PIPA, platform lelang dan berita merpati pos asal Belgia, mengingatkan para pembeli merpati lewat pengumuman resmi pada 21 Oktober 2026: setiap merpati yang dikirim dari Belgia ke negara Uni Eropa lain wajib disertai sertifikat kesehatan dari sistem TRACES. Tanpa pendaftaran alamat tujuan terlebih dahulu, sertifikat itu tidak bisa diterbitkan, dan pengambilan atau pengiriman burung otomatis tertunda.
Pengumuman ini terdengar sepele bagi yang terbiasa membeli merpati lokal, namun bukan main seriusnya bagi para penghobi yang mengincar darah juara dari Eropa. Sebagian besar burung kualitas tinggi di dunia merpati pos masih berasal dari Belgia dan Belanda, termasuk keturunan-keturunan yang melahirkan juara di One Loft Race maupun kejuaraan nasional.
TRACES Itu Apa?
TRACES adalah platform daring milik Komisi Eropa yang dipakai untuk menerbitkan dan mengelola sertifikat kesehatan hewan. Sistem ini menjamin ketertelusuran serta keamanan perdagangan hewan di dalam Uni Eropa, jadi setiap perpindahan satu atau lebih ekor merpati dari Belgia ke negara anggota lain harus dibekali sertifikat kesehatan yang diterbitkan otoritas Belgia.
Ada satu poin yang sering dilewatkan pembeli baru: sertifikat tetap dibutuhkan meskipun burung diambil sendiri langsung di Belgia, maupun ketika diambil oleh perwakilan atau pihak ketiga. Singkatnya, tidak ada celah untuk melewati sistem ini. Jika alamat tujuan belum terdaftar di TRACES, otoritas tidak bisa menerbitkan sertifikat, dan burung tidak boleh berangkat.
Bagaimana Cara Mendaftarkannya?
Pendaftaran alamat tujuan dilakukan melalui otoritas yang berwenang di negara tujuan, jadi prosedurnya berbeda dari satu negara ke negara lain. PIPA menyarankan pembeli menyelesaikan pendaftaran jauh sebelum hari pengambilan, karena urusan administratif lintas negara ini membutuhkan waktu. Kalau bingung harus mulai dari mana, pembeli bisa menanyakan agen PIPA terdekat atau menghubungi layanan Uni Eropa di alamat [email protected].
Untuk pembeli dari luar Uni Eropa, termasuk Indonesia, ketentuannya berbeda lagi dan mengikuti aturan di negara masing-masing. Yang jelas, kasus ini menunjukkan betapa ketatnya jalur resmi perpindahan merpati antarnegara. Sebuah pembelian yang terlihat sederhana bisa berhenti di meja administrasi kalau dokumennya belum lengkap. Makanya, mengecek syarat impor sejak awal adalah langkah yang jauh lebih murah daripada membatalkan pembelian di tengah jalan.
Pelajaran untuk Peminat Merpati Import
Pengumuman TRACES ini sebetulnya mengingatkan satu hal mendasar: membeli merpati dari peternakan Eropa bukan sekadar soal memilih burung dan mengirim uang. Ada rantai dokumen yang harus beres sebelum bulu pertama berangkat. Peternak seperti Tom Van Gaver yang garis keturunannya diakui luas di Belgia memang menjadi incaran, tapi nama besar tidak menjamin kelancaran pengiriman kalau urusan kesehatan hewan tertinggal.
Berikut ringkasan yang perlu diingat sebelum memesan merpati dari Eropa:
- Pastikan alamat tujuan sudah terdaftar di TRACES sebelum tanggal pengambilan atau pengiriman.
- Sertifikat kesehatan tetap wajib, baik burung diambil sendiri maupun lewat perwakilan.
- Tanyakan otoritas yang berwenang di negara tujuan, karena prosedurnya berbeda tiap negara.
- Untuk tujuan di luar Uni Eropa, cek ketentuan karantina dan impor di negara penerima sejak awal.
Bagi penghobi di Indonesia, kabar ini bisa dibaca sebagai gambaran bahwa pasar merpati dunia makin teratur. Burung-burung dari kompetisi besar seperti Tuscan OLR memang semakin mudah diikuti dari jauh, tapi soal membawa pulang burungnya, dokumen tetaplah raja.
Komentar