Kabupaten Pemalang kembali menjadi tuan rumah ajang merpati kolong bertajuk Dandim Cup 2026. Komando Distrik Militer (Kodim) 0711/Pemalang menggelar perlombaan tersebut di Lapak Barsatu, Desa Danasari, Kecamatan Pemalang, pada Minggu (11/10/2026) sore. Lomba ini menjadi salah satu rangkaian kegiatan untuk memeriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) Ke-81 Tentara Nasional Indonesia.
Merpati Kolong Jadi Ajang Silaturahmi TNI dan Komunitas
Kegiatan ini mengusung tema "TNI Kuat Bersama Rakyat, Indonesia Berdaulat, Adil dan Makmur". Menurut Dandim 0711/Pemalang Letkol Inf Edy Wibowo, S.Sos., perlombaan merpati kolong bukan sekadar ajang kompetisi. Ia menyebut kegiatan semacam ini sebagai wadah mempererat persaudaraan antara TNI, pemerintah daerah, komunitas penghobi, dan masyarakat sekitar.
Hadir dalam pembukaan sejumlah pejabat daerah, di antaranya Kapolres Pemalang AKBP Anggaito Hadi Prabowo, Ketua Kejaksaan Negeri Pemalang Rina Idawati, Kasdim 0711/Pemalang Mayor Kav Agus Solihin, serta perwakilan satuan lain di wilayah Pemalang. Sekitar ratusan peserta dan penonton memadati lapak sejak sore hingga malam.
Dandim juga mengingatkan seluruh panitia, dewan juri, dan peserta untuk menjunjung tinggi sportivitas serta menjaga ketertiban selama perlombaan berlangsung, supaya acara berjalan aman dan lancar.
Total Hadiah Rp32 Juta dan Daftar Juara
Panitia menyerahkan hadiah kepada para juara dengan total nilai yang diperebutkan mencapai Rp32.000.000. Berikut rincian pemenangnya:
- Juara I: Palanglima Kumbang (Alas Klopo) — Rp20.000.000
- Juara II: Sentigi (Pegundan) — Rp7.000.000
- Juara III: Adipati Team Putra Manyung — Rp3.000.000
- Juara IV: Lawa JR (Alas Klopo, Petarukan) — Rp2.000.000
Selisih hadiah antara juara pertama dan kedua cukup jauh. Hal itu wajar karena juara utama lomba merpati kolong biasanya ditentukan dari konsistensi burung menuntaskan beberapa babak tiket dengan catatan waktu terbaik.
Merpati Kolong, Hobi yang Menghidupkan Ekonomi Warga
Lomba merpati kolong bukan perkara gengsi semata. Sejumlah event di Jawa Tengah menunjukkan dampak ekonomi yang nyata, mulai dari pedagang makanan, pengelola parkir, hingga joki dan petugas lapak yang mendapat penghasilan selama perlombaan. Momentum seperti ini juga membuat sirkulasi burung berkualitas tetap hidup di pasar lokal.
Bagi yang baru mengenal disiplin ini, penting memahami aturan dasarnya lebih dulu. Istilah giringan A dan giringan B misalnya, menentukan cara burung dipandu kembali ke kolongan. Pemahaman ini membantu penghobi menilai performa burung saat mengikuti kelas yang tepat.
Antusiasme terhadap merpati kolong juga terlihat dari besarnya hadiah di sejumlah event besar. Sebelumnya, Kenwood Cup 2026 di Pekalongan menawarkan total hadiah hingga Rp1 miliar. Gelaran Dandim Cup di Pemalang menambah panjang daftar perlombaan yang rutin dihelat di pantura Jawa Tengah.
Bagi pembaca yang ingin mengikuti perkembangan lomba, informasi terbaru bisa dipantau lewat kategori Merpati Kolong maupun label Merpati Kolong di MerpatiID. Dandim Cup 2026 menjadi bukti bahwa merpati kolong tetap menjadi hobi yang merakyat sekaligus komunal, yang mempertemukan TNI, aparat daerah, dan masyarakat dalam satu lapak.
Komentar