snowking putih, Winna, American Modena Schiettie, Snowking warna, Snowking blorok, Mondain, hingga Maltese. Masing-masing jenis memiliki ciri khas tersendiri yang menjadi daya tarik dalam penilaian. Dalam proses lomba, setiap burung ditempatkan di kandang khusus guna memudahkan penilaian oleh juri yang teliti mengamati setiap detail.
Kriteria Penilaian Ketat
Para juri tidak sembarangan dalam melakukan penilaian. Mereka mengamati postur dan bentuk tubuh, kualitas serta kerapian bulu, kondisi kesehatan, karakter dan gaya burung, hingga keaslian ras atau trah sesuai standar kontes merpati hias. Setiap kelas memiliki kriteria penilaian yang berbeda-beda karena merpati hias memiliki banyak jenis, baik yang berasal dari luar negeri maupun lokal Indonesia.
Ketua IFPC, Sambinar, menyampaikan bahwa kegiatan ini tidak hanya sebagai ajang kompetisi, tetapi juga wadah mempererat silaturahmi antar pecinta merpati hias. "Kontes ini merupakan ajang silaturahmi antar pecinta burung merpati hias, sekaligus ajang pemanasan untuk menghadapi event kontes nasional yang akan digelar di Universitas Brawijaya Malang pada bulan September mendatang, bertepatan dengan hari jadi Fakultas Peternakan," ujarnya.
Dampak Ekonomi dan Pariwisata
Lebih dari sekadar perlombaan, kegiatan ini juga menjadi sarana edukasi dan pengembangan minat masyarakat terhadap dunia peternakan burung hias. Dengan latar keindahan alam Selorejo, event ini turut memberikan daya tarik wisata sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi lokal di wilayah Malang Raya. Komunitas penghobi merpati hias terus menunjukkan perkembangan yang positif di Indonesia, dengan semakin banyaknya pameran dan kontes yang digelar di berbagai daerah.
Sumber: Agro Redaksi
Komentar