Babak final Derby Costa del Sol, lomba One Loft Race (OLR) bergengsi di Spanyol, berakhir dramatis tahun ini. Balapan yang digelar di kota pesisir Malaga itu seharusnya dituntaskan pada hari pelepasan, tetapi badai petir di rute membuat tidak seekor pun merpati pulang tepat waktu. Keesokan harinya baru terlihat hasilnya: lebih dari 400 merpati kembali ke loft di Malaga, dan keluarga asal Jerman, Soellner, keluar sebagai pemenang.
Final tahun ini menempuh jarak 432 km dari Castelo Branco, Portugal, melintasi medan pegunungan yang selama ini menjadi ciri khas Derby Costa del Sol. Sejak pertengahan Juli, para merpati menjalani latihan terbang hampir setiap hari dengan total 17 sesi, dilanjutkan lima Hot Spot Race berjarak 103 sampai 225 km dan semifinal 273 km. Persiapan panjang itu terbukti penting ketika kondisi final sangat berat: suhu menembus 30 derajat Celsius lebih, ditambah angin berhadapan kuat di 200 kilometer terakhir rute.
Birthday Fighter Juara dari 1.139 Merpati
Merpati berkode DV02733-26-3727 yang diberi nama Birthday Fighter keluar sebagai juara final setelah tiba pada pukul 09:18 sehari setelah pelepasan, unggul 12 menit dari pesaing terdekat. Kemenangan ini menempatkan keluarga Soellner sebagai yang terbaik dari total 1.139 merpati peserta final. Kedua tempat berikutnya diisi Costa Bjarne milik Mohamed Gzouli-Rida yang tertinggal 12 menit, dan Messi's Underworld dari Gheorghe Cutieru (Team Underworld).
Klasifikasi Ace Pigeon, yang mengukur konsistensi merpati sepanjang serangkaian lomba, dimenangkan merpati Belanda NL26-8583042 Iron Sol dari tim OLR Visser-Meijboom. Iron Sol mengumpulkan capaian stabil: finis ke-32 di Hot Spot Race 2 dari 1.741 peserta, ke-11 di Hot Spot Race 5, dan ke-15 di semifinal. Di bawahnya, Diamond Kittel (Zeballos & Thorpe, Italia) menempati posisi kedua, sementara Super Costa 333 dari tim Belgia Van Elsacker-Ingram melengkapi podium — merpati yang sebelumnya menjuarai Hot Spot Race 2 (125 km) dan semifinal (273 km).
Persiapan Matang Menyelamatkan Balapan
Kegagalan merpati pulang di hari pelepasan bukan akhir cerita. Justru persiapan panjang penyelenggara — latihan rutin dan seri pemanasan bertahap — membuat mayoritas peserta selamat kembali keesokan harinya. Penyelenggara bahkan kini menyiapkan edisi Winter Derby dengan lebih dari 2.000 merpati yang sudah menunggu di loft Malaga. Kisah final ini mengingatkan bahwa dalam balap merpati pos bergaya homing race Eropa, faktor cuaca dan kekuatan medan bisa mengubah jalannya lomba seketika.
Tahun 2026 memang menjadi musim yang sibuk bagi dunia One Loft Race. Sebelumnya, podium Derby Super Star OLR juga dikuasai oleh tim Rumania, sementara Saudi Grand Prix 2027 resmi diumumkan FCI dengan final 400 km di Al-Qassim. Baca juga resep konsistensi Jan & Tom Iwens di balap merpati pos Eropa dan kilas OLR lainnya di label One Loft Race serta merpati pos MerpatiID.
Komentar