Setiap pemelihara merpati pasti pernah mengalami momen frustasi saat burung kesayangannya enggan giring atau justru membutuhkan waktu sangat lama sebelum akhirnya mau bertelur. Kondisi ini bukan hal aneh — bahkan peternak berpengalaman sekalipun kerap menemui masalah serupa. Memahami penyebab di balik merpati yang tidak mau giring adalah kunci untuk menemukan solusi yang tepat.

Siklus Giring Merpati yang Perlu Dipahami

Sebelum mencari penyebab merpati tidak mau giring, penting untuk memahami bagaimana siklus alami giring pada merpati. Merpati yang sedang giring biasanya hanya aktif selama sekitar 4 sampai 5 hari. Setelah masa giring berakhir, merpati akan memasuki fase mengeram telur. Maka dari itu, jangan memaksakan merpati untuk terus giring tanpa jeda karena hal ini justru akan merusak kesehatan burung secara keseluruhan.

Jika merpati tidak kunjung bertelur, ada beberapa cara untuk memancingnya agar mau mengeram. Salah satunya adalah dengan meletakkan telur dari merpati lain di dalam sangkarnya. Apabila tidak tersedia telur asli, bisa digunakan telur palsu yang terbuat dari kayu atau batu kecil yang dicat putih menyerupai telur merpati asli. Bagi yang memelihara merpati untuk dimainkan, tidak masalah apakah telur itu bisa ditetaskan atau tidak — yang terpenting adalah merpati mau mengeram sehingga siklus giringnya bisa berulang.

Empat Faktor Utama Merpati Tidak Mau Giring

1. Lingkungan Kandang

Merpati hanya akan giring jika merasa lingkungannya aman dan mendukung untuk berkembang biak. Jika merpati tidak diumbar, pastikan kandang yang disediakan cukup luas agar pasangan bisa kawin dengan nyaman di dalamnya. Kandang yang terlalu sempit atau terlalu terbuka akan membuat merpati merasa tidak aman sehingga enggan untuk memasuki masa birahi. Merpati yang baru dibeli dan langsung giring lalu beberapa hari kemudian kehilangan hasrat, hal ini wajar terjadi. Biarkan merpati menyesuaikan diri dengan lingkungan barunya terlebih dahulu.

2. Pola Perawatan dan Pemberian Makan

Asupan makanan yang rutin dan memadai sangat mempengaruhi hasrat merpati untuk giring. Merpati yang kekurangan makanan cenderung tidak mau berkembang biak. Berikan makan minimal satu kali sehari, idealnya pada sore hari sekitar pukul 4 hingga 5. Pastikan merpati benar-benar kenyang setelah makan agar kebutuhan nutrisinya terpenuhi. Jika perlu, tambahkan suplemen vitamin atau jamu untuk menjaga stamina burung.

3. Kesehatan Burung

Merpati yang sedang sakit tidak akan memiliki hasrat untuk giring. Perhatikan perilaku burung secara seksama — jika ada tanda-tanda yang tidak biasa seperti lesu, nafas terengah-engah, atau bulu kusut, segera pindahkan ke kandang karantina dan berikan penanganan yang sesuai. Menjaga kesehatan merpati secara rutin jauh lebih baik daripada harus mengobati setelah sakit menyerang.

4. Karakter Individu Merpati

Tidak semua merpati memiliki tingkat birahi yang sama. Beberapa merpati memang bawaan dari lahir enggan untuk giring meskipun sudah diberikan perawatan terbaik. Jika setelah beberapa bulan merpati tetap tidak mau giring meskipun sudah bertelur dan beranak, pertimbangkan untuk menggantinya dengan yang baru. Namun untuk merpati yang masih muda atau baru dipelihara, bersabarlah — ada merpati yang butuh waktu hingga 3 bulan sebelum akhirnya mau birahi dan giring.

Tips Mempercepat Merpati Giring

Salah satu cara paling efektif untuk memancing birahi merpati adalah dengan memisahkan jantan dan betina selama kurang lebih satu minggu. Pisahkan keduanya agar jantan merasa rindu — ditandai dengan suara nggukk nggukk nggukk yang khas — sementara betina akan menjadi lebih responsif saat didekati. Setelah keduanya menunjukkan tanda-tanda siap, barulah dijodohkan kembali.

Selain itu, memelihara merpati lebih dari satu pasang juga bisa mempercepat proses giring. Merpati adalah hewan yang hidup berkelompok dan cenderung saling bereaksi terhadap pasangan lain di sekitarnya. Kehadiran pasangan merpati lain akan mendorong merpati untuk lebih cepat memasuki masa birahi.

Sumber: hewanpeliharaan.org