Memilih merpati balap yang berkualitas bukan sekadar soal insting. Bagi pemula, ada panduan praktis yang bisa dijadikan acuan saat sedang hunting di pasar burung maupun langsung ke peternak. Salah satu referensi yang banyak dipakai kalangan merpati mania adalah panduan 7 poin katuranggan dari Tabloid Agrobis Burung.
Panduan ini membantu mengidentifikasi potensi merpati balap melalui pengamatan fisik sederhana. Meski tidak sepenuhnya menjamin kemenangan, pemahaman tentang katuranggan setidaknya memberi gambaran awal tentang kualitas burung yang akan dipilih.
1. Kondisi Bulu Harus Prima
Bulu merupakan komponen utama penentu kecepatan terbang. Bukan hanya bulu sayap dan ekor, tetapi semua bulu termasuk dada dan perut ikut berperan. Pastikan seluruh bulu tebal, mengkilap, dan memiliki lapisan minyak yang cukup. Lapisan minyak ini menjaga suhu tubuh tetap stabil, mencegah bulu mudah basah, serta membuat bulu kedap udara.
Sayap harus rapat dan tebal, dengan ujung bulu yang panjang hingga mendekati ujung ekor. Sementara itu, bulu ekor harus rapi membentuk satu kesatuan seperti angka 1 atau huruf "I", serta rata atau flat saat dikembangkan. Jangan memilih merpati yang bulu ekornya cembung saat melebar karena akan mengganggu aerodinamika saat terbang.
2. Mata Bening dan Responsif
Pilihlah merpati dengan mata bening dan bersih. Pelupuk mata harus merah, tidak pucat, sebagai tanda burung dalam kondisi sehat. Hindari merpati yang matanya melotot keluar dari pelupuk.
Bola mata idealnya memiliki tiga lingkaran warna, yang menandakan mental tangguh dan pantang menyerah. Selain itu, pupil mata harus mampu merespons sinar dengan cepat, mencerminkan bahwa refleks, saraf, dan organ dalam burung berfungsi baik.
3. Bentuk Tubuh Proporsional
Hindari merpati dengan bobot badan berlebih atau kegemukan karena akan mengurangi kecepatan terbang. Otot harus kering dan daging terasa lentur. Dada besar membusung ke depan dan bawah, sehingga titik berat burung berada di depan dada — kemampuan ini memungkinkan merpati "membelah" angin saat menukik.
Pundak harus rapat di samping kiri-kanan dada, tidak terbuka. Pinggang ramping tapi bukan tipis, karena mencerminkan kekuatan ginjal dan power besar seperti pelari sprint. Pegangan pinggang harus proporsional dengan bentuk tubuh masing-masing burung.
4. Tulang Supit Ideal
Jarak antara kedua tulang supit jangan terlalu rapat maupun terlalu renggang. Pastikan supitnya tidak putus atau patah. Ketebalan tulang supit juga penting karena berkaitan dengan kekuatan tulang burung secara keseluruhan.
5. Paruh Tipis dan Kering
Banyak merpati mania berpengalaman lebih memilih burung dengan paruh tipis di bagian depan yang sedikit menurun, mirip paruh elang. Paruh yang kering atau sedikit retak juga menjadi indikator baik.
6. Lubang Hidung Sesuai Paruh
Bentuk lubang hidung atau nares harus sesuai dengan bentuk paruh. Paruh kecil atau tipis biasanya identik dengan lubang hidung yang tidak terlalu besar.
7. Kaki Panjang dan Kuku Keras
Kaki merpati harus panjang dan ngelonjor lurus ke belakang saat dipegang. Ciri ini mencerminkan kemampuan mendarat secara sempurna. Kukunya tebal dan kering karena juga mencerminkan kondisi tulang burung secara keseluruhan.
Semoga panduan ini bermanfaat bagi para pemula yang sedang mencari merpati balap prospektif. Ingat, katuranggan h salah satu faktor — perawatan harian yang konsisten dan pelatihan fisik yang tepat juga menentukan prestasi di lapangan.
Sumber: Tabloid Agrobis Burung No 767 | Minggu III Februari 2015
Komentar