Burung merpati getakan adalah salah satu jenis merpati yang sangat populer, terutama di kawasan Jawa Timur dan Madura. Di sana burung dara ini kerap digunakan dalam ajang yang dikenal dengan sebutan tota’an. Tota’an adalah permainan melepas segerombolan merpati getakan dari satu tempat yang cukup jauh dari kandang asalnya. Lomba semacam ini biasanya digelar antar desa atau antar daerah secara bergantian. Keseruannya terletak pada burung yang gagal pulang dan ikut terbang bersama kawanan lawan, yang disebut sebagai burung “bandangan”.

Merpati getakan dikenal mampu terbang sangat tinggi dan dalam waktu yang lama, bahkan bisa bertahan lebih dari satu jam dalam satu gerombolan. Setiap jenis getakan memiliki karakter terbang yang khas. Misalnya jenis melati yang berbulu putih polos dengan kulit dan paruh hitam, terbang tahan lama dengan kepakan cepat dan ekor mengembang. Ada pula jenis keter yang terbang dengan kepakan sayap bergetar cepat dan ekor terus mengembang, memiliki jambul yang melebar dengan variasi warna bulu beragam, serta sangat tahan terbang berjam-jam. Berbeda lagi dengan jenis songkop atau ireng buntut (ekor hitam) yang lincah naik-turun, meski tidak setahan lamanya jenis keter atau melati.

Salah satu ciri khas merpati getakan adalah adanya bulu di kaki yang tampak seperti celana panjang. Karena itulah pemasangan ring penanda di pergelangan kaki sedikit lebih rumit dibanding jenis tanpa bulu komprang di kaki.

Cara melatih getakan agar terbang tinggi dan tahan lama

Melatih merpati getakan agar terbang tinggi dan lama memang butuh trik khusus dan pada awalnya terasa sulit. Namun seiring waktu hal ini akan menjadi kebiasaan alami bagi kawanan burung, bahkan mereka bisa sigap mematuhi instruksi untuk terbang tinggi.

Kunci pertama adalah kedisiplinan. Terbang harus dilakukan di jam yang sama dan tertib setiap hari. Instruksi bisa diberikan lewat suara, bunyi tertentu, atau alat seperti bendera dan peluit. Dengan latihan disiplin, kawanan getakan akan langsung terbang tinggi dan melakukan atraksi yang memukau begitu mendengar isyaratnya.

Di awal latihan, wajar jika burung belum paham instruksi dan kadang enggan terbang. Beri sedikit dorongan atau kejutan untuk membangkitkan naluri terbangnya, lalu lakukan secara rutin dan teratur tanpa menyerah. Jangan lupa memberi hadiah berupa pakan yang cukup setelah burung turun, karena setelah terbang lama mereka biasanya lapar dan haus. Sediakan juga air minum yang cukup.

Untuk menjaga stamina, pemberian pakan bernutrisi dan suplemen sangat dianjurkan. Perhatikan juga kondisi fisik burung; bila ada burung yang terus enggan terbang, bisa jadi terdapat masalah pada sayapnya, misalnya pernah cedera atau patah. Periksa dan tangani dengan baik agar performa terbangnya kembali normal.

Dengan kesabaran dan latihan rutin, kawanan getakan Anda akan terbang tinggi dan tahan lama. Simak juga panduan kami soal memilih betina geber untuk merpati dan kumpulan artikel seputar merpati getakan untuk melengkapi pengetahuan Anda.