Setia pada Pasangan

Merpati dikenal sebagai burung yang sangat setia terhadap pasangannya. Ia tidak pernah ingkar janji, dan sifat inilah yang kemudian dimanfaatkan para penggemar, baik untuk lomba merpati tinggian maupun balap merpati. Namun, ada satu fase yang membuat perilaku merpati berubah dari hari-hari biasanya, yaitu siklus masa kawin.

Apa Itu Giring / Ngeket?

Di kalangan merpatimania, siklus masa kawin sering disebut dengan istilah giring atau ngeket. Pada fase ini, merpati jantan menunjukkan perilaku yang berbeda dari biasanya. Umumnya perilaku ini muncul pada burung yang sudah dijodohkan, atau berjodoh sendiri. Sang jantan akan terus menempel betinanya sambil merayu dengan gaya khas: menggembungkan tembolok (crop), mengembangkan bulu, dan merebahkan sayapnya. Jika rayuan itu berhasil, kedua burung segera kawin. Setelahnya, jantan biasanya mulai mengumpulkan bahan untuk membuat sarang di dalam kandang.

Untuk memahami cara membedakan jenis kelamin burung sehingga jodoh bisa dipasangkan dengan tepat, baca juga artikel kami tentang cara membedakan merpati jantan dan betina.

Umur dan Proses Bertelur

Siklus giring umumnya mulai terjadi setelah merpati berumur 5–8 bulan. Betina akan bertelur 7–10 hari setelah kawin, dengan jumlah 1–2 butir, lalu mengeraminya selama sekitar 18 hari. Telur pertama biasanya diletakkan setelah sarang selesai dibuat, dan sering terjadi pada sore hari. Pengeraman dilakukan bergantian oleh induk jantan dan betina: jantan lebih sering mengeram pada pagi dan sore, sementara betina mendapat jatah siang dan malam.

Penetasan terjadi setelah telur dierami selama kurang lebih 19–22 hari. Setelah menetas, sebaiknya anakan jangan dipisahkan sebelum mampu mencari pakan sendiri. Induk merawat dan memberi makan anaknya hingga umur sekitar 28 hari, atau sampai anakan bisa mencari makan sendiri.

Anda juga bisa menyimak ulasan kami tentang proses bertelur merpati secara lengkap serta tips memastikan kesuburan telur agar fertil sebelum menetas.

Kunci Sukses Giring

Agar siklus giring berjalan lancar dan berkualitas, perhatikan juga teknik pengeketan atau giring saat melatih. Burung yang digiring dengan benar akan semakin ngotot kembali ke kandang maupun menemui betinanya. Simak panduan kami tentang cara mengeketkan (giring) merpati yang sudah kami bahas terpisah.

Sumber: omkicau.com