Musim One Loft Race (OLR) 2026 ditutup dengan catatan istimewa bagi kombinasi Frits & Wytse Mantel asal Oudega, Belanda. Pejantan perintis mereka, Vardy, kembali jadi kunci keberhasilan lewat cucu-cucunya yang menembus papan atas di berbagai negara.

Hasil gemilang di enam negara

Sepanjang musim dingin hingga musim panas 2026, tim ayah-anak ini tampil di banyak front. Di Viking Pigeon Race, Swedia, mereka membawa pulang juara 1 dan 2 pada dua balapan pembuka, lalu mengunci gelar 2 dan 3 Ace Pigeon. Di final yang sangat berat — tak seekor pun merpati menembus kecepatan 1.000 m/menit — keempat wakil mereka yang semuanya cucu Vardy berhasil masuk jajaran pemenang hadiah.

Hasil lain sepanjang musim: finis ke-8 dan ke-16 final AS Golden Pigeon Race di Yunani dari 2.497 peserta, peringkat 5 Ace Pigeon Derby Int. FCI Costa del Sol di Spanyol dari 2.079 peserta, finis ke-22 final Krakus OLR di Polandia dari 3.573 peserta, serta juara 1 Race 3 di AviRings Derby Pro, Slovenia, ajang yang juga pernah kita bahas lewat artikel 3.214 Merpati Balap Dunia Masuki Final 3x500 km. Hasil di Viking ini melanjutkan kabar baik yang sempat kita angkat lewat Elin, cucu Vardy yang menangi dua balapan pertama Viking OLR 2026. Dua kemenangan awal itu kini berujung pada gelar 2 Ace Pigeon untuk Elin, sementara kakak sepupunya, Mondo, merebut peringkat 3.

Vardy, pejantan yang tak pernah absen

Kunci keberhasilan garis ini adalah pejantan perintis (foundation cock) Vardy (NL15-1208645). Hampir setiap hasil besar musim ini membawa darahnya: Elin dan Mondo adalah cucunya, Nikos yang finis ke-8 di Yunani adalah cucu dari Amy — salah satu anak betina terbaik Vardy — dan juara 22 Krakus OLR juga keturunan langsungnya. Anak-anak dan cucu Vardy bahkan diandalkan oleh penghobi lain, termasuk di seri AFRIKAPRO seperti yang pernah kita liput lewat kemenangan Foot Loose di AFRIKAPRO Race 8.

Dua Ace Pigeon dari satu pasangan

Cerita paling menarik datang dari pasangan Maggor x Queen Vardy. Cucu dari pasangan ini sukses menyabet dua gelar 1 Ace Pigeon dalam satu musim OLR: Balkanic Fair-Play Race dan Autostrada OLR. Queen Vardy sendiri merupakan anak dari Vardy x Starling, sehingga rekor ini kembali menegaskan betapa besarnya kontribusi genetik Vardy bagi merpati pos balap modern. Prestasi serupa dengan pola silsilah ketat memang menjadi daya tarik utama kompetisi merpati pos satu kandang — format yang terus berkembang seperti terlihat dari kembalinya Tuscan OLR untuk winter race 2026-2027.

Musim 2026 boleh jadi bukti bahwa satu pejantan berkualitas bisa menghasilkan juara di banyak negara sekaligus. Pertanyaannya, apakah garis Vardy akan kembali menguasai OLR musim dingin mendatang? Ikuti terus perkembangannya di label Mantel.