Merpati kolong juara tidak muncul begitu saja. Di balik burung yang bisa ngejoss tinggi lalu menukik rapi ke kolongan, ada proses pemilihan fisik yang ketat dan latihan yang sabar. Artikel ini merangkum cara memilih merpati kolong berkualitas beserta pola melatihnya, disadur dari pengalaman pakar merpati asal Pekalongan dan joki senior yang sudah malang melintang di lapak kolong.

Kuncinya ada dua: burungnya harus benar sejak awal, dan latihannya harus tertata. Salah pilih bakalan, sebagus apa pun program latihannya, hasilnya tetap biasa saja.

Ciri-ciri Merpati Kolong Juara

Yang pertama dilihat adalah kualitas fisik burung. Menurut penjelasan Halilintar Team Pekalongan, ada beberapa penanda yang membuat satu merpati layak digarap untuk kolongan:

  • Mata jernih, tidak berair atau berkabut. Burung dengan mata bening biasanya lebih fokus saat mengikuti kawanan di ketinggian.
  • Bulu lembut dan halus, istilah kalangan disebut bulu memes. Bulu jenis ini membuat burung lebih ringan saat terbang lama.
  • Badan tidak perlu besar, ukuran sedang justru lebih diunggulkan. Burung besar sering jadi lambat mengejar turunnya kawanan.
  • Supit urang dengan tulang keras. Coba tekan pelan-pelan, tulangan yang padat menandakan struktur badan kuat.
  • Sayap lembut, tersusun rapi kanan-kiri, dan rapat. Sayap yang berantakan membuat tenaga terbuang saat terbang tinggi.
  • Dada terlihat kekar, tanda otot dada yang kuat untuk terbang naik berulang kali.
  • Saat dipegang terasa ringan walau badan tampak besar. Kombinasi ini menandakan proporsi tubuh yang pas untuk jadi juara.
  • Memiliki trah atau garis keturunan dari indukan juara. Trah yang sudah teruji mempersingkat waktu membentuk burung.

Daftar di atas bisa dipakai sebagai checklist saat hunting di kandang penangkar. Jangan terburu-buru ambil satu burung saja, bandingkan dulu dengan beberapa kandidat lain sebelum memutuskan.

Contoh penampakan merpati kolong yang sedang dilatih bisa disimak di video berikut:

Cara Melatih Merpati Kolong agar Juara

Setelah kandidatnya jelas, masuk ke tahap pembentukan. Menurut Om Junaid, joki Merpati Qiu Qiu, latihan yang benar dimulai dari kebiasaan harian burung, bukan langsung dari ketinggian.

Latihan dasar setiap hari

Merpati kolong dilatih rutin tiap hari. Untuk satu siklus giringan, biasanya butuh waktu 5-7 hari. Jarak latihan dinaikkan bertahap: hari pertama dari jarak dekat, hari berikutnya sedikit lebih jauh, dan seterusnya sampai burung nyaman terbang jauh.

Satu hal yang sering dilewatkan: merpati yang sedang giring sebaiknya tidak dijemur. Penjemuran membuat tenaga burung terkuras, dan saat hari lomba yang dibutuhkan justru ledakan tenaga di akhir. Cukup mandikan pagi, biarkan kering di tempat teduh.

Menyiapkan pasangan sampai giring

Mulai dari mandikan kedua merpati pada pagi hari, lalu jemur dengan kandang yang dipisahkan tapi berdekatan. Penjemuran idealnya 2-4 jam, menyesuaikan terik matahari. Jangan sampai burung kepanasan dan jangan lebih dari pukul 9 pagi. Selama dijemur, pastikan pakan dan minum tersedia.

Setelah penjemuran selesai, kembalikan masing-masing burung ke kandangnya sampai malam. Baru pada malam hari keduanya disatukan dalam satu kandang dengan penerangan lampu minimal 5 watt. Cahaya redup ini membantu kedua burung lebih tenang dan cepat akrab.

Lakukan pola ini selama 2-3 hari. Kalau sudah ada tanda-tanda mau kawin, masukkan keduanya ke kardus atau sangkar tertutup sampai siang hari. Ketika siang, buka kandangnya, beri makan dan minum, lalu kembalikan ke kandang tertutup sampai malam.

Untuk mempercepat, malam hari bisa diberi jamu. Jamu untuk merpati kini banyak dijual di toko hewan, atau dibuat sendiri dari bahan herbal yang banyak dipakai lofter. Pola kandang tertutup dan pemberian jamu ini dilakukan 3-5 hari, tergantung respons burung.

Detail menjodohkan sampai giring keras bisa dibaca di panduan 15 Cara Menjodohkan Merpati Agar Giring Keras.

Mengecek apakah sudah giring

Setelah 3-5 hari, uji giringan dengan cara sederhana: pegang merpati betina di tangan, sementara jantannya tetap di dalam kandang. Kalau jantan gelisah dan berusaha mendekati betina, berarti giringan sudah terbentuk. Jika belum, ulangi siklus latihan di atas.

Selain tes dekat, cobalah lepas jantan dari jarak tertentu setiap hari dan perhatikan tingkah lakunya. Burung yang sudah siap akan langsung menuju arah betina tanpa banyak berputar.

Perhatikan juga betinanya. Kalau tanda-tanda bertelur sudah muncul, hentikan latihan dulu. Biarkan betina mengeram sekitar satu minggu. Setelah itu bersihkan kandang dari bekas eraman pada malam hari supaya burung tidak stres.

Menutup satu siklus

Setelah masa mengeram selesai, mandikan kembali kedua merpati lalu jemur sebentar supaya mereka melupakan telurnya. Namun begitu giringan sudah keras, penjemuran tidak perlu lagi, cukup mandikan seperti biasa.

Pola ini berlaku untuk kolongan konvensional. Untuk format lain, misalnya kolongan meja, aturan main sedikit berbeda dan bisa dilihat di Peraturan Lomba Merpati Kolongan Meja PMTI.

Tips Tambahan untuk Calon Juara

Ada beberapa hal kecil yang sering menentukan hasil akhir:

  • Sabar. Tiap burung punya tempo berbeda, ada yang giring dalam 3 hari, ada yang butuh seminggu penuh.
  • Konsisten dengan jam latihan. Merpati lebih cepat terbiasa kalau dilatih di jam yang sama tiap hari.
  • Perhatikan kondisi bulu. Burung yang sedang mabung sebaiknya jangan dipaksa latihan berat.
  • Simpan catatan sederhana: tanggal mulai giring, hasil tes lepas, dan perkembangan burung. Data ini berguna saat menyeleksi indukan nanti.

Sebagai perbandingan, kalau Anda tertarik merpati tinggian yang lebih mengandalkan ketinggian terus-menerus, cek dulu bedanya di Memilih Burung Dara/Merpati Tinggian Kolong yang Bagus. Sedangkan untuk yang ingin membangun trah dari nol, panduan Cara Melatih Merpati Pos Racing agar Juara bisa jadi rujukan soal disiplin latihan jangka panjang.

Penutup

Memilih merpati kolong juara berarti memilih burung dengan fisik yang sudah memenuhi syarat: mata jernih, bulu halus, tulang supit keras, sayap rapat, dan trah yang teruji. Setelah itu, tinggal menjalankan latihan yang tertata, dari penjemuran pagi, penyatuan kandang malam, sampai tes giring berkala.

Tidak ada jalan pintas. Yang membedakan burung biasa dan burung juara justru konsistensi latihan hariannya.

Sumber: burungnya.com