Giringan A dan giringan B adalah dua istilah yang sering muncul di kalangan pecinta merpati, terutama saat main di lapak. Bagi pemula, dua istilah ini kerap membingungkan. Padahal maknanya sederhana: keduanya hanya cara untuk membedakan waktu giring pada permainan merpati.
Dalam pemeliharaan dan latihan, istilah ini dipakai untuk memudahkan penggolongan. Pada artikel ini kita akan mengulas arti giringan A dan giringan B, serta bagaimana keduanya saling berkaitan dengan siklus giring burung.
Apa Itu Giringan A?
Giringan A merupakan giringan utama pada sebuah lapak atau tempat main burung. Isinya biasanya burung-burung yang sudah mapan, dewasa, dan jarak lepasannya sudah mentok. Giringan A umumnya berlangsung pada minggu pertama setiap bulan, meski setiap daerah bisa berbeda tergantung kebiasaan lapak setempat.
Apa Itu Giringan B?
Giringan B adalah waktu giring kedua setelah giringan A. Unggas yang dimainkan di sini biasanya burung bahan, piyik latih, atau burung mapan yang belum mampu bersaing di giringan A. Karena siklus giring merpati berjalan tiap minggu, giringan B menjadi kesempatan bagi burung bahan untuk bermain sambil menunggu burung giringan A beristirahat. Giringan B umumnya jatuh pada minggu kedua setiap bulan, dengan penyesuaian di tiap tempat.
Naik dan Turun Giringan
Selain mengenal dua istilah ini, kita juga bisa menaikkan atau menurunkan giringan burung. Misalnya, piyik yang sudah mapan dan stabil di giringan B bisa dipindahkan naik ke giringan A untuk bersaing dengan lawan yang lebih berat. Sebaliknya, burung yang dinilai kurang mampu bersaing di giringan A bisa diturunkan agar melawan lawan yang lebih seimbang.
Keseluruhan istilah ini hanyalah pembeda waktu giring, mengingat siklus giring biasanya berjalan dua kali dalam sebulan. Sebelum memulai latihan, ada baiknya juga memahami cara melatih merpati agar kembali ke kandang dan kapan burung sebaiknya diberi istirahat agar performanya tetap terjaga.
Komentar