Mabung atau moulting merupakan fase alami yang pasti dialami oleh setiap merpati. Proses penggantian bulu ini membutuhkan energi besar dan mempengaruhi performa merpati secara menyeluruh. Bagi pemilik merpati balap, memahami seluk-beluk mabung sangat krusial karena menentukan kapan burung siap kembali terbang.
Mengapa Mabung Penting untuk Merpati Lomba
Pada merpati piyik, mabung pertama biasanya terjadi di posisi lar 8 sampai lar 4. Untuk merpati dewasa, fase ini umumnya muncul pada posisi lar 6 sampai lar 4, meskipun yang paling sering terjadi adalah di posisi lar 5. Ketika merpati berada di posisi lar 5, tenaganya akan sangat terkuras karena energi diarahkan ke proses regenerasi bulu. Oleh sebab itu, di posisi ini merpati disarankan untuk diistirahatkan, baik untuk keperluan lomba maupun penangkaran.
Selama mabung, kesuburan merpati juga menurun. Merpati indukan yang sedang mabung sebaiknya tidak dibiarkan bertelur karena kualitas anakan yang dihasilkan akan kurang optimal. Proses mabung biasanya berlangsung selama kurang lebih satu bulan.
Faktor yang Mempengaruhi Kualitas Mabung
Ada tiga faktor utama yang menentukan bagaimana proses mabung berlangsung pada merpati. Pemahaman terhadap faktor-faktor ini membantu pemilik mengambil langkah tepat agar bulu baru yang tumbuh berkualitas baik.
Folikel dan Kesehatan Kulit
Folikel adalah rongga kecil di kulit tempat bulu tumbuh. Hanya folikel yang sehat yang mampu menghasilkan bulu sehat. Beberapa penyakit dapat mengganggu kesehatan folikel dan menyebabkan mabung berjalan tidak normal.
Skinmould merupakan salah satu penyakit kulit yang sering menyerang merpati. Gejalanya berupa gatal-gatal hebat yang membuat burung terus menggaruk diri. Akibatnya kulit rusak dan folikel yang terinfeksi tidak berfungsi dengan baik. Penyakit ini bisa ditangani dengan mencuci bagian yang terinfeksi menggunakan cairan khusus seperti imaverol.
Quillmite adalah parasit kecil yang bersarang di bagian dalam duri bulu. Merpati yang terinfeksi quillmite biasanya memiliki bulu yang rusak berantakan dengan banyak duri bulu kosong dan berdarah. Pengobatan paling praktis adalah pemberian ivomec sebagai pembasmi parasit.
Selain itu, ada juga kelainan herediter bernama polyfolliculitis, di mana ditemukan lebih dari satu bulu dalam satu folikel. Kondisi ini menyebabkan mabung tidak bisa berjalan normal dan sayangnya belum ada terapi yang terbukti efektif selain operasi bedah.
Peran Hormon dalam Proses Mabung
Hormon reproductional memiliki pengaruh langsung terhadap mabung. Merpati betina yang sedang mabung tidak akan menghasilkan telur yang baik karena ovarium menjadi tidak aktif. Begitu pula merpati jantan, kemampuannya untuk membuahi betina juga berkurang selama fase ini.
Perubahan mantel bulu sangat dipengaruhi oleh hormon seks. Pada burung muda, hormon seks belum memainkan peranan penting, melainkan kelenjar tiroid yang lebih dominan. Merpati betina yang ovariumnya sudah tidak berfungsi akan menunjukkan ciri bulu yang cenderung ke arah bulu jantan pada mabung berikutnya.
Hormon kelenjar tiroid sangat dibutuhkan untuk pertumbuhan bulu yang optimal. Merpati yang kekurangan hormon tiroid akan menunjukkan bulu terbelakang di bagian kepala, sering disebut sebagai "kepala botak." Selain itu, bagian bawah bulu menjadi kurang berkembang dan web bulu mungkin terlalu sempit. Kondisi ini membuat bulu terlihat lembek dan kehilangan sifat anti-airnya.
Stres juga berpengaruh besar terhadap mabung. Saat merpati sangat stres, kelenjar adrenal menghasilkan hormon stres yang justru memblokir proses mabung. Bahkan pemberian obat-obatan tertentu seperti prednison atau kortisol bisa menunda mabung untuk waktu yang lama.
Pengaruh Lingkungan
Lamanya waktu siang hari atau daylight memiliki pengaruh signifikan terhadap mabung. Di Indonesia yang berada di garis khatulistiwa, perubahan durasi siang hari tidak terlalu mencolok, yakni sekitar jam 6 pagi hingga jam 6 sore. Namun, proses mabung tetap dimulai saat hari menjadi lebih pendek.
Salah satu teknik yang dikenal adalah darkening system, yaitu menggelapkan kandang beberapa jam sebelum malam hari. Dengan metode ini, merpati akan mulai mabung dalam beberapa minggu. Semakin awal kandang digelapkan, semakin besar perbedaan antara panjang hari dan malam, sehingga memaksa mabung berlangsung lebih cepat. Teknik ini lebih efektif diterapkan di musim gugur dibandingkan musim semi.
Nutrisi Selama Mabung
Gizi seimbang sangat berkontribusi terhadap kualitas mantel bulu yang bagus. Vitamin A sangat penting pada awal proses mabung. Ketika merpati kekurangan vitamin A, bulu tidak rontok sempurna dan hanya terjadi sebagian saja. Selain vitamin A, protein dan asam amino esensial dalam jumlah cukup sangat diperlukan untuk pertumbuhan bulu baru yang kuat.
Perlu diperhatikan bahwa ada obat-obatan tertentu yang dilarang diberikan selama mabung. Obat cacing, misalnya, tidak boleh diberikan pada anakan burung yang masih dalam masa pertumbuhan, merpati yang sedang mabung, maupun indukan yang sedang meloloh. Pemberian obat cacing pada fase-fase ini dapat merusak proses mabung secara keseluruhan.
Cara Mengistirahatkan Merpati Selama Mabung
Ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk mengistirahatkan merpati selama mabung. Pertama, biarkan merpati mengeram kurang lebih 20 hari, lalu pisahkan dari pasangannya sampai proses mabung selesai. Kedua, biarkan merpati tanpa pasangan selama masa istirahat. Ketiga, biarkan merpati meloloh satu anak saja sebagai aktivitas yang membuatnya tetap aktif tanpa menguras terlalu banyak energi.
Setelah proses mabung selesai dan bulu baru sudah tumbuh sempurna, barulah merpati bisa dilatih kembali untuk terbang. Pastikan bulu sudah kuat dan sempurna sebelum mulai sesi latihan agar performa merpati maksimal di lapangan.
Komentar