Situbondo kembali menjadi saksi panasnya persaingan merpati balap tingkat nasional. Minggu 4 Oktober 2026, Kampung Kerbau di Desa Tanjung Pecinan, Kecamatan Mangaran, dipadati ratusan pasang merpati balap sprint dari berbagai penjuru tanah air. Ajang Bupati Cup ini digelar oleh Pengurus Lokal PPMBSI Situbondo dan mempertemukan para joki serta pemain dari Medan, Jakarta, Bandung, Jawa Tengah, Lumajang, Madura, Banyuwangi, hingga Jember.

Ajang Nasional yang Digelar Tiap Lima Tahun

Bupati Cup Situbondo bukan lomba kelas kabupaten. Sekretaris lomba Haripujiono menyebut kompetisi berskala nasional ini hanya digelar sekali dalam lima tahun, berbeda dengan Liga Jawa Timur yang rutin berlangsung setiap tahun. Total hadiah yang diperebutkan mencapai Rp216 juta dan dibagi ke beberapa kelas: kelas junior yang digelar Jumat menyediakan hadiah Rp66 juta, kelas utama pada Minggu memperebutkan Rp150 juta, sementara hari Sabtu diisi lomba Galatama dan kelas pendukung lainnya. Di kelas utama hari Minggu sendiri tercatat ada 500 pasang burung yang turun ke lintasan.

Dukungan arena dan pengurus lokal membuat gelaran ini jadi langganan pemain dari luar Jawa Timur. Kemampuan menyelenggarakan lomba berskala nasional di daerah memang jarang, sebagaimana terlihat dari euforia event balap merpati nasional di Sidoarjo yang sampai menghadirkan hadiah utama mobil Honda Brio, maupun lomba yang memanfaatkan runway Lanud Sugiri Sukani dalam rangka HUT TNI AU.

Panji Mas Menang Tipis atas Raja Badak

Perebutan gelar juara pertama kelas utama berlangsung sengit. Panji Mas milik Team Daunmas harus mengalahkan Raja Badak dari Bangkalan dengan selisih tipis sebelum akhirnya naik ke podium. Joki Team Daunmas, Sifi, mengakui lawan-lawannya datang dengan burung berkualitas tinggi. "Tarungnya sengit, musuhnya bagus-bagus," ujarnya, menegaskan bahwa kemenangan diraih lewat kecepatan murni di detik-detik akhir.

Kemenangan itu menambah deretan koleksi Panji Mas. Sebelumnya burung ini sudah dua kali menjadi juara Liga Jatim Bersatu dan dua kali menjuarai kejuaraan tingkat nasional. Sifi sendiri mengaku punya alasan tersendiri selalu bersemangat tampil di Situbondo. "Arena lomba di Situbondo sangat istimewa, saya suka mengikuti lomba di Situbondo," katanya. Catatan soal tiga hari lomba yang diawali junior, dilanjut Galatama, dan ditutup kelas utama menunjukkan bagaimana pengurus lokal menyusun kejuaraan dengan kelas yang berjenjang, persis pola yang dipakai penyelenggara merpati balap sprint profesional di tanah air.

Rangkaian Bupati Cup Situbondo 2026 berakhir pada Minggu malam dengan penyerahan piala oleh Bupati Situbondo kepada para pemenang. Bagi komunitas merpati balap, gelaran ini sekaligus mengingatkan bahwa peta kekuatan tidak hanya dikuasai pemain Jawa Timur, tapi juga terus bergeser oleh pemain-pemain baru dari luar daerah.