Merpati bukan cuma milik penghobi lomba. Bagi banyak orang, memelihara merpati justru soal keindahan — bulu yang anggun dan gerakan yang tenang membuat sebagian lofter jatuh hati tanpa pernah ikut perlombaan. Di Indonesia sendiri, jenis merpati hias terus dikembangkan, dan salah satu yang paling populer adalah fantail atau yang dikenal dengan nama merpati kipas.

Merpati kipas dijuluki merpati merak karena ekornya bisa mengembang lebar menyerupai ekor merak. Penampilan inilah yang membuatnya laku di pasaran, sekaligus membuat budidayanya menjanjikan. Permintaan merpati kipas tergolong tinggi, sementara siklus bertelurnya relatif cepat — rata-rata indukan bertelur setiap 1,5 bulan sekali. Jarak waktu semenarik itu membuat peternak bisa memanen penjualan berkali-kali dalam setahun. Selain itu, merpati kipas yang beredar di Indonesia kebanyakan merupakan peranakan kawin silang antara merpati hias Jacobin dengan merpati lokal, sehingga relatif mudah diadaptasi di kandang sederhana. Varietas fantail asli yang berasal dari Amerika dan India memang bernilai jauh lebih mahal, tapi jalur penangkaran lokal tetap menguntungkan.

Anda penggemar merpati kipas dan ingin mulai menangkarkannya? Berikut 13 langkah penangkaran budidaya merpati kipas yang dirangkum dari berbagai sumber peternak.

Mempersiapkan Indukan dan Kandang

1. Pilih indukan yang berkualitas. Semua berawal dari indukan. Pilih jantan dan betina yang sehat, aktif, dan menunjukkan ciri khas merpati kipas yang baik — terutama ekor yang lebar dan mengembang sempurna. Indukan bermasalah akan sulit menghasilkan anakan bagus berapa pun kualitas kandangnya.

2. Manfaatkan sistem umbaran. Setelah indukan terpilih, burung boleh dibiarkan berkeliaran bebas di halaman. Dengan sistem umbaran, merpati kipas akan mencari makan sendiri di lingkungan sekitar dan biaya pakan bisa ditekan. Cara ini juga melatih keberanian burung, mirip dengan cara menggiringkan merpati dengan cepat. Yang perlu dijaga adalah pengawasan terhadap predator dan risiko burung hilang.

3. Siapkan pagupon bersekat. Untuk penangkaran, gunakan pagupon yang memiliki sekat-sekat per pasangan. Setiap sekat harus cukup luas untuk menampung satu merpati kipas tanpa terasa sempit. Ukuran ideal tempat tidur merpati kipas adalah tinggi 50 cm, panjang 80 cm, dan lebar 50 cm.

4. Sesuaikan ukuran sangkar. Kalau memakai sangkar biasa, cukupkan ruang untuk dua ekor saja. Sangkar yang terlalu luas membuat bulu merpati kipas lebih mudah rontok, sedangkan yang terlalu sempit membuat burung tidak nyaman dan pertumbuhannya terhambat. Prinsipnya sama seperti memilih jenis kandang burung merpati lainnya: ukuran harus pas dengan penghuninya.

Pakan dan Perawatan Harian

5. Jaga kebutuhan minum. Merpati kipas rata-rata perlu minum dua kali sehari, jadi isi ulang kotak minum dua kali setiap hari. Tempat minum cepat kotor, maka rutin ganti airnya. Air minum yang bersih adalah cara termurah menjaga burung dari beragam penyakit.

6. Tentukan pakan pokok. Pakan utama merpati kipas adalah kacang hijau, milet, dan gandum. Bila repot menyiapkan racikan sendiri, pakan jadi yang dijual bebas di pasaran juga bisa dipakai asal kandungan nutrisinya jelas.

7. Lengkapi pakan penunjang. Selain pakan pokok, tambahkan sayuran sebagai sumber vitamin: selada, wortel yang dihaluskan, bayam, kangkung, kecambah, dan pepaya umumnya disukai merpati kipas. Jangan lupa sediakan beberapa batu kecil di kandang — batu ini membantu proses pencernaan burung.

8. Kenali burung peliharaan Anda. Setelah kandang dan pakan beres, langkah berikutnya adalah perkenalan. Dekati burung secara bertahap sampai Anda hafal kebiasaannya, ciri-cirinya, dan responsnya terhadap kebersihan kandang serta ketepatan jadwal pakan.

9. Siapkan segalanya dengan tepat. Penangkaran yang rapi tidak bisa dibangun dengan setengah hati. Siapkan semua kebutuhan — mulai dari pagupon, pakan, sampai suplemen — dan lakukan persiapan dengan tingkat ketepatan yang tinggi agar proses budidaya berjalan mulus sejak hari pertama.

10. Rawat secara menyeluruh. Perawatan menentukan apakah merpati kipas Anda tumbuh sehat atau tidak. Perhatikan kebersihan kandang, ketersediaan makanan dan minuman, serta kebersihan burung itu sendiri. Bila diperlukan, tambahkan vitamin ke dalam pakan harian mereka.

Penjodohan dan Perbanyakan

11. Lakukan penjodohan. Kabar baiknya, penjodohan merpati kipas tergolong tidak sulit. Pasangkan jantan dan betina yang sehat dan berumur cukup di pagupon yang sama, lalu beri waktu untuk saling beradaptasi. Setelah pasangan nyaman, proses kawin biasanya berjalan sendiri. Dengan siklus bertelur rata-rata 1,5 bulan sekali, satu pasangan yang sudah mapan bisa menghasilkan keturunan rutin sepanjang tahun.

Merawat Anakan dan Mempercepat Produktivitas

12. Perhatikan nutrisi indukan saat anakan dipelihara. Selama 6 sampai 7 minggu pertama, anakan sepenuhnya diberi makan oleh induknya. Tugas Anda adalah memperkuat induknya: campurkan milet, beras, birdvit, bird mineral, kacang tanah, jagung, dan gandum sampai berbentuk bubur, lalu berikan 3 sampai 4 kali setiap hari. Rutin memberi nutrisi tambahan ini sampai anakan berumur 1 bulan membuat perkembangan anak burung lebih stabil.

13. Percepat siklus produktivitas bila perlu. Ingin indukan segera bertelur lagi? Mulai sekitar umur 15 hari sampai satu bulan, anakan bisa dialihkan ke pengasuhan manual oleh kita. Dengan begitu indukan merpati kipas bisa kembali kawin dan bertelur lebih cepat, sehingga satu pasangan menghasilkan lebih banyak anakan dalam satu musim.

Itulah 13 langkah penangkaran budidaya merpati kipas, dari memilih indukan sampai mempercepat produktivitas. Langkah di atas sebenarnya tidak jauh beda dengan prinsip dasar budidaya merpati kipas 15 langkah — kuncinya cuma konsistensi perawatan harian. Kalau ingin memahami dulu ragam jenisnya, baca aneka jenis merpati hias, dan untuk gambaran nilai jualnya, lihat daftar jenis dan harga merpati hias di pasaran saat ini.

Merpati kipas dengan ekor mengembang

Foto: arenahewan.com

Sumber: arenahewan.com