Giring, keket, atau ngeket adalah nama yang berbeda untuk satu perilaku yang sama: merpati jantan mengejar-ngejar betina menjelang betina bertelur. Perilaku ini muncul alami pada hampir semua jenis merpati, baik merpati hias, merpati pos, maupun merpati yang biasa dilombakan. Yang membedakan hanya tingkat kegigihannya.
Memahami siklus ini penting bagi siapa pun yang memelihara merpati. Banyak pemula justru memaksa burungnya terus giring tanpa memberi kesempatan kawin dan bertelur, dan akibatnya burung mudah loyo, rusak, bahkan berhenti giring sama sekali.
Siklus Giring Normal pada Merpati
Siklus normal di sini merujuk pada merpati yang dibiarkan berkembang biak secara wajar, bukan merpati yang disiapkan untuk lomba. Urutannya berjalan seperti berikut.
1. Berjodoh. Merpati yang sudah dewasa akan mencari pasangannya sendiri. Proses penjodohan biasanya berlangsung sekitar 1-3 hari, kadang lebih. Setelah merasa cocok, sepasang merpati akan memilih tempat untuk mulai berbiak. Penjodohan juga bisa dibantu dengan mengumbar jantan dan betina bersamaan, atau mengurung keduanya dalam satu kandang. Untuk detailnya, simak cara menjodohkan merpati agar giring keras.
2. Kawin. Setelah berjodoh, mereka memulai kawin dan proses ini berlangsung terus sampai betina akhirnya bertelur.
3. Giring. Sekitar 2-3 hari setelah kawin, jantan mulai mengejar-ngejar betina. Fase giring ini berlangsung sekitar 4-5 hari. Perilaku jantan selama masa ini bisa dibaca lebih rinci di artikel perilaku merpati pada masa kawin dan giring.
4. Bertelur. Betina bertelur sekitar 5 hari setelah giring dimulai, atau sekitar 7-8 hari setelah kawin pertama maupun setelah telur dicabut.
5. Mengeram. Pengeraman berlangsung 19-22 hari. Cara membagi tugasnya unik: jantan biasanya mengeram pada pagi dan sore, sedangkan betina mengambil alih sepanjang siang dan malam.
6. Menetas dan membesarkan anak. Telur menetas setelah masa mengeram selesai. Induk memberi makan anaknya sampai cukup besar, sekitar 28 hari, lalu siklus kembali berulang dari tahap kawin.
Siklus Merpati yang Dimainkan
Merpati yang dipakai ikut lomba mengikuti siklus yang berbeda. Siklus ini disepakati para penghobi supaya burung-burung mereka giring pada waktu bersamaan dan siap dilombakan pada tanggal yang sama.
Urutannya hampir sama, tetapi berakhir pada tahap cabut telur, bukan beranak: berjodoh, kawin, giring, bertelur, mengeram, lalu telur dicabut, dan kembali kawin lagi. Perbedaan utamanya ada di dua titik. Pertama, pengeraman dipendekkan menjadi sekitar 7 hari saja supaya stamina burung pulih dan dia siap dimainkan kembali. Kedua, telur diambil saat induk mengeram, sarang dibersihkan, lalu burung kawin dan giring lagi dari awal.
Burung yang sudah berumur biasanya baru dihentikan dari putaran ini dan dibiarkan mengeram penuh sampai menetas. Selama masa penggiringan, perhatikan juga cara membuat merpati giring keras dan penyebab umumnya betina mangkrak di artikel kenapa merpati tidak bertelur.
Kesalahan yang Paling Sering Terjadi
Kesalahan khas pemain pemula adalah memaksa merpati terus giring tanpa dibiarkan kawin. Padahal giring yang sehat selalu diikuti kawin, sebaiknya satu kali setiap hari, agar betina bertelur tepat waktu: 4-5 hari sejak giring dimulai, atau 7-8 hari sejak kawin pertama.
Dengan menjaga ritme kawin dan bertelur itu, siklus tetap berjalan sebagaimana mestinya dan burung tidak kelelahan karena digiring terus-menerus tanpa hasil.
Sumber: https://www.hewanpeliharaan.org/merpati/siklus-giring-dan-bertelur-pada-burung-merpati/
Komentar