Bagi pemula yang baru mengenal hobi merpati pos, istilah “Kandang Nasional” mungkin terdengar asing. Kandang Nasional (sering disingkat KN atau KaNas) adalah ajang lomba merpati pos pada tingkat nasional. Penyelenggaraannya berada di bawah naungan POMSI (Perhimpunan Olahraga Merpati Pos Seluruh Indonesia). Di luar negeri, konsep serupa dikenal dengan istilah Interloft.

Dalam ajang ini, burung-burung dari berbagai peserta dipelihara dalam satu kandang dengan satu manajemen. Semua burung mendapat perlakuan yang sama, baik dalam hal perawatan maupun latihan, dan tidak ada burung yang diperlakukan secara khusus. Lantas apa sebenarnya yang dilombakan jika semua diperlakukan serba sama?

Ujian bibit dan kualitas kandang

Kandang Nasional pada dasarnya menjadi ajang uji bibit dari hasil ternakan para peserta. Sejak merpati pos masuk ke kandang nasional, kompetisi sebenarnya sudah dimulai. Bibit ternakan diadu daya tahan tubuhnya terhadap penyakit, mengingat setiap bibit berasal dari kandang dengan pola pemeliharaan yang berbeda. Ada peserta yang mengandalkan antibiotik dalam perawatannya, ada pula yang memelihara secara alami; ada yang sangat menjaga kebersihan, ada yang mengabaikannya. Dengan kata lain, setiap merpati yang dikirim ke KN membawa potensi penyakit dan daya tahan fisik yang berbeda-beda.

Setelah lolos dalam uji daya tahan, hasil ternakan diuji dari segi kecepatan dan kemampuan pulang ke kandang — yang biasa disebut speed & homing. Ini sekaligus menjadi ujian bagi para peserta dalam hal breeding: apakah mereka sudah menemukan pasangan indukan yang tepat sehingga menghasilkan bibit yang layak dilombakan. Kandang Nasional juga bisa menjadi barometer kualitas kandang peserta, apakah indukan yang dimiliki benar-benar punya kualitas lomba.

Merpati pos yang baik menurut kriteria lomba adalah yang mampu pulang ke kandang lebih dulu dan konsisten kecepatannya di setiap kota lepasan. Karena itu, perhitungan “Total Pos” menjadi acuan untuk menilai kualitas seekor burung. Pada KN 2013 misalnya, terdapat 4 pos/kota lepasan sebagai ajang uji kecepatan dan kemampuan pulang.

Bagaimana pengawalan saat lepasan jarak jauh?

Untuk lepasan lomba, biasanya ada tim pelepasan yang dalam istilah merpati pos disebut conveyor. Supir truk didampingi satu hingga dua orang juru lepas, tergantung jumlah burung yang diterbangkan. Untuk lepasan lomba (bukan latihan), semua dondang disegel sebelum berangkat dan harus tetap tersegel saat akan dilepas; pembuktiannya bisa difoto atau direkam video.

Sebelum melepas, conveyor akan menghubungi pihak yang berwenang di lomba untuk melaporkan kondisi cuaca, posisi koordinat, kondisi burung, serta kondisi segel pada dondang. Jika semuanya normal, lomba dianggap sah saat lepasan dilakukan.

Demikian sekilas penjelasan tentang Kandang Nasional merpati pos. Bagi Anda yang ingin mendalami dunia merpati pos, baca juga panduan cara melatih merpati pos racing agar juara dan cara meningkatkan homing burung merpati pos racing, serta ikuti berita terbaru di kategori Merpati Pos.