Musim balap merpati pos jarak ekstrem (xtreme long distance) di Indonesia tahun 2026 memasuki puncaknya. Pekan ini para penghobi merpati pos diramaikan kabar leg penutup MITS LLB 2026, yaitu pelepasan dari Sumbawa menuju Jakarta dengan jarak tempuh sekitar 1.200 kilometer. Sejumlah burung andalan mulai dilaporkan kembali ke kandangnya masing-masing setelah menempuh rute terpanjang musim ini.
Apa itu MITS LLB 2026?
MITS LLB 2026 merupakan seri balap merpati pos long distance yang diikuti para breeder dan penghobi dari berbagai daerah. Rutenya berjenjang dari jarak menengah hingga ekstrem: Probolinggo–Jakarta sekitar 750 kilometer, Bali–Jakarta sekitar 1.000 kilometer, dan puncaknya Sumbawa–Jakarta sekitar 1.200 kilometer. Burung yang berhasil pulang dari rute terjauh ini dinilai memiliki navigasi, stamina, dan kualitas gen terbaik.
Tompel Sakti: juara di Bali, pulang dari Sumbawa
Salah satu kabar yang ramai diperbincangkan adalah Tompel Sakti, merpati pos milik Yudha Yusro Topbreeder asal Jakarta. Burung ini mencatatkan diri sebagai juara di leg Bali–Jakarta 1.000 kilometer sekaligus kandidat kuat gelar Ace Pigeon, sebutan untuk burung dengan performa terbaik dalam satu musim. Tidak berhenti di situ, Tompel Sakti juga dilaporkan kembali ke kandang setelah pelepasan dari Sumbawa pada leg 1.200 kilometer.
Dalam unggahan media sosial 11–13 Agustus 2026, sang pemilik membagikan video kedatangan burung-burungnya dengan keterangan "uda sampe" (sudah sampai), termasuk Super Sumbawa, keturunan unggulan dari lini breeding Super Sumbawa yang memang disiapkan khusus untuk rute terjauh ini.
Kenapa jarak 1.200 km itu istimewa?
Menempuh 1.200 kilometer bukan sekadar soal kecepatan terbang. Burung harus melintasi laut, menghadapi perubahan cuaca, angin kencang, hingga ancaman predator. Insting homing yang kuat dan kondisi fisik prima menjadi penentu utama. Karena itu merpati pos yang berhasil pulang dari rute Sumbawa–Jakarta sangat dihargai, baik untuk lomba maupun untuk breeding — keturunannya dianggap mewarisi kemampuan navigasi yang luar biasa. Pelajari juga cara melatih merpati pos racing agar juara agar burung siap menghadapi rute-rute panjang seperti ini.
Hasil resmi menyusul
Perhitungan hasil resmi leg Sumbawa–Jakarta biasanya menyusul setelah semua peserta clocked atau batas waktu berakhir. Para pecinta merpati pos tinggal menunggu daftar pemenang untuk memastikan siapa yang berhak menyandang gelar juara musim ini. Sambil menunggu, tidak ada salahnya mempelajari ciri-ciri merpati yang berkualitas untuk menilai potensi burung di kandang sendiri.
Kabar-kabar lain seputar dunia merpati pos bisa disimak di kategori Merpati Pos MerpatiID.
Sumber: unggahan media sosial Yudha Yusro Topbreeder (Facebook, 11–13 Agustus 2026) serta akun komunitas merpati pos.
Komentar