Memilih burung dara atau merpati tinggian kolong yang bagus adalah langkah pertama untuk mendapatkan unggas berkualitas yang siap berlaga. Semua penghobi tentu menginginkan burung yang berprestasi dan mampu menjadi juara di arena. Pemilihan bisa dilakukan lewat beberapa pendekatan: mengamati fisik dan katuranggan secara langsung, menelusuri trah atau keturunan, hingga membeli burung yang sudah terbukti juara (tentu dengan harga yang tidak murah).
Berikut ini panduan memilih merpati tinggian dan kolong dengan memperhatikan ciri fisik serta katuranggan. Meski idealnya dilakukan sambil memegang burung secara langsung, penjelasan ini bisa jadi gambaran awal saat Anda memilih di lapak.
Faktor Trah dan Keturunan
Trah, gen, dan garis keturunan juara adalah hal yang paling diperhatikan para penghobi. Burung yang bagus umumnya berpotensi menurunkan anakan yang bagus pula. Cara menelusurinya adalah dengan bertanya langsung kepada penangkar mengenai jalur keturunan burung. Burung bertrah juara biasanya lebih mahal karena kualitas fisik dan mentalnya berbeda. Meski begitu, burung pasar tetap bisa bagus dan juara asalkan kita pandai memilih.
Faktor Katuranggan
Katuranggan adalah ilmu tentang bentuk fisik atau anatomi burung. Merpati yang bagus umumnya ditandai bentuk tubuh tertentu, mulai dari ujung kepala sampai ujung kaki. Berikut ciri fisik yang bisa dijadikan patokan saat memilih.
Bentuk Pegangan dan Body
- Pegangan ngejantung, yaitu burung seperti jantung pisang dengan pinggang berisi dan membulat.
- Serat daging kenyal, tidak kaku; empuk kenyal cocok untuk jarak jauh, keras kenyal untuk terbangan 1-2 km.
- Pegangan ngapas, terasa empuk seperti kapas karena bulunya tebal dan halus.
- Pinggang berisi, tidak tepos.
Bentuk Kepala
- Ukuran kepala proporsional, tidak terlalu besar atau kecil.
- Sedikit jenong bulat dengan sudut sekitar 45-60 derajat, agar enak turun dari segala arah; burung dengan kepala seperti ini biasanya lebih cepat hafal lapangan.
Bentuk Mata
- Posisi mata sebagian besar di atas garis paruh.
- Mata bersih, bening, tidak kotor; warna bebas mengikuti selera.
- Pupil aktif dan responsif terhadap cahaya, mengecil saat terkena matahari atau saat bekur.
- Mata aktif mengikuti gerakan.
Bentuk Paruh dan Hidung
- Bentuk paruh merit atau ujungnya runcing, ukurannya proporsional dengan kepala.
- Paruh pendek dan tebal.
- Hidung berukuran sedang; hidung yang terlalu kecil biasanya kurang cerdas karena hidung berperan dalam navigasi.
Bentuk Sayap
- Sayap tidak lebih panjang dari ekor.
- Otot sayap tebal dan kenyal, tulang tidak terlalu menonjol.
- Saat santai, sayap tertutup rapi, tidak terus membuka.
Bentuk Bulu, Tulangan, dan Dada
- Lidi bulu membulat tebal di pangkal, menipis ke atas, dan lentur; bulu tebal menutup rapi dan halus.
- Tulangan keras cocok untuk tembak keras namun rawan cedera; tulangan sedang lebih lincah dan tidak cepat lelah.
- Dada besar membulat dengan otot kenyal padat; bila terlihat belahan dada lebih bagus, dan jika dilihat dari depan menyerupai segitiga.
Bentuk Sapit Udang, Ekor, dan Kaki
- Sapit udang keras, runcing, dengan jarak sekitar 0,5 cm.
- Ujung ekor rata, tidak membulat; ekor menyatu jadi satu bulu saat dipegang dan cenderung turun ke bawah.
- Kaki terlihat kering seperti bersisik, kokoh, dan menekuk ke belakang saat dipegang.
Katuranggan memang banyak dipengaruhi selera masing-masing penghobi. Namun untuk standar dasar, merpati dengan body pegangan jantung, burung ngapas, posisi buntut jatuh ke bawah, ujung buntut rata, dan buntut lebih panjang dari ujung sayap sudah cukup untuk kolongan. Tahap berikutnya tinggal memilih trahnya. Sebagai pelengkap, baca juga tips memilih merpati tinggian yang bagus dan prospek serta cara memilih merpati balap dan tinggian yang berkualitas.
Komentar