Pekalongan kembali jadi tuan rumah ajang merpati kolong bebas berskala besar. Event bertajuk Dexstar Jaya feat Batik Boneng Cup 1 yang digelar di Lapak Rembun Independen, Pekalongan, berlangsung tiga hari sejak Jumat hingga Minggu, 23–25 Oktober 2026, dengan total hadiah Rp121 juta. Antusiasme peserta terlihat dari padatnya babak penyisihan sampai final yang baru tuntas pada Minggu sore.
Mawar Merah Golden Boy SF Keluar sebagai Juara 1
Pada babak puncak yang digelar Minggu, 25 Oktober 2026, Mawar Merah dari team Golden Boy SF (Fahmi Aulani) tampil sebagai juara 1. Posisi kedua ditempati Panda Team Neo Bulgary, menyusul hasil-hasil bob tiket pendukung yang juga diumumkan panitia pada hari yang sama, termasuk Nobita Team 878 Squad yang menempati juara 2 pada bob tiket 300.
Kemenangan ini bukan hasil sekali terbang. Tim pemenang biasanya menurunkan beberapa ekor sekaligus di babak berbeda, lalu mengandalkan konsistensi putaran dan stamina di babak akhir ketika kawanan mulai terpecah.
Format Lomba: Babak Tiket, Semifinal, dan Final Bob
Seperti lazimnya lomba kolong bebas di sentra Pekalongan, peserta masuk lewat tiket, lalu naik ke babak semifinal dan final bob. Pada event ini panitia menjalankan rangkaian semifinal bob tiket 500 ribu sebelum final, sehingga penilaian tidak bergantung pada satu penerbangan saja. Peserta yang lolos harus menjaga performa merpati tetap stabil di beberapa sesi dengan jeda istirahat yang pendek.
Format berlapis seperti ini membuat persiapan kandang sama pentingnya dengan kualitas trah. Merpati yang hanya kuat di satu sesi sering gugur di babak berikutnya, meskipun pada sesi pertama terlihat paling tinggi dan paling rapi menggiring kawanan.
Pekalongan dan Ekonomi Lapak Merpati Kolong
Pekalongan memang dikenal sebagai salah satu sentra merpati kolong bebas di Jawa Tengah. Lapak-lapak di daerah ini rutin menggelar event, dan gawe besar biasanya melibatkan sponsor dari luar komunitas, seperti yang terlihat pada kolaborasi Dexstar Jaya dengan Batik Boneng kali ini.
Dampak ekonominya bukan cuma soal hadiah. Dalam rilis Pemerintah Kabupaten Pekalongan saat Lomba Merpati Kolong Kapolres Cup 2026, Plt. Bupati Pekalongan Sukirman menyebut kegiatan semacam ini ikut memutar rezeki warga: pedagang bisa berjualan, sektor parkir bergerak, dan joki serta petugas lomba mendapat penghasilan. Peserta lomba sejenis di Pekalongan bahkan diperkirakan bisa menembus ratusan ekor dalam satu event.
Yang Dinilai pada Merpati Kolong Bebas
Bagi yang baru mulai, kolong bebas berbeda dari balap sprint maupun merpati pos. Merpati dilepas dan terbang melingkar tinggi dalam kawanan, lalu dinilai dari beberapa hal:
- Durasi dan tinggi terbang — makin lama bertahan di ketinggian, makin baik nilainya.
- Cara menggiring — kemampuan memimpin dan menjaga kawanan tetap rapat jadi nilai utama.
- Konsistensi putaran — arah dan radius lingkaran yang stabil, tidak pecah sendiri.
- Kondisi fisik — bulu, sayap, dan mata yang sehat menandakan kesiapan latihan.
Untuk mempersiapkan merpati ke lapak, latihan bertahap lebih aman daripada memaksakan durasi panjang sekaligus. Awali dengan penerbangan pendek di pagi hari, tambah waktunya perlahan, dan jaga kualitas pakan serta air minum. Pembahasan dasar disiplin ini bisa dibaca di halaman label kolong bebas, sementara contoh event besar lain di Pekalongan pernah kami ulas dalam artikel Kenwood Cup 2026.
Bagi yang ingin membandingkan cara main antar disiplin, artikel tentang merpati pos menempuh 718 km bisa jadi pembanding: pos menuntut orientasi jarak jauh, sedangkan kolong bebas menuntut stamina melingkar di atas lapak.
Hasil lengkap Dexstar Jaya feat Batik Boneng Cup 1 diumumkan panitia melalui kanal media komunitas, termasuk WBP Media, sehari setelah final. Untuk penghobi yang ingin menjajal lapak berikutnya, pantau agenda lomba di sekitar Pekalongan dan siapkan merpati sejak jauh hari.
Sumber: unggahan hasil lomba Dexstar Jaya feat Batik Boneng Cup 1 oleh WBP Media (facebook.com/wbp.media.tv) dan panitia di Lapak Rembun Independen Pekalongan, 23–25 Oktober 2026; rilis Prokompim Setda Kabupaten Pekalongan.
Komentar