Kabar kurang menggembirakan datang dari dunia konservasi burung di Indonesia bagian timur. Sebuah studi terbaru yang dimuat dalam jurnal Oryx mengungkap bahwa Punai Timor (Treron psittaceus), atau yang lebih dikenal sebagai merpati hijau Timor, kini berada di ambang kepunahan. Spesies endemik Pulau Timor dan pulau-pulau di sekitarnya ini tercatat sebagai salah satu burung paling terancam di kawasan Nusa Tenggara Timur (NTT).
Populasi Menyusut Drastis
Secara historis, merpati hijau Timor tersebar luas di hutan-hutan dataran rendah. Namun pengamatan lapangan terbaru menunjukkan burung dengan bulu hijau zaitun yang khas ini semakin sulit ditemukan. Para peneliti dalam studi tersebut menegaskan bahwa statusnya di Indonesia timur dan Timor Leste kemungkinan besar sudah masuk kategori kritis.
Ukurannya yang cukup besar serta kebiasaannya berkumpul di pohon buah justru membuat burung ini makin rentan. Hilangnya habitat hutan dataran rendah menjadi faktor utama yang mendorong spesies ini menuju jurang kepunahan, seiring banyaknya hutan yang dialihfungsikan menjadi lahan pertanian atau rusak akibat penebangan liar.
Terjepit Perburuan dan Hilangnya Habitat
Selain kehilangan rumah, merpati hijau Timor juga menghadapi tekanan dari aktivitas perburuan. Burung ini kerap menjadi sasaran tembak atau ditangkap untuk diperdagangkan sebagai burung peliharaan. Kondisi ini diperparah oleh minimnya kawasan lindung yang efektif di Pulau Timor, sehingga perlindungan yang ada belum cukup mencegah kerusakan lebih lanjut.
Nasib merpati hijau Timor mengingatkan pada kondisi Mambruk Victoria, merpati endemik Papua yang juga menghadapi ancaman serupa di habitat aslinya. Keduanya menjadi pengingat pentingnya menjaga keanekaragaman jenis burung merpati yang dimiliki Indonesia.
Rekomendasi Konservasi Mendesak
Studi tersebut merekomendasikan survei lapangan yang lebih luas untuk menemukan kantong-kantong populasi terakhir yang masih bertahan. Para peneliti juga mendesak pemerintah Indonesia dan Timor Leste memperkuat kerja sama lintas batas dalam melindungi habitat yang tersisa.
Tanpa intervensi segera berupa perlindungan habitat yang ketat dan penghentian perburuan, dunia berisiko kehilangan spesies unik ini untuk selamanya. Keberhasilan pelestarian merpati hijau Timor bukan hanya soal menyelamatkan satu jenis burung, melainkan juga menjadi indikator kesehatan ekosistem hutan dataran rendah di wilayah Nusa Tenggara.
Komentar