Turnamen Merpati Tinggi Tomprang Posmeti Meriahkan HUT ke-81 RI

Perkumpulan Olahraga Seni Merpati Terbang Tinggi (Posmeti) menggelar Turnamen Merpati Tinggi Tomprang dalam rangka menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, di kawasan Pondok Kopi, Jakarta Timur, Sabtu (8/8/2026). Event ini menjadi agenda tahunan yang mempertemukan para penghobi dan komunitas merpati tinggian sekaligus menjadi ajang adu ketangkasan, kecepatan, serta ketepatan terbang dan mendarat.

Dalam sistem tomprang, burung merpati dilepas dari jarak sekitar 6,5 kilometer dan harus terbang menuju area yang telah ditentukan untuk menghampiri joki atau pemiliknya. Bagi yang belum familiar dengan istilah giringan pada lomba semacam ini, bisa menyimak penjelasan tentang perbedaan giringan A dan giringan B yang menjadi bagian penting dari jalannya kompetisi.

Pangeran, Cucu Binter, Juara Pertama Giringan A

Pada gelaran tahun ini, merpati bernama "Pangeran" berhasil tampil sebagai juara pertama pada giringan A. Burung milik Koh Dicky Tan dari tim AO Kandang Hijau tersebut berhak membawa pulang piala dan hadiah uang tunai sebesar Rp45 juta. "Pangeran" merupakan hasil ternakan peternak merpati tomprang, Yudi Cahyo Pramono, dan memiliki garis keturunan dari merpati legendaris bernama "Binter" yang dikenal kerap menjuarai berbagai perlombaan di kawasan Pulomas, Jakarta Timur.

Pangeran darah 'Binter', tepatnya cucu Binter (Pulomas), ujar Yudi. Keberhasilan itu merupakan bagian dari hasil pembiakan dan seleksi yang dilakukan secara konsisten untuk menghasilkan burung merpati tomprang berkualitas.

Kunci Sukses: Kerja Sama Tim dan Kualitas Keturunan

Pemilik Kandang Hijau, Erwan Hariyanto, menegaskan kemenangan "Pangeran" tidak lepas dari kerja keras tim, joki, serta para pelepas burung yang mendukung proses latihan hingga perlombaan. Prestasi ini juga memperkuat catatan garis keturunan, karena kakak "Pangeran" yang bernama "Sultan" sebelumnya juga meraih juara. Bagi penghobi yang ingin membangun merpati tinggian berkualitas, memahami karakter cara memilih burung tinggian dalam kategori kolong yang bagus sejak dini sangat membantu.

Komunitas merpati tinggian di kawasan Pondok Kopi dan Pulomas sendiri telah berkembang selama puluhan tahun. Posmeti menjadi salah satu wadah bagi para penghobi untuk menyalurkan olahraga dan seni merpati terbang tinggi sekaligus mempererat hubungan antarpenghobi. Erwan berharap prestasi tersebut bisa semakin memperkuat kekompakan tim AO dan menjadi motivasi untuk menghadapi turnamen berikutnya.

Menjelang perayaan kemerdekaan, agenda lomba merpati juga ramai digelar di berbagai daerah. Informasi seputar event balap merpati nasional di Sidoarjo 14-16 Agustus dengan hadiah utama Honda Brio juga bisa menjadi referensi. Untuk urusan stamina dan tenaga burung lomba, banyak penghobi mengandalkan racikan jamu merpati untuk kategori balap, tinggi, dan kolong.