Dunia merpati pos balap Eropa kembali menyoroti satu nama yang konsisten di puncak: pasangan ayah-anak Norbert dan Stefan Ally dari Aarsele, Belgia. Laporan terbaru PIPA per 20 Oktober 2026 menyebut keduanya musim ini tetap mencatat prestasi tinggi, baik di kandang sendiri maupun di banyak lofter lain yang memakai darah galur Ally.

Galur Angouleme Vooruit yang Menyebar ke Seluruh Belgia

Kekuatan utama kandang Ally ada pada garis keturunan Angouleme Vooruit. Merpati jantan bernama Angouleme Vooruit (BE17-3011637) itu dulunya menjuarai kejuaraan nasional Angouleme saat masih burung muda, pada hari yang sangat panas, dengan kecepatan jauh di atas rombongan lain. Setelah pensiun dari lintasan, ia menjelma indukan andal yang keturunannya terus menorehkan hasil di lofter seantero negeri.

Daftar panjangnya sebut saja: kemenangan 1st National Narbonne 2026 oleh Chris Hebberecht dengan cucu Angouleme Vooruit, 1st National Tulle di Cassaert-Senechal, 1st National Souillac di Karlo Van Rompay, serta 1st International Narbonne lewat keturunan betina Angouleme Vooruit di Batenburg-v.d. Merwe. Bahkan Karlo Van Rompay sendiri tercatat sebagai ayah dari 1st National Aurillac Yearlings 2026 di kandang Olivier Poussart. Di samping itu ada pula 1st National Ace Pigeon KBDB Long Distance milik Sam Bostoen dari cucu New Schumi.

Seleksi Ketat, Kualitas di Atas Kuantitas

Di kandang Ally, gaya kerjanya justru sederhana: sedikit burung, tapi kualitas terjaga. Mereka tidak gemar menonjolkan diri — angka dan hasil berbicara sendiri selama bertahun-tahun. Filosofi seleksi yang ketat dan konsisten itulah yang membawa galur mereka ke puncak dunia merpati pos, terutama ketika rute panjang dan cuaca buruk menentukan. Kembali ke rumah dari jarak jauh dengan kondisi sulit memang menjadi ujian sesungguhnya bagi merpati pos, dan di sinilah kualitas garis Ally teruji.

Pencapaian di kandang sendiri juga patut dicatat: gelar KBDB nasional kategori young birds great middle distance pada 2022, kemenangan 1st National Cahors, serta 1st Provincial Orleans dari 8.390 merpati. Angka-angka itu memperkuat rekam jejak galur yang sudah lama dikenal lewat nama Schumi dan Neymars selain Angouleme Vooruit.

Untuk penggemar merpati pos di Indonesia, kisah ini mengingatkan bahwa kesuksesan lomba jarak jauh tidak lahir dari jumlah burung, melainkan dari seleksi garis yang disiplin dan kesabaran membangun beberapa musim berturut-turut. Ketertarikan pada cara lomba merpati pos bisa dimulai dari panduan cara menghitung kecepatan merpati pos, sejarah panjangnya di sejarah merpati pos sejak 776 SM, atau menelusuri kumpulan artikel di label merpati pos.

Sumber: PIPA — https://www.pipa.be/en/articles/norbert-stefan-ally-aarsele-be-continue-race-pigeons-very-high-level-42015