Dunia merpati hias menyimpan keindahan yang luar biasa. Berbeda dengan merpati balap atau pos yang dinilai dari kemampuan terbang, merpati hias justru mempesona lewat penampilan fisik yang unik dan menawan. Setiap jenis memiliki ciri khas tersendiri — mulai dari bentuk bulu, struktur kepala, hingga postur tubuh yang membedakannya dari merpati pada umumnya.
Bagi pecinta merpati, mengenal berbagai jenis merpati hias bukan sekadar hobi. Ini adalah bagian dari tradisi panjang di Indonesia, di mana merpati tidak hanya dipelihara untuk kemampuan terbangnya, tetapi juga untuk keindahannya. Berikut ini beberapa jenis merpati hias yang patut diketahui oleh setiap penghobi burung.
Jacobin Pigeon: Mahkota Bulu yang Megah
Jacobin adalah salah satu jenis merpati hias paling ikonik di dunia. Ciri utamanya terletak pada bulu-bulu di sekitar kepala dan leher yang tumbuh memanjang dan melengkung, membentuk semacam kerah atau mahkota yang menutupi sebagian besar kepalanya. Penampilan ini mengingatkan pada topi yang dikenakan oleh para pendeta Jacobin pada masa lalu, sehingga burung ini dinamai sesuai penampilannya.
Merpati Jacobin berasal dari kawasan Eropa dan sudah diternakkan selama berabad-abad. Warna bulunya sangat beragam — ada yang putih polos, biru, hitam, merah, kuning, hingga perak. Kombinasi warna dan bentuk bulu kerah inilah yang menentukan nilai keindahan seekor Jacobin. Semakin rapat dan simetris bulu kerahnya, semakin tinggi nilainya di mata kolektor.
Jenis ini sangat populer di komunitas merpati hias internasional, termasuk dalam berbagai pameran dan kontes merpati hias seperti yang digelar di Malang beberapa waktu lalu. Untuk yang tertarik melihat koleksi merpati hias dari berbagai negara, bisa simak liputan Malang Fancy Pigeon Show 2026 yang menghadirkan ratusan merpati hias dari penangkar seluruh Indonesia.
Frillback Pigeon: Keindahan Bulu Ikal yang Langka
Jika Jacobin menonjolkan bulu kerah di kepala, maka Frillback justru mempesona lewat bulu-bulu ikal di seluruh tubuhnya. Setiap helai bulu pada jenis ini memiliki gelombang atau keriting alami, menciptakan tekstur yang sangat berbeda dari merpati lain. Ikal bulu ini terutama terlihat jelas pada bagian sayap dan badan.
Frillback termasuk jenis yang kurang populer dibandingkan merpati hias lain, namun justru itulah yang membuatnya istimewa. Semakin kokoh dan konsisten ikal bulunya, semakin baik kualitas burung tersebut. Warna yang paling dicari adalah kemerahan dan kekuningan — keduanya dianggap memiliki nilai estetika tertinggi. Selain itu, ada juga varian Frillback yang memiliki jambul di atas kepalanya, menambah daya tarik visual.
Bagi yang ingin tahu lebih banyak tentang berbagai jenis merpati hias populer dan harganya, cek juga artikel Top 10 Jenis Merpati Hias Paling Populer yang membahas secara lengkap.
Barb Pigeon: Wajah Unik dari Eropa
Barb Pigeon memiliki penampilan yang sangat khas dan langsung bisa dibedakan dari jenis merpati lain. Ciri utamanya adalah lingkaran mata yang lebar, hidung besar dengan bentuk yang menonjol, serta paruh pendek yang unik. Secara keseluruhan, wajah Barb Pigeon terlihat sangat berbeda — hampir seperti memiliki ekspresi tersendiri.
Merpati ini sebenarnya masih satu keturunan dengan Rock Pigeon (Columba livia), namun telah melalui proses pembiakan selektif selama berabad-abad hingga menghasilkan penampilan yang sangat berbeda. Menariknya, Barb Pigeon pernah disebut oleh William Shakespeare dan diilustrasikan oleh Charles Darwin dalam karyanya tentang variasi hewan di bawah domestikasi. Fakta sejarah ini menambah nilai tersendiri bagi jenis merpati yang satu ini.
Meskipun tidak terlalu populer di kalangan penghobi lokal, Barb Pigeon tetap memiliki tempat tersendiri di dunia merpati hias internasional. Untuk penghobi yang suka mempelajari katuranggan dan filosofi merpati, jenis ini layak masuk dalam daftar koleksi.
Old German Cropper: Sang Raja Postur Tegak
Old German Cropper adalah salah satu merpati hias dengan postur paling mencolok. Burung ini memiliki tembolok besar yang mengembang, berdiri tegak dengan badan yang langsing, serta kaki panjang yang membuatnya terlihat anggun. Dari ujung kepala hingga kaki, ukurannya bisa mencapai 50 cm — termasuk tinggi untuk ukuran merpati.
Lehernya membesar dan melengkung seperti bulan sabit, menciptakan siluet yang sangat khas. Sayapnya agak memanjang, mirip dengan burung parkit atau cockatiel. Warna bulunya biasanya memiliki pola bintik-bintik yang menambah daya tarik visual.
Cropper sebenarnya memiliki banyak varian. Ada English Cropper yang lebih populer, Pouter yang lebih mudah dijinakkan dan dikenal dengan tingkah lucunya, Holle Cropper yang menyerupai merpati kipas tanpa ekor kipas, serta Valencia Cropper yang memiliki tembolok menggantung dan mengembang. Variasi yang begitu banyak membuat Cropper menjadi salah satu jenis merpati hias paling menarik untuk dipelajari.
Untuk yang penasaran dengan jenis merpati hias lain yang sudah populer di Indonesia, baca juga Jenis-jenis Burung Merpati Hias Populer di Indonesia. Atau kalau ingin tahu kelanjutan pembahasan jenis merpati hias lainnya, simak juga Jenis-Jenis Merpati Hias Bagian Lanjutan yang membahas Chinese Owl, Ghent Cropper, dan masih banyak lagi.
Memilih Merpati Hias yang Tepat
Memilih merpati hias tidak bisa sembarangan. Selain faktor keindahan visual, perhatikan juga kesehatan bulu, postur tubuh, dan temperamen burung. Merpati hias yang sehat memiliki bulu mengkilap dan rapat, mata cerah, serta aktif bergerak. Untuk panduan lebih lengkap soal memilih merpati yang berkualitas, bisa baca artikel tentang bulu mengkilap dan rapat serta titik raba per jenis merpati.
Masing-masing jenis merpati hias memiliki karakter dan kebutuhan perawatan yang berbeda. Jacobin membutuhkan perhatian khusus pada bulu kerahnya, Frillback butuh ruang yang cukup agar ikal bulunya tidak rusak, sementara Cropper perlu latihan postur agar temboloknya terbentuk dengan baik. Memahami karakter masing-masing jenis adalah kunci sukses dalam beternak merpati hias.
Komentar