Merpati tomprang merupakan salah satu jenis merpati yang paling diminati oleh para penghobi di Indonesia. Dalam sistem tomprang, burung merpati dilepas dari jarak sekitar 6,5 kilometer dan harus terbang menuju area yang telah ditentukan untuk menghampiri joki atau pemiliknya. Kompetisi ini menguji ketangkasan, kecepatan, serta ketepatan terbang dan mendarat burung.

Turnamen Merpati Tinggi Tomprang Posmeti 2026

Perkumpulan Olahraga Seni Merpati Terbang Tinggi (Posmeti) baru saja menggelar Turnamen Merpati Tinggi Tomprang dalam rangka menyambut Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Turnamen ini berlangsung di kawasan Pondok Kopi, Jakarta Timur dan menjadi salah satu agenda tahunan yang mempertemukan para penghobi dan komunitas merpati tinggian dari berbagai daerah.

Dalam kompetisi tahun ini, seekor merpati bernama "Pangeran" berhasil tampil sebagai juara pertama pada giringan A. Burung milik Koh Dicky Tan dari tim AO Kandang Hijau tersebut berhak membawa pulang piala dan hadiah uang tunai sebesar Rp45 juta. Kemenangan ini menjadi pencapaian penting bagi tim AO setelah sebelumnya mengikuti sejumlah turnamen dengan hasil yang belum maksimal.

Silsilah Merpati Juara

Yang menarik dari "Pangeran" adalah garis keturunannya yang sangat istimewa. Merpati ini merupakan hasil ternakan peternak merpati tomprang bernama Yudi Cahyo Pramono, dengan garis keturunan dari merpati legendaris bernama "Binter" yang dikenal kerap menjuarai berbagai perlombaan di kawasan Pulomas, Jakarta Timur.

"Pangeran darah 'Binter', tepatnya cucu Binter (Pulomas)," ujar Yudi Cahyo Pramono. Pencapaian "Pangeran" ini juga memperkuat catatan prestasi garis keturunannya, karena kakak "Pangeran" yang bernama "Sultan" sebelumnya juga meraih juara di kompetisi serupa.

Kunci Keberhasilan Tim AO

Pemilik Kandang Hijau, Erwan Hariyanto, mengatakan bahwa kemenangan "Pangeran" tidak terlepas dari kerja keras tim, joki, serta para pelepas burung yang selama ini mendukung proses latihan hingga mengikuti perlombaan. Komunitas merpati tinggian di kawasan Pondok Kopi dan Pulomas sendiri telah berkembang selama puluhan tahun, dan Posmeti menjadi salah satu wadah bagi para penghobi untuk menyalurkan olahraga dan seni merpati terbang tinggi sekaligus mempererat hubungan antarpenghobi.

"Alhamdulillah tahun 2026 ini, Pangeran sukses menjadi juara satu. Berkat joki, tukang lepas, dan doa semuanya, sampai bisa menjadi juara satu," ungkap Erwan. Ia berharap prestasi tersebut dapat semakin memperkuat kekompakan tim AO dan menjadi motivasi untuk menghadapi turnamen berikutnya.

Sumber: ANTARA News