Berawal dari kegemarannya terhadap merpati balap di awal tahun 1990-an, Om Heru akhirnya memutuskan untuk serius menekuni dunia penangkaran burung. Pada tahun 2000, ia mendirikan Arsenal Bird Farm di Kopo Mas Regency G-8, Bandung. Selain merpati pos, penangkaran ini juga membudidayakan merpati tinggian dan lovebird.
Koleksi indukan dalam jumlah besar
Arsenal Bird Farm tergolong besar. Untuk setiap jenis burung yang dikembangbiakkan, jumlah induknya masing-masing mampu mencapai lebih dari seratus pasang. Yang membuat penangkaran ini berbeda dari kebanyakan penangkar lain adalah penerapan sistem lepas. Om Heru memberi kebebasan bagi burung-burungnya untuk bergerak dan beraktivitas di lingkungan sekitar rumah.
Sistem lepas yang tetap terukur
"Pada dasarnya, burung tidak kita lepas begitu saja. Semuanya harus melalui tahap penjinakan dulu. Setelah jinak, mereka saya beri kebebasan untuk beraktivitas sesukanya," ujar Om Heru yang kini menjabat sebagai ketua POMSI (Persatuan Olahraga Merpati Seluruh Indonesia). Menurutnya, risiko burung terlepas sangat kecil. Kalau pun ada yang hilang, biasanya justru karena diterkam kucing.
Proses penjinakan dilakukan oleh para karyawan yang sudah dilatih khusus, dengan durasi minimal empat bulan. Setelah dianggap jinak barulah koloni burung dibiarkan berkeliaran selama sekitar satu jam, kemudian dipanggil kembali dengan peluit agar masuk ke kandang masing-masing.
Tips beternak ala Arsenal Bird Farm
Dalam pengelolaannya, Om Heru dibantu empat orang karyawan. Beberapa prinsip yang ia terapkan antara lain:
- Kandang selalu dijaga higienis dan dibersihkan setiap pagi serta sore.
- Semua induk diseleksi secara ketat agar kualitas keturunan tetap terjaga.
- Pencegahan penyakit menjadi prioritas, disertai penggunaan obat dan pakan racikan sendiri dengan merek Protamino.
- Air minum dibersihkan dan selalu dicek tingkat pH serta keasamannya.
Hasil breeding kemudian dipisah-pisahkan berdasarkan kualitas yang menentukan harga jual. Untuk urusan bisnis, sebagian besar produk Arsenal Bird Farm dipasarkan di seputar Pulau Jawa, sebagian kecil dikirim ke Sumatera dan Kalimantan.
Pesan untuk generasi muda
Kepada generasi muda yang ingin menjadi penangkar, Om Heru berpesan agar selalu telaten, sabar, dan berusaha sungguh-sungguh. Ia sendiri bahkan pernah melakukan studi banding tentang penangkaran dan suasana lomba merpati balap ke Taipei, ibu kota Taiwan. Dengan harga burung minimal Rp 1 juta per ekor, omzet penjualan Arsenal Bird Farm bisa menembus Rp 50 juta per bulan.
Ingin tahu lebih banyak soal peluang usaha di dunia burung? Baca artikel kami tentang potensi bisnis burung merpati dan kendalanya. Kalau Anda tertarik dengan merpati jenis tinggi, simak panduan memilih burung dara atau merpati tinggian kolong yang bagus.
Komentar