Uci-uci pada merpati merupakan kondisi di mana muncul benjolan pada bagian tubuh akibat pembengkakan kelenjar getah bening. Kelenjar ini tersebar di seluruh tubuh, sehingga benjolan bisa muncul di mana saja — leher, sayap, kaki, atau lipatan tubuh lainnya. Meski bukan penyakit mematikan, uci-uci bisa mengganggu kenyamanan dan performa terbang merpati jika tidak ditangani dengan tepat.

Benjolan yang muncul bisa berupa massa keras atau lembek. Pada merpati, uci-uci bertekstur lembek cenderung lebih mengganggu karena ukurannya bisa membesar dan menghalangi pergerakan otot di sekitarnya. Akibatnya, sayap menjadi semper dan burung kesulitan mengepak sayap secara leluasa. Kondisi ini tentu sangat merugikan, terutama bagi merpati balap atau merpati pos yang mengandalkan stamina terbang.

Penyebab Uci-Uci pada Merpati

Secara umum, benjolan kelenjar getah bening muncul karena tiga faktor utama. Pertama, peradangan lokal akibat luka atau iritasi pada kulit. Kedua, infeksi bakteri atau virus yang menyerang sistem kekebalan tubuh burung. Ketiga, adanya pertumbuhan jaringan abnormal — bisa jinak maupun ganas — yang perlu diwaspadai. Menjaga kebersihan kandang dan memberikan asupan nutrisi yang cukup menjadi langkah pencegahan paling efektif sejak awal.

Merpati yang diumbar di area terbuka dengan sirkulasi udara baik umumnya lebih sehat dan jarang mengalami masalah kelenjar getah bening. Hal ini dikarenakan paparan sinar matahari dan aktivitas terbang membantu memperlancar peredaran darah serta memperkuat sistem imun secara alami.

Cara Mengobati Uci-Uci pada Merpati

Ada beberapa metode penanganan yang bisa dilakukan tergantung tingkat keparahan benjolan. Berikut penjelasannya:

1. Pengobatan dengan obat-obatan

Pilihan pertama adalah pemberian obat yang membantu melancarkan peredaran darah dan cairan getah bening. Beberapa produk yang umum digunakan oleh pemelihara merpati antara lain Theraprim dan Amoxicure. Obat ini diberikan sesuai dosis yang tertera pada kemasan selama beberapa hari berturut-turut. Perhatikan respons burung selama masa pengobatan — jika benjolan mulai mengecil, lanjutkan hingga benar-benar hilang.

2. Tindakan operasi kecil

Untuk benjolan yang sudah cukup besar dan tidak merespons pengobatan oral, operasi kecil menjadi alternatif. Langkah ini melibatkan sayatan kecil pada area benjolan untuk mengangkat isi kelenjar yang membengkak. Namun, tindakan ini membutuhkan keahlian khusus dan kehati-hatian ekstra. Kesalahan sedikit saja bisa menyebabkan infeksi atau pendarahan yang lebih parah. Jika tidak yakin dengan kemampuan sendiri, lebih baik serahkan ke orang yang berpengalaman.

3. Penanganan secara alami

Pada beberapa kasus, benjolan uci-uci bisa sembuh dengan sendirinya tanpa intervensi medis. Jika benjolan masih kecil dan tidak mengganggu aktivitas burung, biarkan proses penyembuhan alami berlangsung. Dalam kurun waktu sekitar satu bulan, luka pada benjolan biasanya mengering dan bisa dilepaskan secara perlahan. Setelah benjolan copot, berikan antiseptik pada area bekas luka untuk mencegah infeksi lanjutan.

Kapan Uci-Uci Perlu Diwaspadai?

Uci-uci pada merpati juga bisa menjadi indikasi adanya masalah kesehatan yang lebih serius di dalam tubuh. Kelenjar getah bening yang membengkak menandakan sistem imun sedang bekerja keras melawan infeksi internal. Jika benjolan terus membesar, disertai penurunan nafsu makan, lesu, atau kesulitan terbang, segera lakukan pemeriksaan lebih lanjut. Merpati dengan uci-uci parah yang sudah tidak merespons pengobatan biasanya perlu dipensiunkan dari aktivitas balap atau latihan berat.

Pencegahan tetap menjadi cara terbaik. Rutin bersihkan kandang, sediakan pakan bergizi, dan berikan ruang bergerak yang cukup agar merpati tetap dalam kondisi prima. Dengan perawatan yang konsisten, risiko munculnya uci-uci bisa diminimalkan secara signifikan.

Sumber: hewanpeliharaan.org