Bahasa Khas Dunia Merpati
Dalam permainan burung merpati terdapat sejumlah istilah yang sering dipakai, seperti lar, jawat, ngerobok, nitik, dan sebagainya. Bagi pemain yang sudah lama malang-melintang, istilah-istilah ini tentu sangat akrab. Namun bagi pemula, kosakata tersebut kerap membingungkan. Berikut sejumlah istilah yang sering muncul dalam permainan merpati, gabungan antara cukup merpati tinggi maupun merpati balap.
Lar
Lar adalah sisa bulu primer pada bagian atas sayap yang belum berganti. Jumlah bulu primer merpati biasanya 10, dan setiap pekan bulu tersebut berganti dengan copot satu per satu mulai dari urutan 10, lalu 9, 8, 7, dan seterusnya. Penamaan mengikuti sisa bulu: jika bulu urutan 10 copot dan tersisa 9, disebut lar 9; jika berikutnya urutan 9 copot dan tersisa 8, disebut lar 8. Lar juga bisa disebut piyik, misalnya sisa lar 3 disebut piyik 3 atau piyik lar sisa 3.
Jawat dan Rampas
Jawat (penjawat) adalah posisi lar paling ujung dari sayap. Ketika lar paling ujung sedang tumbuh, burung biasanya dilatih ringan atau diistirahatkan agar tidak dimainkan, karena dikhawatirkan jawatnya pecah. Jika pecah, bulu mengeluarkan banyak darah dan pertumbuhan bulu menjadi jelek. Adapun rampas adalah kondisi ketika bulu jawat sudah tumbuh sempurna, umumnya membutuhkan waktu sekitar satu tahun, meski ada pula yang lebih cepat atau lebih lama.
Istilah Lainnya
Masih banyak istilah lain seperti ngerobok, nitik, jeblos, dan lainnya yang dikenal para pemain. Merpati dikatakan jeblos ketika gagal mendarat tepat di betinanya dan malah jatuh ke tanah. Jika ada istilah yang terlewat, pembaca bisa ikut melengkapi lewat kolom komentar.
Memahami istilah juga membantu saat mengikuti perlombaan. Pelajari juga makna giringan A dan giringan B, informasi seputar jarak lomba merpati balap sprint PPMBSI, serta aturan lomba merpati kolongan meja PMTI.
Sumber: hewanpeliharaan.org
Komentar