Dunia merpati hias di Indonesia kian beragam. Dari jenis lokal yang sudah mengakar dalam tradisi perburungan nusantara hingga ras import yang dibawa dari Eropa dan Amerika, masing-masing punya keunikan tersendiri. Artikel ini mengulas beberapa jenis merpati hias yang paling populer dikalangan penghobi Indonesia saat ini.

Racing Homer

Racing Homer atau merpati pos merupakan nenek moyang dari banyak ras merpati modern. Asal-usulnya dari burung liar Columbia livia yang sudah dijinakkan dan dikembangbiakkan selama ratusan tahun. Di Belgia dan Inggris, ras ini menjadi fondasi kompetisi merpati pos yang sangat prestis. Tubuhnya atletis, sayap panjang dan kuat, dirancang untuk kecepatan terbang jarak jauh. Faktor warna dan bentuk tubuh menjadi prioritas kedua — yang utama adalah kemampuan pulang ke kandang secepat mungkin.

Dari Racing Homer kemudian muncul beberapa sub-jenis yang dikembangkan untuk tujuan berbeda:

  • Exhibition Homer — dikembangkan sejak awal abad ke-20 sebagai burung pameran. Postur tubuhnya lebih dramatis dan ekspresif dibanding Racing Homer.
  • German Beauty Homer — ras Jerman yang muncul sekitar tahun 1907. Mirip Racing Homer namun lebih ramping dan anggun.
  • Giant Homer — dikembangkan di Amerika Serikat untuk menghasilkan turunan berbadan besar. Selain diternakkan untuk pameran, Giant Homer juga dimanfaatkan sebagai burung konsumsi.

Tumbler

Orang Belanda menyebutnya Tumelaar. Keistimewaan utama Tumbler adalah kemampuannya melakukan salto atau jungkir balik di udara saat terbang dari ketinggian tertentu. Dulunya ini adalah burung olahraga, namun kini banyak dipelihara sebagai burung pameran.

Beberapa varian Tumbler yang populer antara lain:

  • English Shortfaced Tumbler — berukuran kecil, padat, dengan leher jenjang mungil dan dada kokoh. Ciri khasnya adalah ujung sayap yang menggantung lebih rendah dari ekor saat berdiri. Wajahnya menonjol ke depan dengan paruh pendek. Jika dipelihara untuk pameran, kemampuan terbang tingginya perlahan hilang.
  • Birmingham Roller — dikembangkan di Birmingham, Inggris. Mampu melakukan salto ke belakang dan berputar dengan kecepatan tinggi dari ketinggian cukup tinggi hingga rendah. Kompetisi Birmingham Roller bahkan sudah distandarisasi penilaiannya.
  • Flying Tippler — dikembangkan dari Flying Tumbler, terkenal karena daya tahan terbangnya yang luar biasa. Yang terbaik bisa terbang terus-menerus selama 20 jam nonstop.
  • Parlour Tumbler atau Ground Tumbler — burung ini melompat ke udara dan melakukan satu atau dua kali salto ke belakang lalu mendarat kembali di posisi semula.

Cumulet

Cumulet adalah ras Tumbler dari Perancis yang dikenal mampu terbang tinggi. Burung ini merupakan salah satu nenek moyang dari Racing Homer. Tubuhnya berukuran sedang namun serasi — dada bidang, sayap panjang dan kokoh, kaki agak pendek. Warna bulu umumnya putih, ada juga yang memiliki bintik-bintik merah di kepala atau leher. Meskipun popularitasnya tidak setinggi ras lain, Cumulet tetap memiliki tempat tersendiri di kalangan kolektor merpati hias.

Flight

Flight merupakan ras yang dikembangkan di Amerika Serikat. Dari kelompok ini muncul Domestic Flight — burung berbadan sedang namun mampu terbang tinggi. Paruhnya tampak memanjang, kepala ramping, dan sebagian berjambul. Yang menarik, mata Domestic Flight memiliki lingkaran putih dengan selaput mata berwarna cerah — konon ini adalah rahasia kemampuan penglihatan jarak jauhnya saat terbang di ketinggian.

Selain Domestic Flight ada juga Show Flight yang postur tubuhnya lebih gemuk dan kepalanya lebih besar. Kedua varian ini populer diternakkan karena kemampuan terbang tinggi sekaligus keindahan yang memukau saat dipamerkan. Warna yang umum ditemui adalah hitam, kuning, merah, dan abu-abu kecokelatan.

Memilih Merpati Hias yang Tepat

Bagi pemula yang tertarik memelihara merpati hias, pilihan ras harus disesuaikan dengan tujuan pemeliharaan. Jika ingin menikmati keindahan visual saat pameran, Exhibition Homer atau English Shortfaced Tumbler bisa jadi pilihan utama. Untuk yang suka atraksi terbang, Birmingham Roller atau Flying Tippler menawarkan tontonan yang memukau. Sementara bagi kolektor yang menghargai kombinasi fungsi dan estetika, Cumulet atau Flight layak dipertimbangkan.

Penting juga untuk memperhatikan ketersediaan pakan, kandang yang memadai, serta pengetahuan dasar tentang perawatan sebelum memutuskan memelihara. Merpati hias membutuhkan perhatian ekstra dibanding merpati balap biasa, terutama dalam hal kebersihan bulu dan asupan nutrisi.