Melatih merpati balap sprint tidak bisa asal dilepas begitu saja. Burung dengan garis keturunan juara sekalipun tetap butuh pola latihan yang teratur agar bakatnya muncul optimal. Artikel ini menyusun ulang panduan pelatihan awal merpati balap sprint, dari penyesuaian jarak terbang pertama sampai empat pola terbang yang umum dimiliki burung balap.
Kapan Latihan Boleh Dimulai
Pelatihan bisa dimulai sehari setelah teloran kedua, atau sekitar sebulan kemudian, ketika pasangan sudah benar-benar ngeket. Jangan buru-buru melatih si jantan bila betina belum bertelor. Tanpa dorongan ngeket, burung yang dipaksa berlatih justru rawan kabur karena tidak punya alasan untuk kembali.
Waktu latihan yang lazim dipilih adalah sekitar pukul 11.00, sesudah burung dijemur. Siapkan dua kandang kecil yang dipisahkan 5-10 meter. Masukkan kedua merpati ke kandang masing-masing, lalu biarkan si jantan lepas sesaat untuk beradaptasi dan menghampiri betina. Setelah itu minta perawat membawa si jantan kembali ke kandangnya.
Untuk memancing si jantan giring, lepaskan betina sampai sayapnya mengembang penuh. Bila burung sudah giring, dia akan terbang kembali mendatangi betina. Ulangi latihan ini 4-5 kali sehari selama 1-2 hari. Setelah teloran ketiga dan burung makin giring, jarak dinaikkan menjadi 20-50 meter selama 3-4 hari dengan frekuensi 2-5 kali. Beberapa penangkar bahkan langsung memakai jarak 20-50 meter sejak awal, asalkan burungnya tergolong cerdas. Panduan lebih lengkap soal tahap ini ada di Melatih Merpati Balap dengan Benar.
Tujuan Latihan Jarak Pendek: Terbang Lurus
Latihan 5-10 meter maupun 20-50 meter sebenarnya ditujukan satu hal: membiasakan burung terbang lurus. Tanpa kebiasaan ini, si jantan cenderung terbang ke atas dan berputar-putar dulu sebelum sampai di betina, waktu yang terbuang sia-sia saat lomba.
Ada trik sederhana agar burung makin lurus jalurnya: sang joki perlahan mundur secara teratur saat burung dilepas. Contohnya, bila jarak awal pelepas dan joki 10 meter, saat si jantan mulai dilepas sang joki sudah berjarak sekitar 5 meter lagi dari posisi semula. Posisi menangkap juga menentukan. Joki sebaiknya jongkok agar burung terbiasa terbang lurus dan rendah, sekitar 2-3 meter dari tanah, dan menangkap burung di tanah - bukan di tangan. Kalau sejak awal dilatih ditangkap di tangan dengan joki berdiri, merpati akan terbang makin tinggi. Akibatnya di lomba joki terpaksa menjambret burung, kebiasaan yang dikenal dengan sebutan barongsai.
Satu kesalahan kecil yang sering terjadi: tangan kiri joki diletakkan di depan atau di atas betina, sehingga pandangan si jantan terhalang. Burung jadi ragu-ragu mendarat dan kecepatannya turun. Posisi tangan kiri lebih baik berada di belakang tangan kanan.
Empat Pola Terbang Merpati Balap
Setelah burung mampu terbang lurus, jarak dilatihkan lagi sampai 200-400 meter. Pada tahap ini karakter burung mulai terlihat, terutama saat bertemu lawan tanding: ada yang memukul dari atas, ada yang zigzag mengganggu lawan, ada yang mengusir lawan dengan mengepakkan sayap. Kebiasaan seperti ini umumnya sifat bawaan dan sulit dilatih. Tiap merpati balap juga punya pola terbang berbeda yang memengaruhi kecepatannya. Ada empat pola umum yang dikenal:
- Terbang datar lurus ke depan. Pola paling disukai joki dan dimiliki banyak merpati balap handal. Kuncinya kekuatan otot sayap, karena burung tidak memanfaatkan gravitasi bumi sebagai bantuan. Tanpa otot yang prima, burung mudah kehabisan tenaga dan napas.
- Terbang menurun lalu mendatar. Kecepatannya lebih rendah karena ada waktu untuk menukik sesaat. Pola ini efektif pada lintasan pendek yang mengandalkan keseimbangan badan serta refleks sayap dan ekor.
- Terbang zigzag. Jarang dipakai karena butuh keseimbangan dan refleks tinggi. Sudut zigzag dimanfaatkan untuk memperkecil tekanan angin saat terbang melawan angin.
- Terbang melambung lalu meluncur ke bawah. Mirip cara elang memburu mangsa: tenaga lebih sedikit dikeluarkan karena luncuran awal terbantu gravitasi. Pola ini mampu mengimbangi terbang datar lurus pada lintasan panjang, tapi tidak efisien untuk lintasan pendek karena ada waktu terbuang saat melambung.
Mengetahui pola terbang burung sejak dini membantu menentukan perlombaan yang tepat - jarak pendek atau panjang. Untuk ukuran jarak resmi, cek Jarak Lomba Merpati Balap Sprint PPMBSI. Selain pola terbang, kekuatan napas menentukan performa akhir burung; peliharaannya dibahas di Melatih Nafas Merpati Agar Kuat. Tahap pencetakan burung sebelum masuk pelatihan ini sendiri mengacu pada Panduan Praktis Cetak Merpati Balap Sprint.
Sumber: omkicau.com
Komentar