Awal November 2026 jadi salah satu akhir pekan tersibuk bagi penghobi merpati tinggi dan kolong meja di Jawa. Dalam rentang 6 sampai 8 November, sedikitnya empat ajang digelar di tiga wilayah sekaligus: Purbalingga, Banyumas, dan Bandung Barat. Dua di antaranya merupakan putaran liga yang rutin diikuti lapak-lapak dari luar daerah, sehingga arus peserta, penjual, dan penonton diprediksi bergerak bersamaan.

Bagi penghobi yang biasa mengikuti lomba merpati tinggi, benturan jadwal seperti ini memaksa pilihan. Peserta biasanya menetapkan prioritas berdasarkan kelas yang diikuti, jarak tempuh, dan peluang poin liga di masing-masing lapak.

Purbalingga: Liga PMTI Nasional tiga hari

Lapak REMA ANGKASA di Purbalingga membuka rangkaian paling awal. Liga PMTI Nasional dijadwalkan berlangsung tiga hari berturut-turut, 6, 7, dan 8 November 2026. Format tiga hari memberi ruang bagi peserta untuk menurunkan lebih dari satu burung pada kelas berbeda tanpa harus menumpuk semuanya dalam satu pagi.

Lapak di wilayah Banyumas Raya memang dikenal aktif menggelar rangkaian liga. Bagi yang baru mulai mengikuti liga PMTI, ajang seperti ini biasanya jadi tempat mengukur kualitas giringan sekaligus memantau perkembangan lawan sebelum putaran-putaran berikutnya.

Banyumas: Liga Banyumas dan Poros Barat di Lapak Tonjong

Di hari yang hampir bersamaan, Lapak Tonjong, Ajibarang, Kabupaten Banyumas, menggelar putaran Liga Banyumas 2026 sekaligus Putaran Liga Poros Barat PMTI. Panitia mengumumkan total hadiah Rp22 juta untuk gelaran 7–8 November 2026 ini.

Yang membuat ajang ini berbeda, lomba merpati menjadi bagian dari rangkaian Piala Bupati Banyumas. Dalam satu even yang sama juga digelar turnamen catur dan lomba burung berkicau. Pola ini membuat lapak merpati tidak berdiri sendiri, melainkan menempel pada agenda daerah yang lebih besar — dan biasanya mendatangkan penonton yang bukan berasal dari kalangan penghobi.

Bandung Barat: giringan A Cibodas dan kolong meja Parongpong

Di sisi barat, Minggu 8 November 2026, Kalang Cibodas, Kabupaten Bandung Barat, menggelar Lomba Merpati Tinggi Giringan A dengan total hadiah Rp5 juta ditambah piala dan piagam. Kelas giringan A umumnya jadi kelas yang paling dinanti karena menuntut giringan rapat dan konsistensi ketinggian dalam durasi panjang.

Pada hari yang sama, Lapak Bina Turangga Parongpong juga menggelar lomba merpati tinggi kolong meja. Dua lapak di kabupaten yang sama berarti sebagian peserta punya opsi berpindah lokasi, sementara penjual dan pembeli burung biasanya memanfaatkan momen ini untuk bertemu di satu titik.

Yang perlu disiapkan peserta

  • Konfirmasi jadwal dan kelas ke panitia masing-masing lapak, karena jam start tiap kelas bisa bergeser mengikuti jumlah peserta.
  • Atur urutan penurunan burung. Kalau mengikuti dua lapak di hari yang sama, pastikan jeda istirahat burung cukup dan tidak memaksa tampil dua kali dalam waktu berdekatan.
  • Siapkan kandang angkut dan pakan secukupnya. Perjalanan lintas kabupaten menuntut burung tetap tenang, terutama untuk kelas giringan yang mengandalkan stamina.
  • Catat hasil tiap kelas. Rekap performa per lapak membantu menilai apakah giringan konsisten atau hanya kebetulan bagus di satu lokasi.

Catatan

Jadwal, kelas, dan besaran hadiah bisa berubah setelah pengumuman awal panitia. Informasi di atas dirangkum dari pengumuman dan poster yang beredar di kalangan penghobi, jadi sebaiknya dikonfirmasi ulang ke panitia Lapak REMA ANGKASA, Lapak Tonjong, Kalang Cibodas, dan Lapak Bina Turangga Parongpong sebelum berangkat.

Untuk yang belum berpengalaman mengikuti lomba, panduan dasar memilih dan melatih burung bisa dibaca di artikel cara memilih dan melatih merpati kolong juara, sedangkan gambaran suasana lapak bisa dilihat di liputan Lapak Flamboyan Pondok Karya.