Memasuki musim hujan, banyak penghobi merpati mulai khawatir dengan kesehatan burungnya. Cuaca yang lembap membuat virus mudah berterbangan, dan bila kondisi burung tidak prima, virus cepat masuk ke dalam tubuh — terutama lewat tenggorokan.

Tenggorokan adalah titik yang paling mudah diserang, biasanya lewat udara, pakan, atau air minum. Jika tidak ditangani dalam 12 jam, risiko burung sekarat sangat besar. Fenomena ini sudah mulai terjadi di berbagai daerah, baik kota besar maupun pedesaan.

Gejala Awal yang Harus Diwaspadai

  • Pakan di dalam tembolok tidak turun-turun, bahkan sering dimuntahkan.
  • Keluar cairan dari mulut dalam jumlah cukup banyak.
  • Muncul bintik-bintik kuning di sekitar tenggorokan — ini tanda paling membahayakan.

Sayangnya, banyak penghobi yang enggan membagikan informasi ini karena khawatir membuat sesama mania was-was. Padahal, berbagi informasi justru bisa menyelamatkan burung-burung lain.

Kasus di Lapangan: Pengalaman Mania Pasuruan

Menurut Budi SG dari Bangil, Pasuruan, wabah ini biasanya berawal dari satu ekor burung yang sakit. Setelah diobati dan sembuh, penyakit justru mulai menjamur ke burung lainnya. Ciri yang terlihat: burung nglentruk (bulu berdiri), dan keesokan harinya langsung sekarat. Sekali sekarat bisa menembus 3 ekor bahkan lebih.

Burung yang sekarat memiliki ciri: muka memar, hidung dan mulut keluar cairan, serta bintik kuning di tenggorokan yang kemudian menjalar ke saluran pencernaan.

Goham atau ND?

Pertanyaan yang sering muncul: penyakit ini Goham atau ND (Tetelo)? Bintik kuning di tenggorokan mengarah ke Goham, tapi kecepatan burung sekarat membuat banyak orang ragu.

ND atau Tetelo tidak hanya menyerang otak, tapi juga saluran pernapasan dan pencernaan — akibatnya fatal. Sementara Goham menular lewat liur burung yang terjangkit; ketika burung sehat minum di tempat minum yang sama, virus ikut masuk ke tubuhnya.

Menurut para mania senior, gejala ini tidak hanya menyerang merpati balap, tapi juga unggas lain seperti perkutut, derkuku, dan ayam. Baca juga: Ciri-ciri, Pencegahan dan Pengobatan Tetelo pada Merpati.

5 Langkah Penanganan

  1. Pisahkan yang sakit — jauhkan dari kandang merpati sehat. Jangan sampai satu arah angin dengan merpati sehat, karena virus akan ikut terbawa angin.
  2. Obati secara rutin — dan setelah memegang burung sakit, cuci tangan atau alas kaki sebelum memberi multivitamin ke burung sehat.
  3. Taburi lantai kandang dengan kapur bubuk — terutama kandang berlantai pasir/tanah, agar virus yang ada di pasir ternetralisasi.
  4. Berikan obat khusus Goham (misalnya Ronivet) dan tempatkan burung di kandang tersendiri sampai sembuh.
  5. Untuk ND yang sudah parah, belum ada obatnya — yang bisa dilakukan hanya pencegahan: berikan multivitamin yang mengandung Zink, Manganese, Copper, dan Cobalt untuk meningkatkan kekebalan tubuh.

Kesimpulan

Musim hujan adalah masa rawan penyebaran Goham dan ND. Kuncinya: kenali gejala sejak dini, pisahkan burung yang sakit, jaga kebersihan kandang, dan perkuat imunitas dengan multivitamin yang tepat. Jangan tunggu sampai ada yang sekarat — pencegahan jauh lebih murah daripada kehilangan burung kesayangan.