Merpati balap jadi salah satu jenis merpati paling banyak digemari di Indonesia. Selain lincah, burung ini mampu melaju dengan kecepatan 65–80 km/jam dan dalam satu hari bisa menempuh jarak hingga sekitar 965 km. Berbeda dengan merpati tinggian yang terbang setinggi 150 meter, merpati balap justru menjaga ketinggian terbangnya di kisaran 5 meter dari permukaan tanah. Ditambah lagi sifatnya yang sangat melindungi pasangan, banyak lofter yang gemar melatihnya sampai giring keket.

Kalau diamati, jenis merpati balap di Indonesia sebenarnya bisa dikelompokkan berdasarkan karakter terbangnya. Ada empat pengelompokan yang lazim dipakai para lofter: tipe terbang, tipe langkah, tipe jalur, dan tipe cara masuk ke joki. Simak penjelasannya berikut ini.

Aksi merpati balap di lintasan

Foto: kakinesia.com (via burungnya.com)

Tipe Terbang Merpati Balap

1. Merpati Full Wing — Pada tipe ini, kepakan sayap merpati terlihat menutup penuh hingga nyaris menutup seluruh badannya. Tipe full wing paling populer dan menjadi incaran para penggemar merpati balap sampai sekarang.

2. Merpati Tipe 3/4 — Kepakan sayapnya hanya menutup sekitar tiga perempat badan. Popularitasnya masih di bawah full wing, tapi banyak dipakai untuk melengkapi kolam para lofter.

3. Merpati Tipe 1/2 — Burung dengan kepakan sayap yang hanya terbuka setengah ini kurang diminati. Terbangnya terasa setengah-setengah sehingga saat dilombakan sering tertinggal.

Tipe Langkah Merpati Balap

1. Langkah Panjang (Satu-satu) — Sayapnya tampak jarang-jarang. Burung ini bukan tipe yang terbang ngebut, melainkan melangkah dengan lompatan panjang. Posturnya juga panjang pada bagian sayap dan larinya. Karena itu, tipe langkah panjang sangat ideal untuk lomba jarak jauh di atas 1.000 meter.

2. Langkah Rapat (Rapid) — Kepakan sayapnya cepat dan burungnya kelihatan ngotot ingin menang. Langkahnya memang lebih pendek, tetapi justru pas untuk lomba cepat jarak pendek seperti 500 meter.

3. Kombinasi (Hybrid) — Tipe kekinian yang disukai banyak pecinta merpati. Langkahnya panjang sekaligus ngotot, sehingga gaya sprint-nya bagus dan sering jadi idaman para lofter.

Tipe Jalur Merpati Balap

1. Jalur Atas — Merpati ini terbang tinggi sampai menempuh setengah jarak sebelum akhirnya turun ke joki. Saat turun, ia menukik tajam dengan kemiringan curam. Cocok untuk lomba jarak jauh.

2. Jalur Tanggung — Setelah dilepas, ia terbang di ketinggian menengah: tidak terlalu tinggi dan tidak terlalu rendah, lalu perlahan turun mendekati joki.

3. Jalur Bawah — Mayoritas burung yang terbang rendah sejak awal adalah merpati balap tipe sprint. Karena jarak lombanya lebih pendek, burungnya konsisten menempuh jalur di bawah atau terbang rendah.

4. Jalur L (Kombinasi) — Tipe kombinasi memang banyak penggemarnya. Burung ini terbang naik saat dilepas, lalu menurun dan melaju sprint di tengah lintasan, membentuk pola seperti huruf L.

Tipe Masuk ke Joki

1. Tembak Keras (Nulup) — Cepat meluncur dan tidak mengurangi kecepatan sedikit pun sampai ke tangan joki. Joki yang kurang pengalaman harus berhati-hati, sebab burung maupun joki bisa mengalami cedera.

2. Tembak Sedang (Rapid) — Kecepatannya moderat, tidak terlalu ngebut dan tidak lambat. Karena itu tipe ini tergolong aman baik untuk burungnya maupun untuk joki.

3. Tembak Halus — Masuknya halus dan lambat sehingga terasa kurang greget bagi joki. Tipe ini memang jarang diminati pecinta merpati balap karena tidak menawarkan tantangan berarti.

Kesimpulan

Itulah ragam jenis merpati balap di Indonesia berdasarkan karakter terbangnya. Setiap burung memiliki gaya main yang berbeda, sehingga pemilihan tipe sebaiknya disesuaikan dengan jenis lomba yang diikuti. Joki berpengalaman umumnya memilih merpati bertipe cepat untuk mengejar waktu tempat terbaik.

Mau tahu lebih jauh soal latihan dan karakter merpati balap? Baca juga artikel-artikel berikut:

Sumber: burungnya.com