Tim balap merpati asal Belgia kembali mencuri perhatian. Team Verschoot dari Ingelmunster mencatatkan kemenangan impresif pada balapan jarak jauh Valence II, dengan hanya mengikutsertakan tiga ekor burung yearling. Hasilnya? Posisi 1 dan 4 di klasemen provincial, sekaligus posisi 6 dan 26 di klasemen nasional. Sebuah pencapaian yang nyaris mustahil di tengah kondisi balapan yang disebut sangat berat.
Ujian Berat di Tengah Gelombang Panas
Valence II kali ini menjadi ujian sesungguhnya bagi para peserta. Pada pekan menjelang balapan, Belgia dilanda gelombang panas terparah dalam sejarah. Bahkan di hari pelepasan, suhu di sebagian wilayah Prancis mencapai 40 derajat Celsius. Cuaca ekstrem seperti ini jelas bukan halangan bagi burung-burung Team Verschoot yang dikenal ulet dan tahan banting. Peristiwa ini mengingatkan pada balapan Angoulême 2018 yang sama-sama panasnya, ketika burung legendaris Armando menutup karier balapnya dengan menjuarai National Angoulême Old Birds dan meraih gelar 1st National Ace Pigeon Long Distance KBDB serta 1st Olympic Pigeon Category C Poznan 2019.
Valentien, Penerus Darah Emas
Kunci kemenangan kali ini adalah seekor betina bernama Valentien (BE25-3037010). Valentien merupakan keturunan langsung dari garis emas Armando dan Contador — sang superstar yang juga pernah meraih posisi 3 National Angoulême. Ayahnya, Calimeros 388/23, adalah saudara dari indukan fondasi Calimero, lahir dari pasangan Copy Armando dan PIPA Try (anak Contador). Sementara induknya, Minerva 905/23, membawa darah 100 persen Tom Van Gaver melalui jalur All-in Little Ricky dan Finn.
Rekor Valentien memang tidak main-main: 1st Provincial Valence (109 ekor), 6th National Valence (1.473 ekor), 8th Provincial Toury (3.409 ekor), serta 9th Provincial Argenton I (4.048 ekor). Ia membuktikan diri sebagai salah satu betina terbaik di lof Team Verschoot musim ini.
Musim 2026 yang Semakin Padat Prestasi
Kemenangan Valence II ini melengkapi rentetan hasil apik Team Verschoot sepanjang 2026. Sebelumnya mereka sudah mencatat 1st National Zone dan 3rd National Bourges, disusul 4th National Limoges I Old Birds. Dari Argenton, Cahors, La Châtre, hingga Sancoins, burung-burung mereka konsisten menembus papan atas, termasuk 7 dari 7 burung lolos klasemen pada balapan Cahors Provincial. Dieter bersama mentor Joël Verschoot jelas sedang membangun tim yang solid — dan darah Armando serta Contador masih menjadi tulang punggung lof legendaris ini.
Bagi penghobi merpati pos Tanah Air, kabar ini sekaligus mengingatkan bahwa cuaca panas dan kekeringan adalah tantangan terbesar bagi merpati pos. Persiapan fisik dan manajemen lof yang matang sejak awal — termasuk cara melatih merpati pos balap agar juara — adalah kunci agar burung tetap prima saat hari pelepasan tiba. Selengkapnya soal dunia merpati pos dan lomba jarak jauh bisa disimak di MerpatiID.
Komentar