Lomba Merpati Terbang Tinggi Berpasangan Bupati Cup 2026 sukses digelar di Lapangan Umum Dauhwaru, Kecamatan Jembrana, Kabupaten Jembrana, Bali pada Sabtu (29/8/2026). Ajang tahunan ini merupakan bagian dari rangkaian perayaan HUT Kota Negara ke-131 melalui Festival Semarak Jembrana 2026 yang digelar oleh Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Jembrana bersama Komunitas Burung Merpati Jembrana.

Peserta Membludak, Jauh Melampaui Kuota

Antusiasme masyarakat Jembrana terhadap lomba merpati tahun ini terbilang luar biasa. Dari kuota awal yang dibuka sebanyak 150 peserta, jumlah pendaftar justru melonjak hingga mencapai 241 peserta, semuanya berasal dari berbagai wilayah di Kabupaten Jembrana. Angka ini meningkat signifikan dibandingkan tahun 2025 lalu yang hanya diikuti sekitar 151 peserta.

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Jembrana, Anak Agung Komang Sapta Negara, menjelaskan bahwa lomba ini merupakan bentuk pelestarian tradisi yang setiap tahun selalu diagendakan bersama komunitas pecinta merpati. "Ini merupakan serangkaian dari HUT Kota Negara ke-131. Antusias para peserta sangat tinggi, ini artinya animo masyarakat pecinta burung merpati cukup tinggi," ungkapnya.

Lomba sendiri terbagi dalam dua kategori, yakni kategori Mores dan Polos. Pembukaan secara resmi dilakukan oleh Asisten II Setda Kabupaten Jembrana yang mewakili Bupati Jembrana, ditandai dengan pelepasan burung merpati secara simbolis bersama para undangan dan unsur Forkopimda.

Filosofi Berpasangan dan Peran Tradisional

Yang membuat lomba ini berbeda dari kompetisi merpati lainnya adalah filosofi di balik format berpasangan. Merpati diterbangkan secara berpasangan karena seekor merpati cenderung tidak akan terbang tinggi apabila tidak bersama pasangannya. Filosofi ini sekaligus menjadi daya tarik tersendiri yang mencerminkan nilai persahabatan, kekompakan, dan kebersamaan di tengah masyarakat Jembrana.

Selain aspek kompetisi, pelaksanaan lomba juga menghadirkan nuansa tradisional yang kental. Pihak panitia menggunakan lata kau sebagai alat untuk menghitung waktu serta acal-acal sebagai penanda batas perlombaan. Penggunaan unsur-unsur tradisional tersebut memberikan warna tersendiri sekaligus memperkuat karakter budaya lokal dalam kegiatan.

Sebanyak 9 orang juri asal Jembrana bertugas menilai para peserta. Aspek penilaian meliputi warna bulu burung serta kecepatan burung mencapai sentral atau titik tengah lingkaran acal-acal.

Dampak Ekonomi dan Harapan Pelestarian

Sekretaris Panitia Merpati Terbang Tinggi Berpasangan Bupati Cup 2026, I Ketut Wiarta, menyampaikan harapannya agar lomba ini tidak hanya menjadi ajang silaturahmi antarpecinta burung, tetapi juga menjadi upaya melestarikan tradisi yang sudah turun-temurun. Perkembangan komunitas pecinta burung merpati di Jembrana dinilai cukup signifikan dari tahun ke tahun.

Dampak positif kegiatan ini juga dirasakan oleh masyarakat sekitar. Sejumlah pedagang terlihat berjualan di sekitar lokasi lomba, termasuk perajin sangkar burung dan sulaman penutup sangkar atau langkub. Pemerintah Kabupaten Jembrana berharap Festival Semarak Jembrana 2026 mampu menjadi ruang bersama untuk memperkenalkan kekayaan tradisi Jembrana sekaligus memberikan dampak positif bagi perkembangan pariwisata dan ekonomi masyarakat.

Sumber: Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Jembrana & Media Bali News