Memilih merpati tinggian yang benar-benar berkualitas itu penting, baik untuk keperluan lomba maupun sebagai indukan. Burung bagus biasanya berasal dari induk yang sudah berprestasi, dan harganya otomatis melonjak — apalagi kalau induknya sudah punya nama di berbagai arena. Untuk itu penghobi perlu punya pegangan saat menilai bakalan, bukan sekadar ikut-ikutan.

Penilaian bisa dilakukan dengan meraba, melihat, dan merasakan. Dari pengalaman para penghobi merpati di kawasan Berbah, DIY — daerah yang cukup padat penghobi dan rutin menggelar lomba merpati tinggian maupun balap — cara paling banyak dipakai adalah membaca bentuk tubuh secara keseluruhan, dari kepala sampai telapak kaki. Bentuk tubuh itu sendiri bisa memberi petunjuk soal kualitas sifat dan karakter burung.

Kalau Anda menemukan burung dengan bentuk seperti yang diuraikan di bawah dengan harga murah, boleh dibilang beruntung — kemungkinan besar burung itu berkualitas dan berpeluang jadi juara. Namun bagian terpenting sesudahnya adalah merawatnya dengan benar, karena tanpa perawatan yang tepat potensi itu tidak akan pernah keluar.

12 Ciri Fisik Merpati Tinggian Berkualitas

Uraian berikut berfokus pada bentuk fisik semata dan disusun dari kepala ke kaki. Setiap bagian punya ukuran atau tanda khusus yang bisa dicek langsung saat memegang burung.

1. Bentuk Kepala

Pilihlah burung berkepala besar dengan batok kepala bagian depan lebih tinggi daripada batok belakangnya. Patokan lain yang lebih terukur: derajat kemiringan antara pangkal hidung ke atas batok kepala depan sebaiknya berkisar 45–60 derajat, bukan 90 derajat.

Kepala dengan kemiringan 90 derajat umumnya hanya bagus turun dari satu arah saja, yaitu lurus ke bawah seperti arah jam 12. Sebaliknya, kepala dengan kemiringan 45–60 derajat jauh lebih fleksibel karena bisa turun dari arah mana pun. Selain itu, burung bertipe kepala seperti ini pada umumnya lebih cerdas, terutama dalam hal mengingat, dibanding yang lain.

2. Mata

Periksa mata lebih dulu sebelum menilai bagian tubuh yang lain. Yang pertama dilihat adalah pupil, yaitu bulatan hitam di tengah. Pupil wajib merespons cahaya matahari dengan cepat: mengecil nyata ketika diarahkan ke matahari, bukan mengecil sedikit saja, dan kembali normal dengan cepat begitu cahayanya dijauhkan. Burung dengan pupil yang lambat merespons sebaiknya langsung dikesampingkan.

Selain itu, cari burung yang punya cincin berwarna menempel pada biji mata, boleh hijau atau warna lain. Alternatif lain adalah mata dengan dua warna, misalnya kuning tua dengan kuning muda, merah muda dengan putih, atau merah tua dengan hijau tua. Satu ciri lagi: warna bagian tengah mata sebaiknya lebih tenggelam daripada warna luarnya. Untuk menilainya, tempatkan burung di tempat teduh — di bawah sinar matahari langsung kedua warna justru menyatu dan tampak seperti titik-titik yang melebur.

Mata menentukan banyak hal saat burung terbang tinggi, jadi jangan terburu-buru membeli tanpa meneliti bagian ini.

3. Bentuk Paruh

Paruh yang diinginkan berbentuk runcing di ujungnya, tidak terlalu besar dan tidak terlalu panjang. Sebagai patokan proporsi, jarak dari ujung hidung ke ujung paruh sebaiknya sedikit lebih pendek daripada jarak dari pangkal hidung sampai batok kepala depan paling atas.

4. Jenis Bulu

Bulu yang sehat akan berkilau saat terkena matahari langsung. Namun untuk urusan bulu basah atau kering, ini bukan penentu — banyak burung juara justru punya keduanya. Yang lebih penting adalah lar, yaitu bulu terbang bagian luar. Ujung lar merpati tinggian umumnya membulat, tidak lancip.

Dari pengalaman lapangan, merpati yang punya empat lar terluar dengan selisih panjang mencolok dari lar lainnya cenderung stabil terbang tinggi. Kalau ingin memahami lebih jauh cara membaca bagian ini, simak panduan Lar Merpati: Pengertian dan Cara Menghitungnya.

5. Leher

Pilih leher yang kuat dan tidak terlalu panjang. Tulang leher sebaiknya tegak dan kencang saat burung mendongak ke atas, namun kembali lentur begitu posisinya turun. Leher yang selalu tegak terus justru terkesan kaku dan kualitas fleksibelnya kalah dibanding tipe yang kembali mengendur.

Untuk panjang, leher yang sedikit lebih pendek dari tulang dadanya lebih disukai.

6. Postur Tubuh

Merpati tinggian yang baik memiliki postur "njantung", yaitu berbentuk seperti jantung pisang, dengan daging yang enak dipegang dan lentur. Postur ini memungkinkan burung bermanuver sekali jadi dari ketinggian saat digeber oleh betinanya. Ciri pendukungnya: burung yang berani terjun dari ketinggian biasanya terasa berat di bagian depan ketika dipegang.

7. Bentuk Hidung

Hidung dibagi ke dalam tiga tipe yang semuanya masih dianggap bagus, asalkan memenuhi syarat warna dan arah pangkalnya:

  • Hidung besar, panjang, dan menggembung, bukan turunan prambon Merpati Pos. Jika warna kapurnya pekat dan pangkal hidung bagian bawah menjorok ke belakang, burung ini termasuk kategori unggul.
  • Hidung besar, panjang, dan melekat ke paruh, khas Merpati Prambon. Pada hidung seperti ini, warna kapur pekat akan memperlihatkan garis-garis samar sejajar berwarna merah di sepanjang hidung, dengan pangkal bawah tetap menjorok ke belakang.
  • Hidung kecil dan menggembung, termasuk strain Jawa seperti Jawa Sungut atau Jawa Deles. Warnanya kapur pekat dengan pangkal bawah menjorok ke belakang, dan ini juga salah satu ciri merpati unggul.

8. Bentuk Sayap

Sayap adalah alat utama burung untuk terbang, jadi penilaiannya paling detail. Bahu sayap harus kuat dan lentur, tidak kaku. Ada beberapa varian bentuk bahu yang sama-sama baik: tebal bulat, pendek berotot, atau pipih lebar berotot.

Bulu sayap sebaiknya tebal, kencang, dan tidak bergelombang. Untuk bagian landing, pilih yang lebar dengan jarak antarbulu rapat dan ujungnya runcing. Tulang bulu sayap berukuran besar, kuat, dan sedikit lentur di ujungnya.

Saat dipegang, sayap yang sedikit "mekongkong" atau renggang justru lebih baik daripada sayap yang merapat rapat ke badan. Burung dengan sayap merapat ke badan umumnya kualitas turunnya kalah.

9. Bentuk Dada

Dilihat dari depan, cari dada berbentuk huruf V. Dada seperti ini membuat burung cepat turun dari arah mana pun. Hindari dada berbentuk huruf O atau yang datar. Untuk tulang dadanya, pilih yang sedikit lebih panjang dari jari telunjuk orang dewasa, atau berpaling sama panjang.

Besar-kecilnya dan jarak pinggang juga berpengaruh pada keseimbangan terbang. Pinggang yang renggang dari badan membuat burung kehilangan keseimbangan, sehingga turunnya lambat, berbelok di tengah jalan, atau tidak punya rem sama sekali. Pilih pinggang yang rapat terhadap badan, baik yang besar maupun kecil — burung bertipe seperti ini biasanya turun cepat.

10. Bentuk Ekor

Ketebalan dan bentuk ekor saat dipegang bisa dipakai untuk mengira-ngira daya dan gaya turun burung. Pilih ekor dengan bulu yang rapat, tebal, dan panjang. Ketebalan ini sebaiknya disesuaikan dengan ukuran pegangan tangan Anda sendiri. Dengan latihan berulang, kelak Anda akan semakin mudah menakar ukuran ekor yang sesuai.

11. Bentuk Kaki

Kaki yang diinginkan tampak kering bersisik dan panjang. Ada juga patokan tradisional: tanda kaki bagus adalah ketika dipegang, kaki itu mendorong ke belakang sejajar dengan ekor.

12. Supit Udang

Kerangka tulang yang kokoh pada merpati bisa diraba melalui tulang supitnya. Banyak merpati juara yang memiliki stut keras dan tidak kapok ditunjang oleh tulang supit keras — ini menandakan kerangka tulang yang kuat dan padat. Kalau istilah ini masih terdengar asing, baca penjelasan lengkapnya di 'Supit Udang' dan Istilah Katuranggan Lain yang Bikin Bingung Pemula.

Cara Memakai Semua Ciri di Atas

Tidak perlu menilai dua belas bagian sekaligus dalam sekali lihat. Mulailah dari mata dan kepala karena keduanya paling cepat diperiksa, lanjutkan ke sayap, dada, dan supit udang sebagai penentu kualitas terbang. Sisanya — leher, postur, ekor, dan kaki — dipakai sebagai pembanding ketika dua burung terlihat sepadan.

Penting untuk diingat bahwa membaca tubuh hanyalah satu sisi dari penilaian. Untuk melengkapinya, kenali juga Eye Sign pada Burung Merpati serta tujuh poin katuranggan yang wajib diketahui pemula, karena keduanya menambah lapisan informasi soal karakter burung.

Terakhir, fisik yang bagus tetap harus diimbangi perawatan: pakan bergizi, kandang yang layak, dan latihan yang teratur. Tanpa itu, burung dengan ciri sempurna pun jarang sampai ke podium.

Sumber: merpati.org