Merpati kipas atau fantail adalah salah satu merpati hias yang paling mudah dikenali: ekornya yang melebar dan berdiri seperti kipas terbuka membuatnya berbeda dari jenis merpati lain. Postur ini pula yang membuat banyak penghobi menjadikannya peliharaan sekaligus peluang usaha, karena harga jual merpati kipas yang tergolong tinggi.
Kabar baiknya, cara budidaya merpati kipas tidak jauh berbeda dengan memelihara merpati balap atau merpati pos. Yang perlu disesuaikan justru kandangnya: bentuk tubuh dan ekor merpati kipas menuntut ukuran serta model kandang tersendiri supaya burung tidak melukai ekornya sendiri.

Foto: arenahewan.com
Berikut panduan lengkap 15 langkah budidaya merpati kipas untuk pemula, mulai dari memilih kandang sampai mencegah penyakit.
1. Memilih Sistem Kandang
Ada tiga sistem kandang yang biasa dipakai penangkar merpati hias, dan masing-masing punya kelebihan serta kekurangan:
- Kandang baterai — kandang khusus untuk satu pasang burung dengan ukuran minimal panjang 90 cm, lebar 50 cm, dan tinggi 50 cm. Keunggulannya: hemat tempat karena bisa disusun bertingkat, pengontrolan lebih mudah saat ada burung sakit, pasangan tidak mudah "selingkuh", dan tidak bertengkar dengan pasangan lain.
- Kandang koloni — satu kandang besar yang menampung banyak merpati hias sekaligus. Sistem ini paling efisien dari sisi waktu dan tenaga perawatan.
- Kandang umbaran — merpati dilepas di alam terbuka. Paling hemat pakan dan tenaga, tetapi kontrol terhadap kesehatan serta perkawinan jadi lebih longgar.
Bagi pemula yang ingin fokus pada produksi anakan, kandang baterai biasanya jadi pilihan paling aman. Kalau baru memulai dari nol, lihat juga gambaran aneka jenis merpati hias yang cantik dan mengesankan agar tidak salah menentukan target budidaya.
2. Pakan Utama
Pakan dasar merpati kipas sebenarnya sederhana: jagung. Namun untuk memenuhi kebutuhan nutrisi, pertumbuhan, dan produksi telur, pakan perlu divariasikan. Beberapa bahan yang lazim diberikan antara lain:
- Beras merah
- Kacang hijau
- Pur atau konsentrat berbentuk biji
- Milet putih
- Jagung pecah
Komposisi yang paling praktis adalah perbandingan 1:1 untuk semua jenis pakan, sehingga kebutuhan nutrisi semua golongan umur burung tetap terpenuhi.
3. Pakan Penunjang
Selain pakan utama, merpati hias juga butuh pakan penunjang berupa sayur dan buah. Wortel yang dihaluskan, kangkung, selada, dan bayam bisa diberikan sebagai sumber vitamin. Kecambah dan pepaya juga bagus untuk melancarkan pencernaan.
Jangan lupa menyediakan kerikil kecil di kandang. Selain membantu menghancurkan pakan kasar di dalam perut, kerikil juga menjadi asupan mineral tambahan bagi burung.
4. Wadah Pakan Anti Tumpah
Gunakan wadah pakan anti tumpah yang dijual di toko pakan ternak. Wadah jenis ini mencegah pakan berhamburan dan diacak-acak burung, sehingga pakan tidak banyak terbuang, kandang tetap bersih, dan tampilan kandang lebih rapi.
5. Wadah Air Minum
Wadah minum bisa memakai tempat air minum biasa seperti yang dipakai untuk ayam. Yang terpenting, air harus diganti setiap hari supaya tetap bersih dan tidak terkontaminasi kuman maupun bakteri.
6. Frekuensi Pemberian Minum
Air minum cukup diberikan dua kali sehari. Pastikan airnya bersih dan bebas bahan kimia, karena air yang tercemar menjadi salah satu pintu masuk penyakit pada merpati kipas.
7. Tarangan untuk Angrem
Tarangan atau tempat bertelur wajib disiapkan sebelum induk mulai bertelur. Pilih wadah yang tidak mudah bergeser, sebab kestabilan wadah berpengaruh pada hasil tetasan sekaligus menjaga suhu telur dan piyik setelah menetas.
8. Proses Bertelur dan Mengeram
Merpati kipas umumnya kawin setelah sarang terbentuk. Induk akan mencari jerami dan dedaunan kering untuk menyusun sarangnya. Jumlah telur biasanya satu sampai dua butir, dan menetas sekitar 18 hari kemudian.
Selama masa pengeraman, letakkan pakan di dekat kandang agar induk tidak perlu meninggalkan sarang terlalu lama dan tetap fokus mengerami telurnya. Kalau ingin tahu tanda-tanda induk siap bertelur, pelajari juga cara menjodohkan merpati agar cepat giring dan produktif.
9. Menyiapkan Spet untuk Lolohan
Spet atau alat suntik tanpa jarum sebaiknya selalu tersedia di kandang. Fungsinya membantu meloloh piyik yang butuh bantuan makan, dan menambah pakan pada merpati kipas dewasa yang sedang sakit serta tidak mau makan sendiri.
10. Perawatan Anakan
Anakan yang baru menetas mendapat makanan langsung dari induknya, sehingga induk jantan maupun betina perlu asupan tambahan. Masa ini berlangsung sekitar 6 sampai 7 minggu.
Campuran nutrisi tambahan untuk induk bisa dibuat dari bahan berikut:
- Gandum 34%
- Beras 2%
- Kacang tanah 5%
- Milet 9%
- Jagung 50%
- Ditambah Birdvit dan BirdMineral
Semua bahan dicampur dan dihaluskan menjadi bubur, lalu diberikan tiga sampai empat kali sehari sampai anakan berumur satu bulan. Setelah anakan bisa makan sendiri, pemberian cukup dua kali sehari dan kadar air dikurangi bertahap hingga anakan sanggup makan pakan kering.
11. Mempercepat Produksi Indukan
Agar indukan cepat kembali berproduksi, pengasuhan anakan bisa dibantu manusia. Peralihan pengasuhan dilakukan saat anakan berumur 15 sampai 30 hari, lalu dilanjutkan manusia hingga anakan berumur satu bulan. Dengan begitu induk segera siap memasuki siklus berikutnya.
12. Kandang Isolasi
Kandang isolasi harus tersedia sejak awal. Burung yang menunjukkan gejala sakit dipindahkan secepat mungkin ke kandang ini supaya tidak menular ke penghuni kandang utama.
Letakkan kandang isolasi agak jauh dari kandang utama, lalu tambahkan kerodong kain atau plastik agar tubuh burung tetap hangat. Untuk mempercepat pemulihan, berikan obat sesuai kebutuhan dan lampu penerangan 15 watt sebagai penghangat.
13. Kebersihan Kandang
Kesehatan merpati hias sangat bergantung pada kebersihan kandangnya. Beberapa langkah rutin yang perlu dijalankan:
- Bersihkan kandang sekali seminggu dari kotoran, sisa pakan, dan bulu rontok agar bakteri tidak berkembang biak.
- Semprot kandang dengan desinfektan sekali seminggu. Desinfektan juga bisa disemprotkan ke tubuh burung.
- Posisikan kandang agar mendapat sinar matahari langsung pada pagi hari, namun tidak terkena angin pada malam hari.
- Tambahkan lampu pada malam hari supaya burung tetap bisa minum, meloloh, dan kawin.
14. Vitamin dan Suplemen
Merpati kipas tergolong burung yang kuat, tetapi pemberian vitamin tetap dianjurkan, salah satunya minyak ikan. Manfaatnya antara lain:
- Mempercepat pertumbuhan piyik merpati kipas.
- Meningkatkan sistem kekebalan tubuh.
- Membuat warna bulu lebih tajam.
- Melancarkan produksi indukan.
- Mempercepat pemulihan burung yang sakit.
- Menjaga vitalitas dan stamina.
Untuk melengkapi kebutuhan nutrisinya, pelajari juga 8 cara sukses ternak burung merpati yang menguntungkan.
15. Penanganan dan Pencegahan Penyakit
Empat penyakit yang paling sering menyerang merpati kipas adalah berak ijo, kutil, tetelo, dan cacingan.
- Berak ijo — penyakit pencernaan akibat bakteri, ditandai kotoran hijau pekat, encer, dan bercak putih. Bisa berujung kematian. Penyebabnya kandang kotor dan lembab, pakan atau minuman yang tidak bersih, serta penularan dari luar kandang. Pencegahan: rutin menyemprot kandang dengan desinfektan, menjaga kebersihan pakan dan air minum, serta mengarantina burung yang baru didatangkan.
- Kutil — gangguan kulit akibat jamur parasit. Tidak berbahaya, tetapi menurunkan penampilan burung. Pencegahan: semprot kandang dan burung dengan desinfektan, jaga kandang tetap tidak lembab, dan jemur merpati secara berkala.
- Tetelo — penyakit unggas dengan gejala lesu dan kepala miring sampai tidak mampu menahan kepalanya. Tetelo tidak bisa diobati, jadi pencegahan lewat vaksin ND setiap dua bulan sekali adalah langkah utama. Konsultasikan dengan dokter hewan bila muncul gejala.
- Cacingan — menyerang saluran pencernaan dan mengganggu penyerapan nutrisi sehingga burung tampak kurus. Pencegahan: berikan obat cacing secara teratur setiap dua bulan.
Satu hal yang sering dilewatkan pemula: beri tanda identitas pada burung, misalnya lewat cara memasang ring pada kaki merpati, supaya silsilah dan asal-usul anakan mudah dilacak saat dijual.
Penutup
Budidaya merpati kipas sebetulnya menuntut kedisiplinan pada hal-hal dasar: kandang yang sesuai, pakan bergizi seimbang, air bersih, dan kebersihan kandang yang terjaga. Kalau empat hal itu konsisten dijalankan, produksi anakan akan stabil dan nilai jual merpati kipas tetap tinggi.
Sumber: arenahewan.com
Komentar