Merpati memang terkenal mudah dikenali secara umum: badan gemuk, leher panjang, dan gerakannya yang tenang. Namun untuk menilai kualitasnya — terutama kalau nanti mau dipakai balap, kolong, atau diternakkan — dibutuhkan pengamatan yang lebih teliti. Banyak pemula salah pilih karena hanya melihat warna bulu, padahal kualitas burung terbaca dari detail bentuk kepala, mata, sayap, sampai kebiasaannya sehari-hari.

Artikel ini merangkum 18 ciri burung merpati yang bisa kamu jadikan pegangan saat memilih burung di lapak atau kandang penangkaran. Untuk panduan perawatan lanjutan, kamu juga bisa membaca cara merawat dan memelihara burung merpati serta kenalan dengan jenis-jenis burung merpati yang populer di Indonesia.

1. Kepala Berbatok

Bentuk kepala adalah penanda kualitas pertama. Merpati berkualitas punya batok kepala yang jelas, dengan kemiringan antara batok depan dan pangkal hidung sekitar 45 sampai 60 derajat. Kemiringan ini menandakan kelincahan burung saat turun — bisa menukik cepat dari arah mana pun. Kalau sudutnya terlalu lebar, kecepatan turunnya cenderung berkurang.

2. Paruh Kecil dan Meruncing

Paruh ideal berukuran kecil, tidak terlalu besar, dan ujungnya runcing. Perhatikan juga jarak antara ujung paruh dengan kepala — semakin rapat, semakin baik. Paruh yang besar dan lebar biasanya menandakan burung dengan daya jelajah yang kurang efisien.

3. Mata Berbentuk Bundar

Bola mata merpati berbentuk bundar sempurna — mirip satu sisi bola sepak yang dibelah dua. Bentuk ini bisa dilihat langsung dengan mata telanjang tanpa alat bantu.

4. Mata Berwarna Dua

Berbeda dengan burung yang matanya satu warna pekat, merpati umumnya punya perpaduan warna antara pupil dan kornea: kuning tua dengan kuning muda, merah tua dengan hijau tua, merah muda dengan putih, hitam dengan kuning, dan lain sebagainya. Kalau kesulitan membedakan warnanya, lihatlah di tempat teduh — warna mata lebih jelas tanpa silau matahari langsung.

5. Ada Cincin di Sekitar Pupil

Di sekitar biji mata biasanya terdapat lingkaran kecil yang seolah menempel pada sisi pupil. Sekitar seperempat dari keliling cincin itu berada di bagian bawah depan mata. Keberadaan cincin ini termasuk ciri yang dicari pemain lama saat menyeleksi burung.

6. Leher Relatif Panjang dan Kuat

Leher merpati terlihat lebih panjang dibanding kebanyakan burung lain. Leher yang panjang tapi tidak berlebihan, kencang, dan tegak memudahkan burung melihat arah terbang serta mengambil keputusan manuver singkat — berbelok atau turun dengan cepat. Leher lemah membuat burung sulit bermanuver, apalagi kalau latihan dan asupan makannya kurang.

7. Sayap Relatif Besar

Badan merpati tergolong besar, sehingga sayapnya pun mengikuti: lebar dan luas. Ukuran sayap yang besar memungkinkan terbang lebih optimal dibanding burung seukuran lain.

8. Bulu Sayap Tebal dan Banyak

Bulu pada sayap jumlahnya lumayan banyak dan tebal. Bulu ini berfungsi menopang kenyamanan terbang — burung dengan bulu sayap tipis biasanya lebih cepat lelah.

9. Sayap Relatif Panjang

Selain besar, sayap merpati juga relatif panjang mengikuti ukuran badannya. Kombinasi lebar dan panjang inilah yang membuat merpati mampu menempuh jarak jauh, termasuk untuk jenis pos dan balap.

10. Bentuk Hidung yang Beragam

Hidung merpati berada di atas paruh dan di bawah mata, tapi bentuknya sangat bervariasi — dan tiap bentuk membawa penanda tersendiri:

  • Hidung besar, panjang, menggembung dengan warna kapur pekat dan pangkal bawah menjorok ke belakang.
  • Hidung besar, panjang, tapi trepes (melekat ke paruh) dengan kapur pekat dan garis samar kemerahan yang sejajar di seluruh hidung.
  • Hidung kecil tapi menggembung, berwarna kapur pekat dengan pangkal bawah menjorok ke belakang.
  • Hidung kecil menggembung dengan pangkal lurus — bentuk ini disebut tidak butuh jarak jauh untuk bisa terbang tinggi.

11. Dada di Bawah Leher dengan Beragam Bentuk

Dada merpati umumnya berbentuk seperti huruf V, huruf O, atau elip mendatar. Bentuk dada memengaruhi kecepatan terbang. Banyak pemain mencari merpati berdada V karena bisa turun cepat dari arah mana pun — sangat potensial sebagai merpati balap.

12. Tulang Dada Terasa Jelas

Tulang dada merpati bisa dilihat atau diraba di sekitar dadanya. Beberapa bentuk yang perlu dikenali:

  • Sebesar jari telunjuk orang dewasa.
  • Lebih besar dari jari telunjuk.
  • Lebih kecil dari jari telunjuk.
  • Berbentuk seperti tanda centang — biasanya burung ini terjun atau terbang cepat dari arah mana pun.
  • Berbentuk seperti perahu yang menojol.

Ciri Lain yang Melengkapi 18 Penanda

Selain dua belas ciri utama di atas, enam penanda berikut juga berguna untuk memastikan bahwa burung yang kamu amati benar-benar merpati berkualitas:

  • Sapit udang — tulang di bagian belakang dekat ekor yang berbentuk menyerupai sapit udang.
  • Pinggang (brutu) berukuran relatif besar.
  • Kaki panjang dengan tiga jari, biasanya berwarna merah menyerupai warna daging.
  • Menjemur badan ketika akan mengerami telurnya.
  • Mencari jerami ketika akan bertelur.
  • Suka mandi di tempat minumnya sendiri.

Beberapa ciri memang butuh kebiasaan mengamati sebelum bisa dinilai cepat, apalagi untuk pemula. Tapi semua bisa dipelajari asal rajin bandingkan antar burung. Kalau kamu sudah dapat burung dengan ciri-ciri di atas, tinggal lanjutkan ke tahap pemilihan calon indukan — baca panduannya di cara memilih burung merpati balap yang berkualitas.

Sumber: arenahewan.com/ciri-ciri-burung-merpati