Peringatan HUT ke-81 TNI di Lanud Sulaiman, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, berlangsung dengan suasana yang tidak biasa. Runway yang sehari-hari jadi lintasan pesawat berubah menjadi arena balap merpati dalam gelaran Lomba Merpati Balap/Sprint Panglima TNI Cup 2026 yang diselenggarakan Pusat Pendidikan Kodiklatau (Pusdik Kodiklatau) pada 1–4 Oktober 2026.
Kejuaraan Perdana untuk Kategori Merpati Balap
Komandan Pusdik Kodiklatau, Marsma TNI Sapuan, S.Sos., M.M., CHRMP., menyebut lomba ini sebagai penyelenggaraan perdana untuk kategori merpati balap/sprint di rangkaian Piala Panglima TNI. Menurutnya, memilih merpati balap sebagai salah satu cabang bukan tanpa alasan, karena olahraga ini sudah lama menjadi tradisi dan punya komunitas yang kuat, terutama di Jawa Barat.
“Ini adalah kejuaraan pertama Piala Panglima TNI dalam rangka HUT TNI ke-81. Harapannya, TNI semakin dekat dengan masyarakat, khususnya melalui tradisi balap merpati yang memang diminati masyarakat,” ujarnya.
Peserta Datang dari Berbagai Daerah
Antusiasme komunitas terlihat dari jumlah peserta. Penasihat Persatuan Penggemar Merpati Balap Sprint Indonesia (PPMBSI), Erik, menyebut peserta tidak hanya datang dari Bandung dan wilayah Jawa Barat, tetapi juga dari Jakarta, Majalengka, Subang, hingga Cirebon. Kategori junior diikuti 278 peserta, sedangkan kelas utama yang digelar hari Minggu diikuti sekitar 210 peserta.
Cuaca sempat berubah dan memaksa panitia menghentikan perlombaan sementara. Meski begitu, Sapuan menilai atensi masyarakat tetap tinggi dan kegiatan secara umum berjalan lancar.
Kecepatan Jadi Penentu Utama
Berbeda dari lomba merpati pos yang mengukur kemampuan burung kembali ke loft sendiri dari jarak jauh, merpati balap sprint menuntut kecepatan. Burung yang lebih dulu mencapai titik tujuan dan diterima oleh joki dinyatakan sebagai pemenang. Format inilah yang membuat tensi perlombaan terasa singkat, tetapi ketat.
Runway Lanud Sulaiman Dipakai Kembali
Bagi para penghobi, gelaran ini punya arti tersendiri. Lanud Sulaiman tercatat pernah dipakai sebagai arena lomba sekitar tahun 2000 sebelum akhirnya tidak lagi digunakan untuk kegiatan serupa. Erik mengaku banyak anggota PPMBSI yang sudah lama menantikan lapangan tersebut dibuka kembali.
“Kami sangat berterima kasih kepada peserta dan anggota PPMBSI yang sudah lama menantikan lapangan ini digunakan kembali,” katanya.
Bagian dari Rangkaian HUT ke-81 TNI
Lomba merpati balap ini masuk dalam rangkaian Piala Panglima TNI 2026 yang berlangsung 1 Agustus–10 Oktober 2026, meliputi 72 jenis lomba yang terdiri dari 61 cabang olahraga dan 11 cabang non-olahraga. Selain adu kecepatan, gelaran ini menjadi ruang silaturahmi antarpenghobi dari berbagai daerah.
Bagi yang mengikuti perkembangan merpati balap nasional, ada beberapa ajang lain yang juga mencuri perhatian, seperti Bupati Cup Situbondo yang mempertemukan 500 pasang burung di kelas utama, hingga balap merpati nasional di runway Lanud Sugiri Sukani. Semua itu menegaskan satu hal: basis penggemar merpati balap di Indonesia masih kuat dan terus tumbuh.
Komentar