Ribuan Merpati Pos Dilepas dari Pelabuhan Buleleng

Semarak peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia kembali diisi dengan tradisi khas para penghobi burung. Perkumpulan Olahraga Merpati Pos Seluruh Indonesia (POMSI) melepas sebanyak 1.300 ekor merpati pos dari Pelabuhan Buleleng, Kelurahan Kampung Bugis, Kecamatan Buleleng, Bali, pada Minggu (16/8/2026).

Dari titik pelepasan itu, ribuan burung harus terbang ratusan kilometer untuk kembali ke kandang masing-masing yang tersebar di sejumlah daerah di Pulau Jawa. Ajang ini sekaligus menjadi ajang adu cepat sekaligus nguri-uri tradisi merpati pos yang dahulu dikenal sebagai sarana pengirim pesan.

Peserta dari Berbagai Klub di Jawa

Lomba tahunan ini diikuti sejumlah klub dari berbagai daerah. Menurut conviction merpati, Happy, sebagian peserta datang dari klub di Bandung, Ponorogo, Tasikmalaya, Madiun, hingga Kediri. Jarak yang harus ditempuh para merpati mencapai ratusan kilometer — ujian sesungguhnya bagi naluri pulang dan ketahanan fisik burung.

Untuk merpati yang menuju wilayah Madiun, jika dilepas pagi sekitar pukul 07.00 Wita, biasanya sudah tiba di kandang pada siang hari sekitar pukul 13.00–14.00. Sementara merpati yang menuju Bandung membutuhkan waktu lebih lama, diperkirakan baru tiba pada sore hari bahkan keesokan harinya.

Naluri Pulang yang Tak Selalu Langsung

Menariknya, tidak semua merpati langsung kembali pada hari pertama. Happy menyebut rata-rata sekitar 50 persen burung tiba di kandang pada hari pertama, sedangkan sisanya dapat kembali pada hari berikutnya. "Dia istirahat di atas pohon, atau bisa jadi dia itu ngikut temannya tapi balik lagi dia," jelasnya.

Fenomena ini justru menunjukkan bahwa naluri pulang (homing instinct) pada merpati pos adalah hasil dari pembiakan dan seleksi turun-temurun, bukan sekadar kemampuan terbang cepat. Para penghobi terus mengasahnya lewat latihan rutin dan pelepasan bertahap mulai jarak dekat hingga jauh.

Merpati Pos, Warisan yang Terus Dilestarikan

Kegiatan ini menjadi pengingat bahwa merpati pos bukan sekadar burung balap. Dulu, burung ini menjadi andalan manusia dalam mengirim pesan sebelum teknologi komunikasi modern hadir. Kini tradisi itu dilestarikan lewat lomba jarak jauh yang menantang seperti pelepasan dari Buleleng ini.

Tertarik menyimak aksi merpati pos jarak ekstrem? Simak juga cerita merpati pos yang pulang dari Sumbawa ke Jakarta sejauh 1.200 km pada puncak musim balap jarak ekstrem, atau kisah Kremes Loft yang menuntaskan rute 718 km dari Probolinggo dalam 10 jam 21 menit. Untuk pembahasan lengkap seputar balap merpati pos, kunjungi label lomba merpati pos di MerpatiID.

Sumber: Tribun Bali