Jamu untuk Stamina, Bukan Kecepatan

Dunia adokan merpati kini semakin ramai. Dari anak kecil hingga orang dewasa, semua berlomba melatih burungnya di sawah. Dalam setiap permainan — entah balap, tinggi, kolong, maupun pos — tentu dibutuhkan stamina yang cukup dan kondisi tubuh burung yang prima agar hasilnya maksimal. Kondisi fit ini sangat ditunjang oleh pola perawatan dan pemberian jamu.

Perlu dipahami, jamu sejatinya tidak menambah kecepatan burung. Fungsinya adalah memulihkan stamina yang terkuras setelah latihan serta membantu birahi merpati semakin bergairah, sehingga ia ngotot terbang menuju betinanya.

Pola Pemberian yang Benar

Agar jamu dan obat tidak sia-sia, pola pemberiannya harus diatur. Pemberian yang asal-asalan bisa membuat jamu tidak berefek saat burung dimainkan, bahkan mengganggu kualitas giringan. Pola berikut dikutip dari para senior di forum PPMBSI dan bersifat fleksibel — setiap team bisa menyesuaikan dengan perawatan masing-masing.

Inti polanya: berikan jamu saat burung sedang mengeram dan setelah latihan pada sore hari sehabis makan, dengan dosis sesuai takaran produk. Saat istirahat atau mengeram adalah waktu terbaik karena burung benar-benar beristirahat dan memulihkan stamina setelah giring.

Jadwal Contoh (Senin–Minggu)

Berikut gambaran pola mingguan yang umum diterapkan:

  • Senin: bebas
  • Selasa: jamu pemulih stamina
  • Rabu: vitamin
  • Kamis: jamu penjaga kesehatan
  • Jumat: vitamin
  • Sabtu (cabut telur): vitamin
  • Minggu: jamu pemulih stamina

Vitamin yang biasa digunakan antara lain vitamin B kompleks dan kalsium (kalek) yang mudah didapat di pasaran. Jangan lupa berikan grit (asinan) agar penyerapan nutrisi lebih optimal.

Untuk racikan yang bisa dibuat sendiri, baca resep kami tentang jamu pendongkrak stamina merpati lomba. Simak juga pilihan jamu merpati giring keras serta daftar vitamin dan suplemen yang wajib bagi merpati lomba.

Sumber: hewanpeliharaan.org