Dunia merpati hias memiliki kekayaan varietas yang luar biasa. Dari sekian banyak jenis yang sudah kita kenal, ternyata masih ada deretan ras menawan lain yang layak dikenal oleh para penghobi. Pada artikel ini, kita akan mengulas enam ras merpati hias lanjutan yang masing-masing memiliki ciri khas tersendiri.

Chinese Owl

Chinese Owl atau merpati hias Cina owl adalah ras berbadan kecil dengan bulu yang sangat lebat dan menjuntai panjang. Keunikan utamanya terletak pada jambul lebar di bagian kepala yang menyerupai kerah, memberikan penampilan yang sangat elegan. Ras ini dikembangkan secara selektif oleh peternak Tiongkok dari keturunan Rock Pigeon (Columbia livia) melalui proses panjang yang melibatkan banyak generasi. Hasilnya adalah burung mungil dengan bulu berjumbai yang melimpah di seluruh tubuh, menciptakan siluet yang sangat berbeda dari merpati pada umumnya. Warna bulunya pun bervariasi, mulai dari putih bersih hingga kombinasi warna-warna cerah.

Ghent Cropper

Berbeda dengan Reversewing Pouter yang bertubuh tinggi, Ghent Cropper memiliki postur yang lebih montok dan kompak. Lehernya besar dan menggelembung tanpa jambul, dengan bulu di bagian kaki yang panjang dan berjumbai — sering disebut "bercelana." Badannya relatif tegak dengan warna bulu yang umumnya mirip dengan merpati lokal Indonesia. Pembiakan selektif selama bertahun-tahun telah menghasilkan varietas ini dengan proporsi tubuh yang khas dan menarik perhatian kolektor merpati hias di berbagai belahan dunia.

English Trumpeter

English Trumpeter termasuk salah satu ras merpati hias paling menarik karena kemampuan terbangnya yang istimewa. Bulu di kakinya panjang dan lebat, sementara kepalanya memiliki jambul melebar yang memberikan tampilan megah. Corak bulunya berupa bintik-bintik hitam dan putih yang kontras. Di Belanda, ras ini juga dikenal dengan nama Tuimelaar. Keunggulan utamanya bukan sekadar penampilan — English Trumpeter mampu terbang tinggi ke ketinggian tertentu lalu melakukan serangkaian gerakan salto atau jungkir balik saat turun. Kemampuan akrobatik inilah yang awalnya menjadikannya burung olahraga, sebelum akhirnya lebih populer sebagai burung hias. Untuk lebih mengenal merpati dengan kemampuan terbang istimewa, silakan baca juga tentang cara mengetahui kecerdasan burung merpati.

Reversewing Pouter

Reversewing Pouter memiliki postur tubuh yang tinggi dan anggun, dengan kaki panjang serta leher menjulang yang dihiasi tembolok menggelembung. Seperti Ghent Cropper, ras ini juga berasal dari keturunan Rock Pigeon dan dikembangkan melalui pembiakan selektif selama berabad-abad. Yang membedakannya adalah sayapnya yang terbalik ke belakang, menciptakan garis tubuh yang sangat eye-catching. Bentuk tubuhnya yang indah dan menawan membuat Reversewing Pouter menjadi salah satu ras merpati hias paling dicari oleh kolektor di Eropa dan Asia.

Old Dutch Capuchine

Old Dutch Capuchine memiliki penampilan yang sangat elegan berkat bulu di bagian lehernya yang melebar seperti jambul, mirip dengan kerah biarawan — dari sinilah nama "Capuchine" berasal. Kepala dan ekornya umumnya berwarna hitam atau putih, namun variasi warna lain juga bisa muncul dari hasil silangan. Ras ini juga merupakan hasil pembiakan selektif panjang yang berasal dari Rock Pigeon. Kerah leher yang lebar dan rapi menjadi ciri khas utama yang membedakannya dari ras merpati hias lainnya. Untuk info lebih lanjut tentang ragam jenis merpati lainnya, kunjungi juga artikel tentang hobi merpati yang bisa bernilai fantastis.

Carrier Pigeon

Carrier Pigeon, atau yang juga dikenal sebagai English Carrier, merupakan ras yang memiliki sejarah panjang sebagai burung pembawa pesan. Berasal dari Bazora (Persia), ras ini memiliki ciri fisik yang kuat — bulu dan badan yang keras, sangat cocok untuk terbang jarak jauh yang membutuhkan stamina di atas rata-rata. Pial pada paruhnya bisa membesar sebesar biji kemiri, dan lingkar matanya bisa melebar. Pertumbuhan pial ini baru berhenti setelah burung berusia sekitar 3 tahun. Tinggi badannya berkisar 45–48 cm dengan berat 500–650 gram. Warna bulunya bervariasi, mulai dari hitam, merah, kuning, putih, hingga beberapa individu berpita biru. Meskipun populeritasnya tidak setenar Racing Homer, Carrier Pigeon tetap memiliki tempat tersendiri di hati penghobi merpati. Para penghobi merpati balap bisa membaca panduan tentang breeding merpati balap dan tinggian untuk perbandingan.

Kesimpulan

Keenam ras merpati hias di atas menunjukkan betapa beragamnya dunia merpati yang bisa kita jelajahi. Dari Chinese Owl yang mungil dan berbulu lebat, hingga Carrier Pigeon yang gagah dan berstamina tinggi — masing-masing menawarkan pesona tersendiri. Bagi Anda yang tertarik untuk memulai hobi merpati hias, memahami karakteristik setiap ras adalah langkah awal yang penting sebelum memutuskan mana yang paling sesuai dengan selera dan kondisi pemeliharaan Anda.