Belgia selama ini dikenal sebagai salah satu sentra merpati pos balap (homing racing pigeon) paling disegani di dunia. Prinsip permainannya sama dengan merpati pos di Indonesia: burung dilepas dari satu titik dan harus terbang pulang secepat mungkin ke kandangnya sendiri. Yang membedakan adalah skala kompetisinya — musim balap Eropa berjalan sepanjang tahun dengan puluhan seri nasional, dan hasilnya diakumulasi menjadi peringkat juara. Di tengah sistem itulah nama Benny Steveninck berdiri sebagai salah satu legenda yang paling lama bertahan.

PIPA, platform lelang merpati pos terkemuka di Eropa, mengumumkan bahwa Steveninck untuk pertama kalinya akan melelang burung-burung balap terbaiknya. Selama puluhan tahun ia dikenal sebagai penangkar yang sangat selektif dan nyaris tidak pernah melepas burung unggulannya ke pasar. Lelang eksklusif ini dijadwalkan berlangsung 7 sampai 20 Desember 2026, dan seluruh isi lelang adalah burung balap terbukti (proven racing pigeons) yang menjadi mesin prestasinya selama ini.

Rekam Jejak Empat Musim Terakhir

Angka pencapaian Steveninck pada periode 2023-2026 tergolong luar biasa bahkan untuk standar homing race Belgia. Dalam rentang itu ia mengumpulkan 7 gelar juara 1 Provinsi, 5 gelar juara 1 Nasional Zonal, dan 9 hasil masuk top-20 Nasional. Puncaknya tercatat pada 2025, ketika ia membawa pulang 18 hasil top-100 Nasional dan 31 hasil top-10 Nasional Zonal dari satu tim balap.

Beberapa capaian paling menonjol antara lain Juara 1 Nasional Tulle pada Peringkat PIPA 2024-2025 dengan burung bernama Louis, Juara 2 Nasional Champion KBDB Grand Prix 2025, serta Juara 3 Nasional KBDB Ace Pigeon kategori Allround meraih predikat World Best Pigeon 2025 dengan burung Zuko. Zuko juga menempati peringkat 4 dalam Olimpiade Merpati Balap KBDB Kelas G Yearlings 2025 — ajang yang setara dengan puncak penilaian performa merpati pos di tingkat nasional.

Darah Chipo yang Masih Menyala

Inti dari koloni Steveninck tetap berpusat pada satu merpati ajaib legendaris bernama Chipo. Keturunan Chipo terbukti masih mampu berprestasi hingga generasi ketujuh dan kedelapan, yang menunjukkan betapa kuat dan stabil materi genetiknya. Di samping Chipo, dua penangkar fondasi modern kini ikut menopang koloni: jantan Limo dan pasangan Crash 99 x Inbred Sagan.

Limo (BE18-4149964) bukan burung sembarangan — ia sendiri pernah menjadi Juara 1 Belgia Limoges 2019-2020, sekaligus finis peringkat 2 Nasional Limoges dari 10.319 burung dan peringkat 13 Nasional Limoges dari 15.981 burung. Limo kini menjadi ayah dari enam pemenang top-10 Nasional Zonal/Provinsi dan kakek dari Zuko. Sementara itu pasangan Crash 99 x Inbred Sagan melahirkan yang dikenal sebagai dinasti Ting, dengan keturunan yang pernah menempati belasan peringkat nasional, di antaranya Ting 917/21 yang menjadi Juara 1 Nasional Zonal Bourges dari 3.869 burung serta Juara 1 Provinsi KBDB Allround Ace Pigeon Yearlings 2022.

Untuk menyemarakkan hobi merpati pos di tanah air, kamu bisa mulai dari hal-hal dasar seperti kecepatan terbang merpati pos dan cara memilih merpati balap yang berkualitas. Deretan berita balap merpati pos lainnya bisa diikuti lewat label Merpati Pos maupun rakitan berita PIPA di MerpatiID.