Indonesia mungkin bukan negara pertama yang terpikirkan saat membahas balap merpati, tapi siapa sangka hobi ini begitu menggila di Tanah Air. Bahkan di tengah ancaman flu burung yang pernah merenggut banyak nyawa, semangat para penghobi balap merpati justru semakin membara. Harga seekor merpati balap juara bisa menembus angka ratusan juta rupiah — bayangkan, ada burung yang harganya setara mobil mewah!

Surabaya: Surga Merpati Balap

Surabaya dikenal luas sebagai salah satu pusat peternakan merpati balap terbesar di Jawa Timur. Selain Surabaya, kota-kota seperti Klaten, Solo, Madiun, Tuban, dan Gresik juga memiliki komunitas penghobi yang tak kalah bergairah. Di kalangan penghobi, menjamurnya klub merpati balap bukan sekadar tren — melainkan kebutuhan agar aturan pertandingan bisa berjalan adil dan terstruktur.

Menurut para penghobi, balap merpati itu sangat fair play karena setiap burung terlihat jelas bertanding satu lawan satu. Tidak ada kecurangan yang bisa disembunyikan, dan penonton bisa menyaksikan setiap detik pertandingan dengan jelas.

Dua Kategori Utama: Sprint dan Tinggian

Dalam dunia balap merpati, ada dua kategori utama yang kerap dipertandingkan. Yang pertama adalah balap sprint atau dasaran, dan yang kedua adalah tinggian — atau yang akrab disebut "dhuwuran" oleh penghobi asal Surabaya. Turnamen besar biasanya diselenggarakan selama tiga hari berturut-turut, umumnya dari Jumat hingga Minggu.

Hari pertama biasanya diisi kelas sprint 500 meter dengan beberapa seri. Seri paling bergengsi adalah "perang bintang" — kumpulan merpati super yang saling beradu kecepatan. Saat burungmu menang di seri ini, para penghobi mulai melirik, tapi tak ada yang berani menawar. Mereka hanya bisa memandang dari kejauhan.

Harga Merpati Juara: Melebihi Harga Mobil

Hari kedua membawa seri galatama 1.000 meter. Lagi-lagi, perang bintang menjadi partai paling ditunggu. Jika merpati yang sudah juara di hari pertama kembali menang, harganya langsung meroket. Dan jika pada hari ketiga ia kembali tak terkalahkan, harganya dipastikan sudah melebihi harga sebuah mobil baru. Para penghobi bilang, "Harga di atas seratus juta pasti sudah di tangan."

Fenomena ini menunjukkan bahwa balap merpati bukan sekadar hobi — ia sudah menjadi investasi serius bagi sebagian orang. Burung yang memiliki kombinasi keturunan unggul, mental juara, dan kondisi fisik prima menjadi aset berharga yang terus dicari.

Menangkarkan Merpati Balap: Susah-Susah Gampang

Memelihara dan menangkarkan merpati balap memang tidak mudah. Selain menekuni hobi, seorang penghobi harus benar-benar memahami seluk-beluk unggas yang mampu terbang hingga 800 kilometer dengan kecepatan maksimal 72 km/jam ini.

Faktor keturunan menjadi kunci utama. Merpati balap berkualitas biasanya lahir dari induk yang juga berprestasi. Selain garis keturunan, mental burung sangat menentukan hasil pertandingan — sama pentingnya dengan kondisi fisik dan kualitas bulunya. Sebuah merpati mungkin memiliki tubuh ideal, tapi tanpa mental juara, ia akan kalah di lintasan.

Perawatan Harus Telaten

Perawatan merpati balap menuntut ketelatenan tinggi. Pakan utama berupa jagung, sesekali dilengkapi kacang hijau atau beras merah untuk variasi nutrisi. Sebagai tambahan, merpati adu biasanya mendapat suplemen dan jamu secara rutin, minimal seminggu sekali.

Kebersihan kandang juga tak boleh diabaikan. Kotoran merpati bisa menjadi bibit penyakit yang berbahaya, apalagi di tengah ancaman virus flu burung. Kandang harus disemprot disinfektan secara rutin untuk menjaga kesehatan seluruh penghuni. Tanpa perawatan yang konsisten, investasi ratusan juta pada merpati juara bisa lenyap seketika.

Sumber: omkicau.com