Merpati yang masih giras atau liar memang menyulitkan proses pelatihan. Burung yang panik ketika dibuka kandangnya akan sulit dipegang, tidak mau nemplok, dan selalu stres setiap kali disentuh tangan. Kasusnya sedikit berbeda antara jantan dan betina: betina geber yang liar sulit ditangkap sehingga jantannya ikut-ikutan menjadi liar, sementara merpati jantan yang giras meskipun sedang giring keras tetap ragu mendekati tangan pemiliknya.

Kabar baiknya, sifat liar itu bukan bawaan seumur hidup. Dengan rutinitas dan kesabaran, burung bisa terbiasa lalu jinak. Berikut langkah-langkah yang biasa dipakai para pemilik merpati untuk menjinakkan burungnya.

Langkah Menjinakkan Merpati yang Masih Giras

trik menjinakkan merpati

Foto: hewanpeliharaan.org

1. Mandikan secara rutin. Mandikan burung sampai basah kuyup, misalnya dengan mencelupkannya ke dalam ember atau menyemprotnya pelan, lalu jemur sambil sesekali dipegang sebelum bulu benar-benar kering. Kegiatan ini menurunkan stamina burung untuk kabur sekaligus membiasakannya disentuh tangan. Lakukan berulang setiap kali diperlukan sampai burung tidak lagi panik saat ditangani.

2. Kurung di tempat yang tenang. Mengurung merpati liar selama beberapa waktu memberi kesempatan bagi burung untuk menenangkan diri dan terbiasa dengan lingkungan barunya. Saat memindahkannya, lakukan pelan-pelan tanpa gerakan mendadak yang bisa mengagetkan burung. Usahakan kandangnya nyaman — lihat panduan cara membuat kandang merpati agar tempat kurungannya mendukung proses penjinakan.

3. Biasakan dipegang dan didekati. Pegang burung sesering mungkin dengan posisi yang membuatnya nyaman, jangan dicengkeram terlalu ketat. Saat burung sedang makan, dekati perlahan dan beri pakan langsung dari tangan supaya ia mengenali bau pemiliknya. Hindari gerakan tiba-tiba karena justru membuat merpati makin giras. Untuk teknik memegang yang aman bagi burung, baca cara pegang merpati yang benar.

Mencegah Merpati Menjadi Liar Sejak Dini

Lebih mudah mencegah daripada mengobati. Untuk piyik, mulailah memegang atau membawanya keluar kandang dengan tangan minimal sehari sekali sejak umur beberapa hari, misalnya sambil dijemur di pagi hari yang belum terik sekitar jam 7 sampai 8. Kebiasaan kecil ini membuat burung kenal bau pemiliknya sejak dini sehingga saat sudah bisa terbang atau dewasa ia tidak lagi takut dengan kehadiran kita.

mencegah merpati liar

Foto: hewanpeliharaan.org

Selain itu, pilihlah indukan atau babon loloh yang sudah jinak. Sifat tenang indukan biasanya menurun pada piyikan karena anak belajar dari perilaku induknya, meski karakter atau bakat terbang tetap mengikuti garis keturunan indukan aslinya. Kalau ingin mengurus burung sejak menetas sampai siap dilatih, simak perawatan dan pelatihan merpati dari piyik.

Kuncinya adalah konsistensi. Lakukan rutin, jangan hanya sesekali, karena merpati adalah hewan yang harus dibiasakan. Setelah burung nyaman di tangan, barulah ia siap dibawa ke tahap pelatihan serius lewat cara menggiringkan merpati berikutnya.

Sumber: hewanpeliharaan.org