Seri One Loft Race AFRIKAPRO 2026 resmi menemukan sang juara akhir pekan ini. Dr Henk De Weerd dari Belanda menjuarai final AFRIKAPRO dengan merpati bernama Sunfire Wing setelah menempuh jarak 601 km dengan kecepatan 1.229 meter per menit. Kemenangan ini diraih dengan selisih yang sangat tipis: merpati Three Strand Racing asal Afrika Selatan, Majesty's Dream, finis kedua hanya terpaut nol detik, sementara Lucky Cheetah milik Die Painters & SG Ullrich dari Jerman menyusul dua detik kemudian.
Final AFRIKAPRO digelar atas dasar yang adil. Sebanyak 1.212 merpati dari berbagai negara dilepas bersamaan, dan setiap burung tinggal di kandang yang sama sepanjang seri. Setelah satu jam, 135 merpati sudah kembali ke kotaknya masing-masing, dan dalam 24 jam jumlahnya mencapai 813 burung. Angka itu tergolong sangat baik untuk One Loft Race yang totalnya menempuh 3.659 kilometer selama sepuluh pekan dengan suhu harian di atas tiga puluh derajat Celsius.
Kelompok Lima Merpati Memisahkan Diri
Sepanjang final, kelompok lima merpati berhasil melesat lebih dari empat menit dari pengejarnya. Menariknya, kelima burung itu semuanya milik pemain yang sebelumnya sudah pernah meraih hasil bagus di AFRIKAPRO. Konsistensi itu bukan kebetulan, dan menurut De Weerd kuncinya tetap pada kualitas burung.
"Kata ajaibnya adalah merpati yang bagus," ujar De Weerd, mengacu pada pelajaran ayahnya, Piet De Weerd, yang sudah menulis buku The Secret of the Champions sejak 1947. De Weerd menegaskan bahwa untuk One Loft Race dibutuhkan merpati yang jago lomba jarak jauh satu hari dengan kecepatan 1.100 sampai 1.300 meter per menit. Karena semua burung hidup dalam kondisi serupa, yang membedakan hanyalah kualitas burung itu sendiri — format yang justru membuat One Loft Race menjadi ajang pembuktian murni bagi merpati pos balap, bukan sekadar andalan kandang tertentu.
Kemenangan Beruntun Tim De Weerd
Kemenangan di Afrika Selatan ini melengkapi rentetan hasil istimewa Tim De Weerd dalam beberapa pekan terakhir: mereka juga menjuarai final Ukrain Masters dan final Mira OLR, serta membawa pulang gelar juara nasional 1, 2, 5, dan 6 di Kejuaraan KBDB Belgia. Di final AFRIKAPRO sendiri, Sunfire Wing menambah koleksi dengan meraih posisi ketiga pada klasemen Brown Jacket untuk merpati terbaik di lima lomba terjauh.
Sementara itu, gelar Black Jacket untuk pemain terbaik jatuh ke Die Painters & SG Ullrich setelah mereka membalikkan selisih hampir 48 menit menjadi keunggulan lebih dari 40 menit berkat finis ketiga dan keenam di final. Klasemen Blue Jacket dimenangi Samira milik Bredenhand-Pigeon Palace, sedangkan Brown Jacket menjadi milik Eclipse dari Deetlefs/Botha. Sebelumnya, Green Jacket untuk merpati sprint terbaik sudah lebih dulu direbut Anton Schonken dengan African Sting Birdy, unggul 23 detik dari Jelle Jellema.
Kisah lengkap persaingan merpati pos balap internasional ini bisa diikuti lewat artikel lain di MerpatiID, misalnya tentang [Foot Loose yang menjuarai AFRIKAPRO Race 8](https://merpati.id/artikel/foot-loose-juarai-afrikapro-race-8-di-tengah-suhu-panas-dan-angin-berhadapan), [rebutan Green Jacket AFRIKAPRO 2026](https://merpati.id/artikel/schonken-rebut-green-jacket-afrikapro-2026-selisih-23-detik-dari-jellema), sampai [koleksi juara One Loft Race milik Mike Ganus](https://merpati.id/artikel/mike-ganus-koleksi-juara-juara-one-loft-race-dunia-di-satu-kandang). Semua pembahasan seputar merpati pos balap dunia terkumpul di [label homing racing pigeon](https://merpati.id/label/homing-racing-pigeon).
Komentar