Merpati yang sudah matang gonad tapi tidak kunjung bertelur sering bikin lofter bingung. Masalahnya bisa datang dari arah mana saja: betinanya bermasalah, jantannya bermasalah, atau justru lingkungan dan perawatan yang belum mendukung. Sebelum mengobati atau mengganti indukan, kenali dulu penyebabnya supaya penanganannya tepat sasaran.

Faktor Lingkungan dan Perawatan

Merpati yang sehat dan mendapat pakan cukup pada dasarnya punya insting berkembang biak dengan sendirinya. Kalau indukan tidak juga bertelur, cek dulu apakah lingkungan kandang dan pakan sudah tercukupi. Kandang yang terlalu sempit atau berpasangan dengan burung lain bisa mengganggu proses kawin — dalam kasus seperti ini, umbar merpati di kandang yang lebih luas biasanya mempercepat mereka mulai berproduksi. Pakan bergizi, grit dan kalsium yang cukup juga berperan besar dalam menyiapkan tubuh betina untuk bertelur.

Siklus kawin dan giring yang sehat adalah prasyarat utama sebelum telur pertama muncul. Pelajari ciri merpati yang sudah siap dijodohkan supaya Anda tidak memaksakan pasangan yang belum matang. Begitu giringan terbentuk dengan baik, proses kawin dan peneluran biasanya berjalan lancar tanpa perlu campur tangan berlebihan.

Faktor Kesehatan

Merpati yang sedang sakit nyaris tidak pernah punya keinginan untuk berkembang biak. Kalau indukan terlihat lesu, nafsu makan turun, atau ada gejala penyakit tertentu, segera pisahkan dan obati sesuai penyakitnya. Setelah kondisi benar-benar pulih, umbar kembali burungnya lalu jodohkan ulang. Memaksa indukan yang masih dalam masa pemulihan untuk kawin hanya akan membuang waktu dan menambah stres burung.

Kelainan telur seperti telur kosong atau cangkang tipis sering jadi tanda masalah kesehatan yang lebih dalam. Kalau Anda mengalaminya, simak juga penyebab dan solusi telur merpati tidak menetas karena banyak kasus telur kosong dan telur gagal menetas berhubungan erat.

Faktor Kesuburan Betina

Ada kasus di mana merpati sudah kawin rutin, perawatan lancar, lingkungan bagus, tapi bertelur terus kosong. Umur mempengaruhi kesuburan — merpati yang terlalu muda biasanya butuh waktu lebih lama sebelum siap bertelur. Kalau setelah cukup umur tetap belum produktif, kemungkinan ada masalah kesuburan yang perlu ditangani.

Beberapa langkah yang bisa dicoba untuk merangsang kesuburan betina: sendirikan burung sementara dan beri pakan gabah, perpanjang waktu penjemuran, serta pastikan grit dan kalsium tersedia terus-menerus. Vitamin ayam petelur atau multivitamin penyubur bisa diberikan sesuai dosis, sambil sesekali memberi sumber protein alami seperti udang ebi yang sudah direndam lunak. Vitamin E juga bagus untuk kesuburan sekaligus kesehatan bulu.

Merpati Jantan Mandul

Kemandulan juga bisa datang dari jantan. Penyakit dan umur adalah dua penyebab paling umum — pacekan yang sudah berumur biasanya lambat laun berhenti berproduksi. Untuk mengembalikan kesuburan jantan, tambahan mineral dan protein tinggi bisa membantu. Kerang atau telur keong sawah kaya mineral dan sering dipakai untuk menstimulasi kesuburan pacekan. Catatan: pemberian kerang bisa menyebabkan bulu rontok, jadi tidak disarankan untuk burung player yang sedang aktif — cocoknya untuk pacekan yang hanya berada di kandang. Air kelapa atau air minum yang diberi suplemen mineral bisa melengkapi upaya ini.

Kesimpulan

Merpati tidak bertelur bukan berarti indukan harus langsung diganti. Identifikasi dulu penyebabnya — lingkungan, kesehatan, kesuburan betina, atau kemandulan jantan — baru tentukan langkah penanganannya. Dengan perawatan yang tepat dan kesabaran, sebagian besar kasus masih bisa diselesaikan tanpa harus membuang indukan yang berharga.