Memilih merpati cerdas tidak bisa sembarangan. Banyak penghobi yang terjebak memilih berdasarkan warna bulu atau ukuran tubuh saja, padahal ada banyak indikator fisik yang lebih bisa diandalkan untuk memprediksi kualitas terbang dan kecerdasan burung. Berikut panduan lengkap 11 ciri yang bisa kamu perhatikan sebelum memutuskan membeli merpati.
1. Perhatikan Kondisi Mata
Mata adalah indikator pertama yang wajib dicek. Perhatikan pupil merpati — bulat hitam di tengah bola mata. Pupil yang bagus harus merespon cahaya matahari dengan cepat: mengecil tajam saat menghadap sinar matahari langsung, lalu kembali normal dengan cepat saat teduh. Jangan pilih merpati yang pupilnya lambat merespon atau hanya mengecil sedikit.
Selain itu, cari merpati yang memiliki lingkaran warna di sekitar biji mata (bisa hijau atau warna lain). Merpati unggul biasanya punya dua warna mata yang berbeda — misalnya kuning tua dengan kuning muda, atau merah muda dengan putih. Warna bagian tengah mata yang tampak lebih gelap dari warna luar juga menjadi pertanda baik. Untuk melihat detail ini, tempatkan merpati di area teduh agar perbedaan warna terlihat jelas.
2. Bentuk Kepala
Pilih merpati berkepala besar dengan batok kepala bagian depan lebih tinggi dari belakang. Banyak penghobi berpengalaman meyakini bahwa merpati berkepala besar memiliki otak yang lebih berkembang sehingga lebih pintar dalam membaca situasi saat terbang.
Sudut kemiringan pangkal hidung ke atas batok kepala juga penting. Idealnya 45 hingga 60 derajat — merpati dengan bentuk kepala seperti ini dinilai cerdas saat naik maupun turun dari ketinggian. Hindari merpati dengan sudut 90 derajat karena biasanya hanya bagus saat turun saja. Raut muka yang terlihat "galak" seperti rajawali juga menjadi pertanda merpati memiliki mental yang kuat.
3. Kualitas Bulu
Bulu merpati sehat akan berkilau saat terkena sinar matahari langsung. Namun jangan terlalu khawatir soal bulu basah atau kering — banyak merpati juara yang memiliki kondisi bulu seperti itu. Yang lebih penting, perhatikan ujung bulu lar (bulu terbang). Merpati cerdas umumnya memiliki ujung lar yang membulat, tidak lancip. Jika merpati punya empat lar terluar dengan selisih panjang mencolok dari lar lainnya, itu pertanda stabil saat terbang tinggi.
4. Postur Tubuh
Merpati berkualitas biasanya memiliki postur "njantung" — berbentuk menyerupai jantung pisang. Daging tubuhnya terasa enak dipegang dan lentur, memungkinkan manuver sekali jadi dari ketinggian saat digeber oleh betinanya. Saat dipegang, merpati yang berani terjun biasanya terasa lebih berat di bagian depan tubuh.
5. Tulang Supit Udang
Kerangka tulang yang kokoh bisa diraba dari tulang supit udang. Banyak merpati juara memiliki supit udang yang keras — ini menandakan tulang tubuh yang kuat dan kokoh. Jarak antar supit udang idealnya 1 hingga 2 cm. Merpati dengan jarak supit udang seperti ini cenderung punya kecepatan turun yang stabil. Hindari supit udang yang terlalu sempit, rapat, atau bengkok.
6. Bentuk Paruh dan Hidung
Paruh merpati cerdas idealnya panjang — ujung hidung ke ujung paruh sedikit lebih pendek dari jarak pangkal hidung ke batok kepala depan paling atas. Bentuk paruh runcing di ujung, tidak terlalu besar dan tidak terlalu panjang.
Hidung yang baik berukuran besar, panjang, dan menggembung. Untuk merpati tipe Prambon, hidung melekat ke paruh dengan warna kapur pekat dan garis-garis samar berwarna merah. Merpati tipe Jawa (Jawa sungut, Jawa deles) yang memiliki hidung kecil, menggembung, dengan pangkal hidung bawah menjorok ke belakang juga termasuk kategori unggul.
7. Leher dan Sayap
Pilih leher yang kuat, tegak, dan kencang. Panjang leher idealnya sedikit lebih pendek dari tulang dada. Saat memperhatikan sesuatu, leher merpati berkualitas akan mendongak ke atas dengan tegas.
Untuk sayap, pilih yang kuat dan lentur — tidak kaku. Bentuk boleh bervariasi: tebal bulat, pendek berotot, atau pipih lebar berotot. Bulu sayap harus tebal, kencang, tidak bergelombang, lebar, rapat satu sama lain, dengan ujung bulu runcing. Tulang bulu sayap harus besar, kuat, dan lentur di ujungnya. Saat dipegang, sayap merpati unggul akan mengkongkong — tidak rapat ke badan.
8. Bentuk Dada
Dari depan, dada merpati cerdas sebaiknya berbentuk huruf V. Merpati dengan dada V biasanya cepat turun dari arah mana pun. Hindari dada berbentuk huruf O atau datar. Tulang dada yang baik sedikit lebih panjang dari telunjuk orang dewasa.
Besarnya pinggang juga berpengaruh pada kestabilan terbang. Pinggang yang renggang dari badan membuat burung tidak punya keseimbangan yang baik — turun lambat, berbelok di tengah jalan, atau tidak ada rem. Pilih merpati dengan jarak pinggang dan badan yang rapat, baik pinggang besar maupun kecil. Merpati seperti ini biasanya turun cepat dan terkendali.
9. Ekor dan Kaki
Ekor yang bagus memiliki bulu rapat, tebal, dan panjang yang disesuaikan dengan pegangan dan kelenturan. Saat dipegang, bulu ekor merpati unggul akan tampak menyatu — ini menandakan pinggang kecil dan kecepatan turun yang tinggi. Jika bulu ekor melebar di ujung dan tidak mengumpul, itu pertanda pinggang besar dan turun dengan genjotan.
Kaki yang baik terlihat kering, mbesik, dan panjang. Ada juga yang bilang tanda kaki bagus adalah saat dipegang kakinya akan mendorong ke belakang sejajar dengan ekor.
10. Mental Tarung
Ini paling krusial. Semua ciri fisik di atas tidak akan bekerja maksimal tanpa didukung mental tarung yang baik. Banyak merpati yang sehat, giring maksimal, bentuk tubuh bagus, daging lentur, mata bagus — tapi tidak berani bermanuver dari ketinggian. Penyebab utamanya adalah mental tarung yang kurang. Merpati dengan mental tarung unggul umumnya sudah dimiliki oleh peternak besar untuk dibudidayakan.
11. Pantau Langsung di Lapangan
Cara paling akurat tetap memantau langsung saat burung terbang. Saat memilih merpati kolongan, prioritaskan yang stabil. Percuma memilih merpati dengan stut keras tapi tidak stabil — ia akan menjadi bulan-bulanan saat lomba. Pantau bagaimana ia naik, turun, dan bermanuver secara keseluruhan sebelum memutuskan.
Sumber: arenahewan.com
Komentar