Mike Tyson dan Merpati: Sisi Lembut Sang Juara Tinju
Nama Mike Tyson selalu identik dengan dunia tinju. Petinju yang dijuluki Si Leher Beton ini terkenal karena pukulannya yang keras dan sering mengakhiri pertandingan hanya dalam hitungan ronde. Namun, di balik sosoknya yang menyeramkan di atas ring, tersimpan satu kecintaan yang mungkin jarang diketahui orang: burung merpati.
Berawal dari Masa Kecil yang Sulit
Ketertarikan Tyson pada merpati sudah tumbuh sejak ia berusia sembilan tahun. Ketika anak-anak lain sibuk bermain bola di lapangan, Tyson justru lebih memilih menghabiskan waktunya bersama burung merpati. Ia tumbuh sebagai anak yang kerap menjadi sasaran perundungan teman-temannya. Postur tubuhnya yang gemuk dan penampilannya yang dianggap berbeda membuatnya sering dijadikan bahan olok-olokan.
Dalam masa-masa sulit itu, merpati menjadi satu-satunya teman yang menerimanya tanpa syarat. Burung-burung itulah yang membuat Tyson kembali tersenyum dan merasa bahagia setelah sekian lama menyendiri dan murung.
Merpati yang Dibunuh dan Bakat Tinju yang Terasah
Kisah ini kemudian berubah tragis. Merpati kesayangannya dibunuh oleh salah satu anak yang sering merundungnya. Tyson mengaku pria tersebut mencabut kepala merpatinya, padahal burung itu adalah salah satu hal pertama yang ia cintai dalam hidup. Rasa kehilangan dan kemarahan itulah yang membuat Tyson kecil nekat memukul pria tersebut. Banyak yang menduga, dari peristiwa inilah bibit bakat tinju legendarisnya mulai terbentuk.
Cinta pada Merpati yang Tak Pernah Padam
Hingga kini Tyson masih memelihara merpati. Ia bahkan menyiapkan ruangan khusus di rumahnya untuk burung-burung peliharaannya. Pada 2011, ia sempat membintangi acara televisi berjudul “Taking on Tyson” di Animal Planet. Acara itu menampilkan kecintaannya pada merpati, termasuk saat ia mengikuti kompetisi balap merpati. Dalam lomba tersebut, merpati dilepas dari jarak ratusan mil, lalu burung yang paling cepat kembali dan masuk kandang dinyatakan sebagai pemenang. Sayangnya, acara itu hanya bertahan satu musim dengan enam episode.
Selain merpati, Tyson juga pernah memelihara tiga harimau Bengal. Namun, karena tidak bisa menunjukkan izin kepemilikan hewan, ketiga harimau itu akhirnya dipindahkan ke tempat penangkaran di Colorado.
Bagi Tyson, merpati bukan sekadar burung peliharaan. Ia adalah teman pertama yang setia, jauh sebelum namanya dikenal sebagai juara dunia tinju. Kisah ini juga menjadi pengingat bagi para penghobi di Indonesia bahwa merpati bisa memberi ketenangan dan kebahagiaan bagi siapa pun yang merawatnya — dari petinju legendaris sampai penghobi rumahan.
Baca juga: Terbang Bali ke Jakarta Cuma 22 Jam, Merpati Pos Antar Pulau Bisa Pulang Sendiri
Baca juga: 15 Tips Melatih Merpati Balap agar Cepat dan Terbang Tinggi
Baca juga: Aneka Jenis Merpati Hias yang Cantik dan Mengesankan
Sumber: burungnya.com
Komentar