Portal balap merpati pos PIPA menerbitkan laporan loft untuk Ahmad Majid, penghobi asal Assen, Belanda, pada 22 Oktober 2026. Judulnya menyebut Majid sebagai salah satu yang berada di puncak balap jarak pendek (sprint) Belanda berkat stok merpati pos berkualitas tinggi yang ia bangun bertahun-tahun. Dalam bahasa Eropa, balap seperti ini dikenal sebagai homing race jarak pendek: merpati dilepas di kisaran 100-250 km dan harus terbang pulang ke kandangnya sendiri. Ini berbeda jauh dari merpati balap geberan maupun merpati tinggi yang dikenal di Indonesia, jadi hasil dan metodenya memang tidak bisa disamakan.

Bangun koloni dari garis ternama

Majid membangun dasar koloninya dari burung-burung pilihan milik sahabatnya, Leo Heremans, lalu memperkuatnya dengan merpati pos dari nama-nama besar seperti Dirk van den Bulck, Gustaaf Boeckmans, dan Jos Cools. Strateginya sederhana tapi konsisten: ambil garis terbaik, silangkan dengan darah unggul lain, lalu biarkan kualitasnya terbukti di lapangan. Hasilnya bertahan lebih dari sepuluh musim, bukan sekadar satu musim gemilang. Catatan prestasinya antara lain juara pertama young bird Divisi 10 (2022 dan 2025), juara nasional young bird nominasi 2022, peringkat 6 World Best Pigeon kategori young bird 2023, sampai peringkat 15 National Ace Pigeon sprint young bird PIPA Ranking 2026.

Di lapangan, rekor 2026 terbilang rapi: Weert 205 km dengan 3.997 ekor merpati diikuti merpati Majid yang menguasai posisi 1 sampai 6, Gennep 152 km dengan 1.036 ekor juga dikuasai mulai peringkat pertama, dan Heerenberg 125 km melahirkan juara pertama dari 1.029 peserta. Angka-angka seperti ini menunjukkan satu hal yang sering ditekankan penghobi senior: kualitas garis terbaik bukan soal satu pairing bagus, melainkan keturunan yang terus menghasilkan juara lintas generasi. Prinsip yang sama juga yang mendasari panduan pemberian nutrisi pada merpati selama masa balapan — tubuh dan mental burung harus disiapkan agar potensi garisnya benar-benar keluar saat dilombakan.

Dua indukan penentu

Dua nama paling menonjol di kandang Majid adalah Golden Kittel, anak dari Kittel (Juara Nasional Ace Pigeon KBDB 2013) milik Dirk van den Bulck, dan The Legend Cruijff yang digambarkan sebagai mahkota kandangnya. Dari The Legend Cruijff lahir New Cruijff, peringkat 2 National Ace Pigeon young bird sprint PIPA 2022, serta sejumlah indukan penurun seperti Mother Queen Cruijff dan Mother Olympic Storm. Kualitas garis ini tidak hanya bertahan di rumah, tapi juga terbukti di kandang lain dan di One Loft Race Timur Tengah — Turki, Irak, Kuwait, sampai Uni Emirat Arab mencatat juara dari keturunan Cruijff.

Prestasi itu kini sedang rehat sejenak. Kelahiran anak ketiga membuat keluarga Majid pindah ke rumah yang lebih besar, dan kandang harus ditata ulang. Bagi penghobi, perpindahan kandang seperti ini biasanya justru membuka fase baru: lokasi baru, motivasi baru, dan tentu saja tantangan baru di musim berikutnya. Sementara itu, stok MerpatiID terus bertambah di halaman label merpati pos, dan bagi yang ingin mulai serius, panduan cara merawat dan memelihara burung merpati bisa jadi titik awal sebelum masuk ke dunia lomba.

Sumber: PIPA — Ahmad Majid (Assen, NL): the absolute top in sprint racing with a powerful stock of top pigeons.